Yohanes Suparman, Koster Paroki Pakem Siapkan Tempat bagi Umat

News1575 Views

Sleman. Pagi itu, Senin, 27 Maret 2023, Yohanes Suparman membersihkan tanaman bunga kesayangannya dari halaman Pastoran Gereja Katolik St. Maria Assumpta Pakem, Sleman, Yogyakarta. Sudah menjadi rahasia umum di Paroki ini Pria yang dikenal sebagai koster paroki ini tugasnya adalah merawat gereja beserta tanaman bunga yang ada. Dari dalam gereja hingga taman-taman dan juga di pastoran paroki.

Lek Parman, pria berambut pendek dan ikal ini dikenal oleh umat bila tanaman yang dipeliharanya akan berkembang dengan baik. Tanaman bunga itu dia tata di dalam pot-pot yang berbaris rapi dalam susunan rak yang indah.

Sebagian besar tanaman itu adalah bunga anggrek, yang berasal dari para calon pengantin yang mempersembahkan untuk Gereja Santa Maria Assumpta Pakem di Lereng Gunung Merapi ini. Bunga-bunga yang diberikan oleh calon pengantin ini memang diarahkan membawa bunga hidup untuk dipersembahkan kepada Ibu Maria Ibu Risang Sungkawa (pengusian) di tempat peziarahan Sumur Kitiran Mas. Bunga-bunga persembahan tersebut kemudian ditata dan dipelihara dengan penuh cinta oleh Suparman bersama dengan bunga-bunga yang lainnya.

Menjelang perayaan Pekan Suci tahun 2023 ini Suparman memindahkan bunga-bunga tersebut ke samping Pastoran. Sehingga teras Pastoran menjadi lega. Pemindahan bunga-bunga ini dilakukan mengingat pada perayaan Natal 2022 yang lalu umat yang hadir mengalami pelonjakan. Sehingga kursi yang disiapkan oleh panitia tidak lagi memadai dan terpaksa banyak umat terpaksa menggelar tikar di teras Pastoran. Bahkan masih banyak umat meluber hingga ke garasi belakang.

Yohanes Suparman (kanan) ditemani Nicolaus Supono sedang membenahi alat pemotong rumput.

“Semoga dengan langkah ini, semakin banyak umat merasa nyaman untuk berdoa, merayakan iman dan berjumpa dengan Tuhan,” tutur Parman.

Selama masa pandemi ini, panitia menyediakan kursi hingga 900 buah. Tetapi pada perayaan Natal 2022 yang lalu di mana pandemi dianggap selesai umat yang hadir mencapai lebih dari 1500.  Melonjaknya antusias umat untuk mengikuti perayaan secara daring sehingga kapasitas kursi tidak mampu menampung umat yang hadir.

Menurut Romo Antonius Bantu Kurnianto, Pr pastor Paroki Pakem ini langkah yang dilakukan Suparman adalah gambaran kesadaran dan upaya panitia di Paroki maupun Wilayah yang memiliki Gereja dalam menyediakan tempat nyaman bagi umat untuk merayakan iman.

“Semoga, semakin banyak umat bisa merasa nyaman dan bisa khidmat menyambut Pekan Suci tahun 2023 ini. Pada gilirannya tergerak hati untuk menjadi duta damai mewartakan cinta di tengah masyarakat,” jelas Banu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *