Pelantikan DPC PMKRI Yogyakarta 2026–2027: Bergerak Bersama, Berdampak Nyata

Uncategorized464 Views

Yogyakarta. Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Yogyakarta periode 2026–2027 berlangsung lancar. Pelantikan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 di Margasiswa PMKRI Yogyakarta. Acara ini dihadiri puluhan perwakilan organisasi dari berbagai elemen di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelantikan mengusung tema “Bergerak Bersama, Berdampak Nyata”, dengan semangat Pro Ecclesia et Patria. Tema tersebut sejalan dengan visi Ketua Presidium terpilih, Decky Kevin Pradekta.

Kevin menegaskan komitmennya untuk menjadikan PMKRI Yogyakarta sebagai rumah kaderisasi yang tangguh dan adaptif. Tujuannya adalah mendorong transformasi sosial yang berlandaskan tiga benang merah perhimpunan.

Ada tiga fokus utama yang akan dijalankan dalam kepengurusan ini. Pertama, internalisasi Tiga Benang Merah perhimpunan. Kedua, revitalisasi kaderisasi. Ketiga, manifestasi aksi nyata di tengah masyarakat.

Penguatan fondasi ideologis menjadi langkah penting agar kader tidak hanyut oleh arus zaman, namun tetap relevan. Di sisi lain, pembenahan sistem internal diharapkan mampu melahirkan kader yang siap menghadapi berbagai tantangan. Kepengurusan baru juga didorong untuk keluar dari zona nyaman dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Serah terima jabatan pengurus PMKRI

Dalam kesempatan tersebut, Edigius Ronikung yang telah resmi demisioner sebagai Ketua Presidium PMKRI Cabang Yogyakarta periode 2024–2025 menyampaikan pesan penutup. Ia menekankan bahwa proses kaderisasi harus terus berjalan.

Edigius juga meyakini bahwa kepemimpinan Kevin akan membawa warna baru bagi PMKRI Yogyakarta. Ia berharap organisasi ini semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

Romo Agustinus Daryanto, SJ., selaku moderator yang melantik sekaligus memberkati kepengurusan baru, mengingatkan pentingnya pelayanan yang tulus. Menurutnya, kader PMKRI perlu melayani dengan semangat nilai-nilai kekatolikan di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan.

Sementara itu, Lukas Ispandriarno sebagai perwakilan Anggota Penyatu PMKRI Cabang Yogyakarta menegaskan peran strategis PMKRI sebagai organisasi kader mahasiswa Katolik di DIY. Ia mengajak para kader untuk berani melawan ketidakadilan serta menjadi terang dan garam bagi masyarakat.

Menutup rangkaian acara, Kevin mengajak seluruh kader untuk bekerja bersama demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. Baginya, PMKRI Yogyakarta tidak sedang meratapi masa lalu, tetapi sedang menjemput masa depan.

Ia juga menyinggung pentingnya sikap discerning, yaitu membedakan roh, agar setiap langkah organisasi selaras dengan kehendak Tuhan dan kebutuhan masyarakat.

Kevin kemudian mengutip falsafah Jawa yang sarat makna. “Mubra-mubru semu miring, mumbul-mumbul kaya mbulan.” Ungkapan ini menggambarkan bahwa meskipun tampak goyah, seseorang akan kembali bangkit dan bersinar seperti rembulan di tengah kegelapan.

Ia juga mengingatkan pepatah lain: “Kahyangan iku ora adoh, nanging cedhak sajroning dodo, angger gelem nyawiji lan makarya.” Artinya, kejayaan tidaklah jauh, melainkan dekat di dalam diri, asalkan ada kemauan untuk bersatu dan bekerja nyata.

Melalui semangat tersebut, kepengurusan baru PMKRI Yogyakarta diharapkan mampu menghadirkan gerakan kader yang solid, reflektif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *