Rayakan Paskah di Balai Kota Yogyakarta

ASN Pemkot Yogyakarta Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

News1113 Views

YOGYAKARTA. Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Perayaan Paskah Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/4) pagi. Mengangkat tema “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera“, acara ini menjadi momentum bagi ratusan pegawai Kristiani di lingkup Pemkot Yogyakarta untuk memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama.

Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Panitia, Antonius Bambang Agung Adrijanto (Foto: Istimewa)

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX. Wisnu Sabdono Putro, Ketua Komisi A DPRD Susanto Dwi Antoro, serta sekitar 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sambutan (Foto: Istimewa)

Dalam laporannya, Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Panitia, Antonius Bambang Agung Adrijanto, menyampaikan bahwa esensi Paskah tahun ini adalah panggilan bagi umat Kristiani untuk berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial. Ia juga menegaskan komitmen para pegawai untuk mendukung program kemanusiaan di Kota Yogyakarta.

“Kami keluarga besar karyawan-karyawati Kristen Pemerintah Kota Yogyakarta telah sepakat untuk secara rutin setiap bulan mengumpulkan iuran sukarela. Hasilnya akan kami sumbangkan untuk mendukung program-program sosial, termasuk renovasi rumah tidak layak huni bagi warga yang membutuhkan,” ujar Bambang Agung.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa makna pelayan publik yang sesungguhnya adalah kerelaan untuk berkorban demi kepentingan masyarakat luas, selaras dengan semangat pengorbanan Paskah.

“Tema ini sangat relevan. Di Kota Yogyakarta, kita masih menemui saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi sulit. Saya sangat mengapresiasi keberpihakan gereja dan pegawai terhadap kesejahteraan masyarakat. Menjadi pelayan masyarakat itu memang tidak mudah, butuh kerelaan hati dan empati untuk merasakan penderitaan orang lain,” tutur Hasto.

Senada dengan hal tersebut, Romo Yohanes Kristianto, Pr dalam pesan hikmah Paskahnya menekankan bahwa kasih bukan sekadar perasaan, melainkan komitmen untuk berbuat baik. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud jika kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan terpenuhi melalui sinergi semua pihak.

Romo Yohanes Kristianto, Pr (Foto: Istimewa)

“Kebangkitan adalah sebuah proses dari kekurangan menuju kesejahteraan. Mari kita wujudkan semangat Paskah ini melalui karya nyata di tempat kerja masing-masing dan dalam kehidupan berkeluarga,” pesan Romo Kristanto.

Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini ditutup dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Pendeta Ardi Tulus Ariyanto. Melalui perayaan ini, diharapkan semangat gotong royong dan toleransi di Kota Yogyakarta semakin kokoh, di mana setiap elemen masyarakat, termasuk gereja, aktif bergerak bersama pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dan menciptakan kebahagiaan bagi seluruh warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *