YOGYAKARTA – Beragam budaya dari berbagai belahan dunia hadir dalam International Cross Cultural Day (ICCD) 2026 yang diselenggarakan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Mengusung tema “A World Painted by Culture”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan mahasiswa Indonesia, mahasiswa asing, dan masyarakat untuk mengenal serta berbagi pengalaman lintas budaya.
ICCD 2026 berlangsung di Main Atrium, Lippo Plaza Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY ini telah digelar sejak 2020.
Melalui ICCD, mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Indonesia, khususnya di UAJY, mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan budaya negara asalnya. Di sisi lain, mahasiswa dan masyarakat Indonesia dapat mengenal keberagaman budaya, tradisi, makanan, dan kehidupan masyarakat dari berbagai negara.
Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar dari budaya negara lain.
“Kita juga belajar banyak hal dari budaya Australia, Afrika, Amerika, karena kita bisa berbagi budaya di negara kita dan kita juga bisa melihat budaya dari negara lain yang sangat mengagumkan,” ujarnya.
ICCD 2026 menghadirkan berbagai booth budaya yang dikelola mahasiswa asing. Pengunjung dapat mengenal berbagai negara melalui informasi mengenai budaya, makanan, serta tradisi yang ditampilkan dalam booth tersebut.

Mahasiswa asing yang berpartisipasi berasal dari Timor Leste, Kenya, Nigeria, Rwanda, Malawi, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Papua Nugini, Rusia, Prancis, Jerman, Rumania, Belanda, Malaysia, Jepang, Filipina, Amerika Serikat, Kamboja, Pakistan, dan Bangladesh.
Selain pameran budaya, ICCD 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain storytelling berbahasa Indonesia bagi mahasiswa asing, coswalk yang terbuka untuk masyarakat umum, serta kompetisi fotografi bagi mahasiswa UAJY.
Pengunjung juga dapat menyaksikan penampilan mahasiswa asing dan pertunjukan budaya dari Komunitas Mahasiswa Daerah UAJY. Sementara itu, workshop pemanfaatan kain perca turut digelar dan dapat diikuti masyarakat umum.
Sejumlah mitra turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain Dinas Pariwisata Bantul dan Yogyakarta, UMKM Rosfa Perca, International Talent Circulation Base (INTACT Base), AIESEC, Universitas Muria Kudus, dan Jakarta International University.
Belajar dari Keberagaman Indonesia
Mahasiswa asal Kenya, Terry Nalyana, mengatakan ICCD memberikan pengalaman baru dalam memahami keberagaman budaya Indonesia.
“Hal yang saya pelajari tentang budaya Indonesia adalah betapa luasnya budaya tersebut, karena Indonesia memiliki banyak kelompok etnis, banyak budaya, serta beragam budaya yang mereka anut,” katanya.
Terry menyebut ICCD 2026 dalam tiga kata, yakni “diversitas, berwawasan, dan edukatif”.
Pengalaman serupa dirasakan pengunjung. Laura Paskalita mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengunjungi berbagai booth, terutama mengenai budaya, makanan, dan tradisi dari negara-negara lain. Ia secara khusus tertarik dengan budaya kawasan Oseania.
Sementara itu, Rinto Gorang Mauyang mengaku semakin tertarik mengenal Kepulauan Solomon setelah mencicipi makanan khas negara tersebut yang disajikan di salah satu booth.
Melalui ICCD 2026, UAJY terus membuka ruang perjumpaan lintas budaya. Tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan budaya berbagai negara, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta menemukan nilai-nilai kehidupan di tengah keberagaman.









