Kor dari Paroki Kebumen Rasakan Sentuhan Lagu Inkulturasi di PML

News1134 Views

Yogyakarta. Kelompok kor dari Lingkungan I St. Yosef, Paroki St. Yohanes Vianney Kebumen, Jawa Tengah berkunjung ke Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta pada Minggu 26 Oktober 2025.

Selain dalam rangka mengisi kegiatan bulan Rosario dengan berziarah ke Taman Doa di Bawah Salib Yesus, Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung, Sleman, kunjungan ke PML bertujuan untuk meningkatkan potensi pelayanan bagi umat, khususnya pada para petugas gereja.

Yoseph Bayu Hindiarto yang mewakili rombongan mengungkapkan, “Saya merasakan selama ini di paroki kami, pelayanan umat kurang optimal bahkan cenderung kurang gereget, terutama dalam bidang petugas kor dan organis di gereja. Kedatangan ke PML adalah untuk mendapatkan asupan gizi tambahan, guna lebih meningkatkan keilmuan untuk memantapkan dalam tugas kor dan organis.”

Ia melanjutkan, dengan potensi yang masih ada, mereka ingin menimba secara langsung dari PML tentang pemilihan lagu, penggunaan lagu, dan bagaimana menyanyikan lagu Gereja agar lebih baik. Harapannya, nantinya dapat menularkan keilmuan yang didapat untuk oleh-oleh para petugas kor, organis, terlebih umat di gereja.“Kebanyakan dari kami belajar sendiri atau autodidak, jadi kurang berkembang,” aku Yoseph.

Kendala utamanya adalah peremajaan. “Itulah yang kami rasakan sesungguhnya sehingga kami beranikan diri untuk datang ke PML ini, menimba secara langsung, dan sungguh berterima kasih karena kami diterima dengan baik di sini,” lanjutnya.

Dalam kunjungan ini, Elisabeth Twitien Sezi Colasinasa selaku pemimpin PML menyambut baik keinginan Gereja St. Yosef Kebumen untuk menimba langsung ke PML. Ia memberikan informasi bahwa PML sebenarnya juga menyediakan kelas khusus bagi calon organis secara jarak jauh.

Oleh karena itu, umat dari Kebumen dapat masuk ke kelas Kursus Organ Gereja Jarak Jauh (KOGJJ) bagi calon organis Gereja di luar Yogyakarta. PML juga sering mengadakan Penataran Dirigen Intensif setiap tahunnya. “Ini bisa ditanyakan di sekretariat kursus PML,” tunjuk Elis, sapaan akrabnya.

Para tamu yang berjumlah lima belas orang tersebut diberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung lagu inkulturasi dengan didampingi oleh tim PML.

Dalam pelatihan langsung kali ini, mereka diberikan kesempatan mencoba beberapa lagu inkulturasi yang terdapat dalam buku Madah Bakti (MB). Di antaranya mencoba lagu Tuhan Bentengku gaya Jawa (MB 509) dengan iringan organ dan suling-bes Jawa. Mereka juga mencoba lagu ordinarium Tuhan Kasihanlah Kami gaya Sunda (MB 183) dengan iringan organ dan suling G Sunda.

Di samping itu, mereka mencoba dua buah lagu Natal, yakni Kristus Raja Perkasa (MB 720) dari Flores Ngadha dengan iringan organ disertai bas bambu D dan E dan diakhiri lagu Yesus Lahir di Dunia dari buku kor 191-KC no. 18, gaya Wewewa Sumba dengan iringan organ dan gendang.

Acara diakhiri dengan kunjungan ke Toko Puskat yang menyediakan buku-buku kebutuhan liturgi dan sarana perlengkapan untuk mendukung dalam peribadatan di gereja. Toko ini berada satu kompleks dengan gedung PML.

Danan Murdyantoro 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *