Mengasah Cangkul Talenta untuk Melayani Gereja

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Sleman 2026

News257 Views

Sleman. Ratusan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Sleman 2026 berlaga di Kompleks Fakultas Teologi Wedhatama Universitas Sanata Dharma, Kentungan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pesparani 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah (LP3KD) Kabupaten Sleman ini memperlombakan empat kategori, yakni paduan suara anak-anak campur dan paduan suara remaja sejenis, serta mazmur anak dan mazmur remaja. Paduan suara anak diikuti 8 peserta, Paduan suara remaja diikuti 5 paroki. Sedangkan untuk mazmur anak diikuti 23 peserta dan mazmur remaja diikuti 25 peserta.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Mustadi mewakili Bupati Sleman, Vikep Yogyakarta Barat Rm. Yohanes Sunaryadi, Pr, dan Vikep Yogyakarta Timur Rm. Marcellinus Tanto, Pr. Hadir pula wakil Kapolresta Sleman dan Kepala Kejaksaan Negeri Sleman dan Penyelenggara Bimas Kemenag Kota Yogyakarta V. Tatik Trijati Ningsih.

Pesparani tidak sekadar melahirkan generasi yang berprestasi di atas panggung lalu berhenti setelah meraih gelar juara.

Pada kesempatan ini, Rm. Sunaryadi menyampaikan sebuah perumpamaan yang menjadi pesan utama bagi seluruh peserta. Ia mengajukan pertanyaan kepada anak-anak apakah mereka memilih keris berlapis emas atau cangkul biasa.

“Dari segi nilai dan tampilan, keris berlapis emas tentu lebih menarik untuk dipilih. Namun, dari sisi fungsi, keduanya jauh berbeda. Keris diasah, kemudian disimpan sebagai barang pajangan. Cangkul juga diasah, tetapi terus digunakan untuk bekerja,” tuturnya.

Melalui perumpamaan tersebut, Rm. Sunaryadi berpesan agar Pesparani tidak sekadar melahirkan generasi yang berprestasi di atas panggung lalu berhenti setelah meraih gelar juara. Ia berharap talenta bernyanyi yang telah diasah melalui latihan panjang dapat terus digunakan untuk melayani di gereja dan lingkungan masing-masing, bukan hanya menjadi kebanggaan yang disimpan.

Rm. Sunaryadi menambahkan, Pesparani yang diikuti anak-anak dan remaja Katolik ini menjadi bagian dari pembekalan dan pendampingan iman anak. “Gereja berkepentingan untuk mendampingi anak-anak dengan memberi bekal berupa cangkul yang bisa menjadi modal hidup ke depan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh paroki di Kabupaten Sleman untuk berpartisipasi aktif dalam Pesparani, khususnya di cabang mazmur dan paduan suara. Ia menekankan, Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah pembinaan iman, pengembangan talenta, serta penguatan persaudaraan dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.

Rm. Sunaryadi berharap penyelenggaraan Pesparani tahun ini berjalan dengan semangat kebersamaan dan sukacita, serta turut menyumbang terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis di Kabupaten Sleman.

Pesparani yang diikuti anak-anak dan remaja Katolik ini menjadi bagian dari pembekalan dan pendampingan iman anak.

Sejalan dengan itu, Mustadi menyatakan rasa bangganya atas penyelenggaraan Pesparani Kabupaten Sleman 2026. “Kegiatan ini adalah bagian dari mewujudkan Sleman Religi. Pemkab Sleman mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pesparani Kabupaten Sleman Antonius Adi Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan lomba paduan suara itu merupakan salah satu kegiatan LP3KD Kabupaten Sleman yang didukung penuh oleh Pemkab Sleman.

“Selain Pesparani kami juga telah menyelenggarakan sejumlah workshop yang diikuti oleh paroki se-Kabupaten Sleman. Ke depan kami akan tetap berupaya untuk melayani umat di paroki sesuai dengan tugas dari LP3KD,” jelasnya.

Lomba ini diikuti oleh perwakilan paroki-paroki se-Kabupaten Sleman dan menjadi ajang tahunan yang mempertemukan generasi muda Katolik untuk mengembangkan talenta sekaligus mempererat persaudaraan antarparoki.

Dalam rangkaian Pesparani 2026 ini, panitia juga membuka ruang bagi 11 UMKM dari sejumlah paroki di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari harapan LP3KD Kabupaten Sleman dalam merangkul potensi ekonomi umat.

Dari hasil pertandingan, Paroki Keluarga Kudus Banteng tampil sebagai paroki dengan capaian terbaik setelah meraih dua gelar juara pertama sekaligus, yaitu kategori Paduan Suara Anak Campur dan Paduan Suara Remaja Sejenis.

Selanjutnya Paroki Santo Petrus Warak meraih Juara I Mazmur Remaja atas nama Ignatius Geofrey Sanchristo, serta Juara III Mazmur Anak atas nama Maria Daniela Eunika Seniyarto. Paroki Tyas Dalem Macanan merebut Juara I Mazmur Anak atas nama Birgitta Deana Rheva Leonora dan Juara III Paduan Suara Anak Campur.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Plh. Kabag Kesra Kabupaten Sleman Wawan Hariawan dan Ketua LP3KD DIY Jarot Budi Harjo.

Para juara Paduan Suara Anak Campur dan Paduan Suara Remaja Sejenis berfoto bersama Ketua LP3KD DIY Jarot Budi Harjo. (Foto: Dok. Panitia Pesparani Kabupaten Sleman 2026)

Secara lengkap urutan juara sebagai berikut:

Juara Pesparani Ke-III Kabupaten Sleman Tahun 2026

 

Mazmur Remaja

Juara I: Paroki St. Petrus Warak — nilai 747

Juara II: Paroki St. Yoseph Medari — nilai 730

Juara III: Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung — nilai 718

 

Mazmur Anak

Juara I: Paroki Tyas Dalem Macanan — nilai 748

Juara II: Paroki St. Maria Assumpta Pakem — nilai 743

Juara III: Paroki St. Petrus Warak — nilai 739

 

Paduan Suara Anak Campur

Juara I: Paroki Keluarga Kudus Banteng — nilai 1.946

Juara II: Paroki Yohanes Paulus II Brayut — nilai 1.921

Juara III: Paroki Tyas Dalem Macanan — nilai 1.902

 

Paduan Suara Remaja Sejenis

Juara I: Paroki Keluarga Kudus Banteng — nilai 1.911

Juara II: Paroki St. Maria Assumpta Gamping — nilai 1.905

Juara III: Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati — nilai 1.868.

Makra Genoveva Irim & Salome Ahen Putri 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *