Katolik Pilihanku, Tak Perlu Takut Berbeda

Taruna642 Views

Beberapa orang mungkin takut untuk menjadi berbeda, bahkan orang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi juga demikian. Semua orang memiliki ketakutannya sendiri dan itu tidak masalah sama sekali. Untukku, itu pun bukanlah hal yang membuat malu.

Aku Jeselyne, dan inilah kisah kecil dariku. Aku lahir di keluarga dengan Ibu dan Ayah beragama Buddha. Sejak lahir dari kandungan Ibu, aku pun beragama Buddha, mengikuti iman yang diwariskan kedua orang tuaku.

Namun, sejak kelas 1 SD, aku memutuskan untuk memilih iman yang kupercayai. Aku memilih agama Katolik karena saran keluarga. Orang tuaku memintaku untuk mengikuti agama lain karena mereka merasa pelajaran agama Buddha akan berat untukku.

Aku pun berpikir untuk menjadi umat Katolik. Awalnya karena temanku Katolik dan mereka berkata kalau agama Katolik begitu indah dan menarik sehingga aku tertarik. Meskipun begitu, aku belum dibaptis secara Katolik sebagai awal untuk memasuki gerbang kekatolikan. Namun, pada akhirnya aku mendaftarkan diri di paroki untuk menerima Sakramen Baptis.

Hari pertama menjadi pengikut Kristus, aku merasa gugup karena aku merasa diriku berbeda di antara yang lain, bahkan temanku menganggapnya aneh dan tidak percaya.

Namun, aku tidak pernah menyesal untuk menjadi umat Katolik, karena Tuhan Yesus akan selalu menyertaiku di mana pun dan kapan pun aku berada. Aku sangat bersyukur karena aku masih bisa bangun melihat pagi yang cerah dan juga untuk menceritakan kisah kecil ini.

Menjadi berbeda bukanlah hal yang menjadi masalah besar untuk kita, karena pilihan kita merupakan hak milik kita, dan pilihanku adalah Katolik. Keluargaku sangatlah mendukungku untuk masa depanku sehingga aku merasa tidak ada yang harus aku ditakutkan.

Teman-teman sekitarku juga saling mendukung dan membantuku untuk dekat dan belajar agama Katolik. Lebih dari itu, guru-guru sekolahku ikut mendukungku untuk mendekat kepada Tuhan Yesus.

Saat ini, aku berumur 13 tahun dan seorang pelajar SMP kelas 1. Aku belajar tentang Gereja Katolik secara online melalui YouTube karena Ibu dan Ayah memiliki kesibukan masing-masing. Sekolah pun memberikan fasilitas guru agama Katolik.

Perlahan-lahan aku mulai mengerti tentang ajaran iman Katolik. Dari situ, imanku mulai bertumbuh. Tuhan Yesus selalu mengajari kita untuk saling memaafkan. Aku percaya Tuhan Yesus akan menyertaiku di mana pun dan kapan pun.

Di sinilah aku mulai menyadari, tidak ada hal yang perlu ditakutkan untuk menjadi berbeda. Anggaplah hal tersebut adalah hal yang unik dan bukanlah hal aneh sehingga malu. Kunci dari hidup kita hanyalah selalu mengandalkan Tuhan dan mengikuti ajaran-Nya.

Aku berterima kasih banyak untuk orang-orang yang telah membantuku, Orang tua terkasihku, guru-guru, serta teman-teman yang telah mendampingiku hingga saat ini. Aku percaya dengan kutipan teks Kitab Suci yang berkata, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yes. 41:10). Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *