Tak Hanya Mengerti, Tapi Juga Mewarta Kitab Suci

Lomba Dramatisasi Kitab Suci Tingkat SD – BKSN 2024

News1518 Views

Sleman. Rangkaian kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di kompleks PT Kanisius terus berlangsung. Minggu, 22 September 2024, panitia BKSN 2024 menyelenggarakan Lomba Dramatisasi Kitab Suci Tingkat SD di Ruang Kepodang PT Kanisius.

Anak-anak SD Karitas Ngaglik, Sleman membawakan kisah Anak yang Hilang.

Dalam lomba ini, tampil beberapa sekolah dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Mereka berasal dari SD Karitas Ngaglik, Sleman (Luk. 15:11-32, Anak yang Hilang), SD St. Maria Magelang (2Raj. 3:16-28, Raja Salomo), SD K Sang Timur Yogyakarta (Luk. 15:11-32, Anak yang Hilang), SD Kanisius Kotabaru Yogyakarta (Kej. 37:1-36, Kisah Yusuf dan Saudaranya), SD Kanisius Gayam Yogyakarta (Yak. 1:27, Ibadah yang Tidak Tercatat di Hadapan Allah), SD Joannes Bosco Yogyakarta (Hak. 4, Debora), dan SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta (Luk. 15:11-32, Anak yang Hilang).

Penampilan SD St. Maria Magelang, membawakan kisah Raja Salomo yang bijaksana.

Mereka tampil di hadapan tiga orang juri. Juri pertama, Rm. Ignasius Adi Sapto Wibowo, Pr (Koordinator Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang/KAS, Ketua Komisi Kitab Suci Jogja Timur, pengajar sekolah Kitab Suci tingkat orang muda Katolik/OMK).

Juri kedua, Sabina Tisa (pekerja seni, aktris, abdi dalem penari (Matoyo) di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, pengajar ekstrakurikuler budaya Jawa di PAUD dan TB Bintang-Bintang Sedayu, voice over talent drama radio produksi UPPKAS).

Juri ketiga, Noel Kefas (pekerja seni, aktor, praktisi Prodi Pendikkat, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dalam Program Praktisi Mengajar/Merdeka Belajar Kampus Merdeka, salah satu pengisi audiobook Kitab Deuterokanonika LBI).

Rm. Eusthacius Azismardopo Subroto, SJ. Peragaan, salah satu cara berkenalan dengan Kitab Suci

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PT Kanisius Rm. Eusthacius Azismardopo Subroto, SJ menyebut para peserta mempresentasikan cara membaca Kitab Suci melalui peragaaan. “Ini menjadi lebih menarik ketika kita mencoba memperagakan ayat-ayat Kitab Suci. Kalau membaca sendiri mungkin tidak terlalu menarik. Ketika diperagakan, ini menjadi salah satu cara berkenalan dengan Kitab Suci,” tuturnya.

Seperti yang sudah disampaikannya dalam kegiatan BKSN sebelumnya, Rm. Azis kembali menekankan bahwa yang penting bukan lombanya, tetapi mengapresiasi Kitab Suci di dalam gerak. “Kita juga ingin menunjukkan bahwa kita punya banyak teman sehingga yang akan kita presntasikan adalah kita ingin bergembira bersama teman-teman yang lain,” pungkasnya.

Aryo Bayu Krismanu. Para peserta bergembira dalam mempelajari Kitab Suci

Kemudian, Ketua Panitia BKSN 2024 Aryo Bayu Krismanu berharap anak-anak sebagai peserta bisa bergembira dan memaknai isi Kitab Suci yang mereka pelajari setiap saat, baik di sekolah maupun di rumah.

Senada dengan Rm. Azis, Aryo menegaskan bukan siapa yang nanti menjadi pemenang, tetapi anak-anak bisa lebih memaknai yang terkandung dalam Kitab Suci.

“Pastinya mereka lebih bergembira lagi dalam mempelajari Kitab Suci. Nanti yang menjadi pemenang semoga lebih bisa memahami apa arti Kitab Suci,” ucap Aryo.

Rm. Ignasius Adi Sapto Wibowo, Pr. Kitab Suci sudah mencoba mengubah peserta yang tampil dan diwartakan.

Sementara itu, Rm. Adi memaparkan kegiatan lomba ini adalah upaya mencoba untuk mengerti Kitab Suci. Menurutnya, ada macam-macam proses mengerti Kitab Suci, misalnya membaca atau mendengar. “Dari situ lalu mengerti, mengubah diri, baru mewarta kepada orang lain. Lomba hari ini tidak hanya sampai pada tahap mengerti, tetapi mencoba untuk mewarta,” ujarnya.

Artinya, Kitab Suci sudah mencoba mengubah peserta yang tampil dan diwartakan melalui suara, gaya, dan sebagainya. “Hari ini kita sudah berlatih dan melatih diri untuk mewarta Kitab Suci. Jangan lihat siapa yang menang, tetapi melihat kita berhasil untuk berani mewarta Kitab Suci sehingga orang lain pun semakin mengenal Kitab Suci,” pesan Rm. Adi kepada para peserta.  

Peserta dari SD Kanisius Kotabaru Yogyakarta menampilkan Kisah Yusuf dan Saudaranya.

Pengumuman pemenang tidak langsung disampaikan pada pengujung lomba, tetapi akan disampaikan pada saat Misa Penutupan BKSN pada Senin, 30 September 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *