Sleman. Dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025, PT Kanisius untuk pertama kalinya menghadirkan kegiatan katekese orang muda dan workshop digital yang melibatkan 200-an siswa sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) negeri se-Kota Yogyakarta pada Sabtu, 20 September 2025 di ruang Kepodang.
PT Kanisius tidak hanya menjangkau SMA/SMK se-Kota Yogyakarta, tetapi juga menjangkau perkumpulan pelajar katolik, yaitu Ikatan Pelajar Katolik Muntilan (IPKAM), Organisasi Pelajar Kota Bantul (PASIKAB), Ikatan Pelajar Katolik Seluruh Magelang (IPKASMA) dan beberapa sekolah Katolik swasta di Yogyakarta. Selain itu, terdapat beberapa asrama seperti Asrama Syantikara, Asrama Samirono, Asrama Carlo Carla, dan Asrama Supadi.
Peserta yang bergabung merasakan antusias selama kegiatan berlangsung. “Acara ini asyik banget, seru banget, fun juga. Fraternya membawa acara seru banget. Dengan adanya acara ini, kami semakin menambah banyak relasi dan pengalaman dalam bijak bermedia sosial,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan terkait Kitab Suci, tetapi juga berfokus bagaimana dunia digital, khususnya sosial media yang terus berkembang. Selain itu, dalam kegiatan ini peserta didik diajarkan untuk membuat konten digital.
Rm. Alfonsus Ardi Jatmiko, SJ selaku pembicara pada kegiatan ini menegaskan bagaimana dunia digital yang berkembang bukanlah kutuk, melainkan sebuah sarana yang bisa digunakan untuk mewartakan kabar gembira dan kabar Injil sehingga harapannya peserta kegiatan ini dapat menjadi influencer yang konten-kontennya terkait iman kekatolikan, refleksi iman, tentang pengalaman iman dan sebagainya.
Rm. Ardi juga berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat menjadi agen pembaru dunia terlebih dunia digital dengan menjadi konten kreator kekatolikan yang mewartakan kebenaran Allah.

Setelah pemaparan materi oleh Rm. Ardi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop digital yang didampingi oleh Unit Pengembangan Pastoral Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (UPP KAS).
Kegiatan workshop digital dimulai dengan pengenalan berbagai komponen, fungsi, hingga prinsip-prinsip dalam pembuatan konten digital di media sosial, dan diakhiri dengan praktik langsung peserta kegiatan katekese orang muda dengan membuat konten media sosial terkait tema kekatolikan.
“Kegiatan ini dapat membuat peserta didik menjadi lebih confident untuk mewartakan kabar baik dan benar dalam media sosial,” ujar Priscilia Panti Meyrina, Koordinator Riset dan Pelatihan Unit Pengembangan Pastoral Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (UPP KAS).
Panti, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini diadakan dengan pelatihan dan workshop yang berisi mengenai materi-materi tentang media digital untuk orang muda yang diharapkan untuk berani lebih speak up dalam nilai Kristiani.
Sr. Aprilia CB pendamping peserta dari Asrama Syantikara juga berpendapat bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif bagi anak-anak muda karena banyak dari mereka yang menggunakan dunia digital khususnya sosial media.
“Harapannya semoga kegiatan ini semakin membawa mereka untuk memberikan hal-hal positif di media sosial dan juga bisa mewartakan iman Gereja, iman Katolik itu sendiri, sehingga semakin banyak hal-hal positif yang mereka bagikan,” ucap Sr. Aprilia CB.
Oktavianus Adi Kristiyana & Simplisius Calvindoro Ruly Titanio








