Andrew Syahputra: “Nggak Aktif di Gereja, Kayak Ada yang Kurang”

News1976 Views

Yogyakarta. Jumat, 31 Maret 2023, Komsos Keuskupan Agung Semarang mengadakan POotCASH edisi perdana dengan judul “OMK Idaman Mertua” bersama Albertus Andrew Syahputra selaku narasumber dan Rm. Cosmas Christian Timur, Pr alias Romo Oot sebagai host.

Pastor Oot Cerita Asik Sapaan Kasih (POotCASH) adalah sebuah program yang akan mengangkat sepak terjak OMK dalam pelayanan juga karya dan prestasi di masyarakat. Dalam podcast perdana ini, Andrew diundang menjadi narasumber untuk berbagi kisah mengenai kehidupannya sebagai seorang OMK yang juga penyanyi dan konten creator cover lagu rohani Katolik yang cukup populer.

Andrew mengungkapkan awal mula ia meng-cover lagu rohani sebagai salah satu konten dalam channel YouTube-nya. Ia mengungkapkan keresahannya kepada Romo Oot atas kurangnya lagu rohani Katolik yang populer.

“Pada saat pandemi berlangsung, beberapa hari setelah kami merencanakan pengin buat konten rohani, kami langsung rekaman lima lagu, terutama lagu-lagu Katolik. Karena keresahan saya di dunia YouTube atau dunia musik digital, kebanyakan yang diangkat adalah lagu saudara kita Kristen (Protestan-Red.) tetapi untuk lagu-lagu Katolik kurang diperhatikan dengan baik dan kurang populer,” ungkap Andrew kepada Romo Oot.

Romo Oot mengungkapkan perlu adanya keseimbangan dalam hidup.

Tidak hanya aktif sebagai penyanyi, Andrew juga aktif dalam kegiatan menggereja. Ia bertugas sebagai pemazmur di Paroki Kristus Raja Baciro, Yogyakarta. Walaupun sempat disibukan dengan kegiatan menyanyi dan berpikir untuk berhenti menjadi pelayan Gereja, tetapi Tuhan tetap memberikan jalan bagi Andrew untuk menjadi pelayan Gereja.

Selain sejak kecil sudah aktif di gereja, Andrew mengungkapkan bahwa ada rasa kurang dalam dirinya ketika tidak melayani Tuhan melalui kegiatan-kegiatan menggereja.

“Sempet putus asa enggak pengin aktif, tapi Tuhan kasih jalan. Karena niat baik saya, jadi semua dilancarkan. Kenapa saya tetap aktif di gereja, selain memang dari kecil di Gereja Katolik, rasanya kalau enggak aktif di gereja kayak ada yang kurang di kehidupan,” tutur Andrew.

Banyak stigma dalam masyarakat yang berpikir bahwa panggilan hanya berpusat pada menjadi biarawan dan biarawati. Namun, menjadi pelayan di gereja juga merupakan sebuah panggilan yang nyata. Banyak pelayanan-pelayan di gereja seperti menjadi lektor, pemazmur, tim liturgi, bahkan membersihkan gereja juga merupakan sebuah bentuk pelayanan kepada Tuhan.

Romo Oot mengungkapkan perlu adanya keseimbangan dalam hidup.

Romo Oot mengungkapkan perlu adanya keseimbangan dalam hidup. “Dalam hidup kita perlu ada keseimbangan bagaimana kita berkarya untuk diri, untuk sesama tetapi juga berkarya untuk Tuhan supaya hubungan vertikal dan horizontal menjadi sesuatu yang seimbang. Keimanan kita juga kita wujudkan dengan pelayan-pelayan tersebut. Berkarya dari bakat sekarang bisa menjadi sarana kita untuk memuliakan Tuhan. Selain itu, secara duniawi juga bisa mendatangkan uang,” sambung Romo Oot.

Andrew juga mengungkapkan harapan dalam karier bernyanyinya. “Semoga tetap lancar dan konsisten membuat konten, entah itu konten populer atau konten lainnya, terutama konten rohani. Harapannya, saya tetap berkarya di jalur rohani,” tutur Andrew.

Ia juga menambahkan agar orang-orang muda tidak takut dalam berkarya. “Apa pun yang kalian rencanakan, apa pun yang sudah kalian bikin, niat baik kalian pasti ada jalannya. Jadi, jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk berkarya,” pesan Andrew.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *