Sekolah Basis Musim Ke-6 Di Buka. Rayakan 75 Tahun Majalah Basis dan Warisan Pemikiran Romo Magnis Suseno

News813 Views

Yogyakarta – Sekolah Basis Musim Ke-6 resmi di buka di Omah Petroek, Wonorejo, Hargobinagun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Acara ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026. Selama tiga hari, para peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti forum pemikiran yang menghadirkan sejumlah intelektual, akademisi, jurnalis, tokoh publik, dan budayawan.

Tahun ini, Sekolah Basis hadir dalam suasana istimewa karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan 75 tahun Majalah BASIS sekaligus ungkapan syukur atas 90 tahun Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ.

Sekolah Basis kali ini bertema “Azimat Magnis-Suseno dan Legacy BASIS. Sekolah Basis tidak sekadar menjadi ruang diskusi akademik. Kata A. Setyo Wibowo, SJ, Sekolag Basis ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga tradisi berpikir kritis, kebebasan intelektual, kemanusiaan, dan kebangsaan yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas Majalah BASIS.

Di Omah Petroek di utara Kota Yogyakarta acara ini berlangsung selama tiga hari penyelenggaraan. Para peserta diajak untuk mendalami berbagai isu sosial, politik, kebudayaan, demokrasi, etika, hingga tantangan kehidupan berbangsa di era digital. Diskusi-diskusi ini diharapkan mampu memperkaya perspektif sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki daya kritis, terbuka terhadap perbedaan, serta berani menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.

Sekolah Basis Musim Ke-6 menghadirkan sejumlah pembicara nasional yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidangnya masing-masing. Mereka adalah Sindhunata, Franz Magnis-Suseno, A. Setyo Wibowo, Gita Wirjawan, Rosianna Silalahi, Johanes Haryatmoko, Edy Supratno, Sri Wahyaningsih, Yustinus Prastowo, Chryshnanda Dwi Laksana, Zainal Arifin Mochtar, serta Yanuar Nugroho.

Peserta membeli Majalah Basis saat saat berlangsung Sekolah Basis Musim ke-6 di Kompleks Omah Petroek, Pakem, Sleman. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Menurut Romo Setyo Wibowo, SJ yang juga pemimpin redaksi Majalah Basis, peserta yang hadir pun beragam latarbelakangnya. Hal ini memberi warna tersendiri bagi jalannya Sekolah Basis. Para peserta memperoleh kesempatan berdialog secara langsung dengan tokoh-tokoh yang selama ini aktif mewarnai diskursus publik Indonesia.

“Perayaan 75 tahun Majalah BASIS menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran media intelektual tersebut sebagai ruang dialog lintas disiplin ilmu, lintas iman, dan lintas generasi. Sejak berdiri pada tahun 1951, Majalah BASIS dikenal konsisten menghadirkan tulisan-tulisan yang memperkaya wawasan masyarakat Indonesia mengenai filsafat, budaya, agama, politik, hingga persoalan kemanusiaan,” kata Romo Setyo Wibowo.

Di sisi lain, ungkapan syukur atas 90 tahun Romo Franz Magnis-Suseno menjadi penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam dunia filsafat, pendidikan, etika, dan demokrasi Indonesia. Pemikirannya terus menginspirasi banyak kalangan untuk merawat nalar kritis sekaligus memperjuangkan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan kemanusiaan.

Sementara itu Romo Sindhunata, SJ pemimpin umum Majalah BASIS, UTUSAN dan ROHANI mengatakan Sekolah Basis Musim Ke-6, penyelenggara berharap lahir ruang pembelajaran yang tidak berhenti pada pertukaran gagasan semata. Ia berharap juga mampu membangun jejaring intelektual yang terus bertumbuh. Semangat kritis yang diwariskan Romo Magnis-Suseno serta legacy Majalah BASIS diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selama tiga hari penyelenggaraan di Omah Petroek, para peserta diajak untuk tidak hanya mendengarkan pemaparan para pembicara, tetapi juga aktif berdiskusi, mempertanyakan, dan mengembangkan gagasan baru demi memperkuat kehidupan demokrasi dan kemanusiaan di Indonesia.

“Dengan semangat “Azimat Magnis-Suseno dan Legacy BASIS”, Sekolah Basis Musim Ke-6 menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Sekolah Basis ini juga hadir sebagai ruang perjumpaan lintas generasi untuk merawat tradisi berpikir serta meneruskan warisan intelektual yang telah dibangun Majalah BASIS selama 75 tahun.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *