Sakramen Pengurapan Orang Sakit di Gereja Baciro

News1645 Views

Yogyakarta. Pada hari Minggu Paskah II, Gereja Katolik memperingatinya sebagai Minggu Kerahiman. Melalui Minggu Kerahiman, umat disadarkan akan belas kasih Allah yang tiada batasnya.

Minggu, 16 April 2023, bertepatan dengan Hari Minggu Kerahiman, Gereja Kristus Raja Baciro, Yogyakarta mengadakan Perayaan Ekaristi khusus lansia dengan pemberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh lima imam konselebran, yaitu Rm. F.X. Alip Suwito, Pr, Rm. Yohanes Sigit Heriyanto, Pr, Rm. Antonius Wahadi Martoatmojo, Pr, Rm. Hugo Hadiwibowo, SJ, dan Rm. Agustinus Eko Budi Santoso, SJ.

Semua orang akan merasakan kerahiman Tuhan.

Dalam homilinya, Rm. Alip menegaskan bahwa semua orang pasti akan merasakan kerahiman Tuhan. “Kerahiman Tuhan bisa terjadi jika terdapat dua unsur dalam kehidupan kita, yaitu pengampunan dan damai sejahtera. Jika kedua unsur ini hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, yakinlah kita semua akan merasakan kerahiman Tuhan. Maka, tugas kita adalah bagaimana mengupayakan kedua unsur ini hadir dalam kehidupan kita,” jelas Rm. Alip.

Tuhan memiliki cara yang berbeda dalam memperlihatkan cinta dan kerahiman-Nya kepada umat manusia. Menurut Rm. Alip, kadang kala jawaban Tuhan atas doa-doa tidak dapat disangka-sangka, tidak dinyatakan secara langsung. Tuhan akan menjawab doa dan permohonan dengan cara dan bentuk yang berbeda, bahkan lebih dari apa yang diharapkan. Itulah bentuk cinta dan kerahiman Tuhan.

Sebelum mengakhiri homilinya dan melanjutkan Perayaan Ekaristi dengan pemberian Sakramen Pengurapan Orang Sakit, Rm. Alip menjelaskan tentang makna dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

“Sakramen Pengurapan Orang Sakit menandakan belas kasih dan karunia pengampunan Tuhan kepada kita. Tuhan selalu menyadari kelemahan kita sebagai manusia, tetapi Ia tidak akan menolak kita. Tuhan justru akan selalu menguatkan dan meneguhkan kita. Melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini, sebagai manusia yang lemah, kita akan diberikan keteguhan, kekuatan, kesehatan, dan kepasrahan,” tutur Rm. Alip.

Pada saat pemberian Sakramen Pengurapan Orang Sakit, minyak kudus yang telah diberkati diberikan kepada umat. Ketika itu, imam akan memberikan tanda salib pada dahi dan kedua telapak tangan umat dengan menggunakan minyak kudus tersebut. Pemberian Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini memang diutamakan untuk para lansia. Akan tetapi, orang muda juga boleh menerima sakramen tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *