Menjadi Guru yang Bahagia

Papan Tulis702 Views

Dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan perubahan dan adaptasi yang berkelanjutan. Selain perubahan kurikulum, guru juga memegang peranan penting dalam perkembangan pendidikan.

Guru selayaknya mempunyai kemampuan untuk menggali potensi murid sehingga murid dengan kondisi apa pun tetap dapat belajar dan mencapai kegembiraannya. Maka, menjadi penting seorang guru terampil dalam merancang pembelajaran yang fokus kepada murid, bukan fokus kepada materi atau bahkan fokus kepada dirinya.

Pembelajaran konvensional akan sangat tidak relevan karena murid sebagai objek, yang lebih aktif dalam pembelajaran adalah gurunya. Sedangkan saat ini pembelajaran berfokus pada murid, maka guru perlu mengembangkan pembelajaran aktif sehingga membuat murid mengalami belajar dan gembira.

Guru juga bertanggung jawab untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran karena hal ini akan menumbuhkan cara berpikir kritis bagi murid. Tanggung jawab guru yang lain adalah dalam memperkuat karakter dan etika murid, maka keteladanan mutlak diperlukan. Selain itu, pembiasaan-pembiasan yang baik akan menumbuhkan karakter yang baik dan mengembangkan kemandirian murid.

Untuk dapat melaksanakan semua tanggung jawab tersebut, maka pertama-tama guru harus bahagia. Guru yang bahagia akan tercermin dalam kesehariannya, tidak hanya raut mukanya yang berseri, tetapi juga mempunyai semangat dan selalu antusias dalam mengajar, mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung, selalu ingin meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya, terbuka terhadap inovasi dan metode yang baru.

Guru yang bahagia juga merasakan dukungan teman-teman, bisa bekerja sama, memiliki akses kepada sumber daya yang dibutuhkan, serta tidak buta teknologi. Guru juga mampu menjaga keseimbangan antara kegiatan pelayanan sebagai guru dan kehidupan pribadinya, guru mampu mengatasi masalah dengan bijaksana, kata-kata yang keluar adalah kata-kata yang penuh berkat, guru makin cepat mampu menyerap ilmu, mampu memotivasi diri, dan makin cepat berkembang.

Guru akan menjadi bahagia jika mendapatkan apresiasi dan merasa dihargai. Guru juga mempunyai tujuan dan cara mengajar yang jelas, serta merasa bahwa pekerjaannya memiliki makna dan kontribusi positif terhadap masa depan muridnya. Kebahagiaan merupakan tujuan setiap orang. Situasi batin yang tidak bahagia akan menghalagi kinerja. Maka, guru harus dapat mengolahnya.

Dalam rangka memberikan apresiasi dan memfasilitasi para guru dalam menciptakan kebahagiaan, SD Kanisius Jomegatan dalam rangkaian rapat kerja sekolah mengadakan pendampingan guru yang bertajuk “Menjadi Guru yang Bahagia”, sebuah upaya transformasi diri guru dalam menyemai semangat dan dedikasi.

Bekerja sama dengan Rumpang QQ Hipnoterapi, pendampingan ini mengupas tuntas tentang rahasia menjadi guru yang bahagia. Dengan berbekal pengalaman ini, para guru akan lebih siap dan lebih antusias menyambut para murid pada tahun ajaran yang baru. Dengan demikian, prestasi akademik dan nonakademik dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Lebih dari itu, pendampingin ini bertujuan agar para guru memiliki kesehatan jiwa dan badan yang baik, dapat menciptakan suasana yang saling dukung dan mengasihi, serta menyemangati.

Kegiatan tersebut diadakan pada hari Sabtu, 6 Juni 2024, diawali dengan permainan pesan berantai yang dipimpin oleh Bapak Ardhana. Permainan ini bertujuan untuk membuat semua peserta tertawa dan bergerak, menciptakan suasana hati yang gembira dan membawa peserta siap untuk belajar.

Selanjutnya, masuk ke dalam materi bersama Pak Siswo. Guru diajak untuk mengenali perasaan dan emosinya melalui metode Art Therapy. Guru diajak menyadari bahwa waktu terpenting dalam hidup kita adalah sekarang, maka menjadi kesempatan untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya, memaafkan, melepaskan masa lalu, dan tidak mencemaskan masa depan.

Selain itu, kita dibawa pada kesadaran akan orang-orang terpenting dalam hidup kita, yaitu orang-orang terdekat kita. Semua bermuara pada hidup yang bahagia, maka harus mind full/fokus. Guru diajak menghayati visi sekolah, yaitu Mewujudkan Lulusan yang Humanis, Empati, Berani, Aktif, dan Transformatif.

Tips hidup bahagia:

  1. Hidup pada masa kini.
  2. Memaafkan masa lalu.
  3. Berdamai tentang keuangan.
  4. Mengupayakan kesimbangan roda kehidupan.
  5. Bersyukur atas apa yang kita miliki, sabar, sederhana.
  6. Menyadari kelebihanku.
  7. Mendapat Rahmat.
  8. Pelajaran dari musibah.
  9. Selalu mengusahakan hal positif.
  10. Menunda respons/tidak mudah tersulut amarah.
  11. Menikmati proses, bukan hasil yang segera, selaras dengan hukum alam.
  12. Kesadaran akan hidup yang sementara.
  13. Pekerjaan adalah misi dalam hidup, menyiapkan masa depan anak-anak.
  14. Mengaktifkan hormon kebahagiaan (dopamine, oksitosin, serotonine, endorfine) melalui kegiatan merayakan keberhasilan, bangga dengan diri, tertawa, olahraga, meditasi, jalan, menikmati music, merasa aman, memuji orang, bikin cek list, makan cokelat, melukis, merawat diri, dan masih banyak lainnya.
  15. Ning (wening): hening daya cipta agar nyambung dengan daya cipta, beriman total kapada Tuhan Yang Maha Esa.
  16. Neng (heneng): ketenangan, kepasarahan.
  17. Nung (kesinungan) terpilih mendapatkan anugerah, orang pilihan.

Di akhir sesi, guru diajak untuk bermeditasi dan membuat niat baik untuk tahun ajaran 2024/2025. Semua niatan para guru baik adanya, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk para murid, orang tua murid, serta teman sekerja dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Salam anak HEBAT (humanis, empati, aktif, transformatif).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *