Umat dan pengurus Gereja Santa Maria Assumpta Pakem mengadakan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-47 di halaman parkir Gereja pada Kamis, 17 Agustus 2023. Upacara ini dipimpin oleh Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr.
Upacara yang diikuti juga oleh perwakilan Orang Muda Katolik ini adalah sebagai kebersamaan gereja untuk andil dan bersama masyarakat dan bangsa Indonesia bersyukur atas anugerah dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur dan berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.
Romo Banu, Pr saat memberikan sambutkan mengatakan Gereja Santa Maria Assumpta Pakem bersama-sama dengan penuh semangat melaksanakan upacara di HUT RI ke 78.

“Sembaari terkadang kita terpejam untuk membayangkan, hati kita hening, pikiran kita bening untuk membayangkan, kita melaksanakan upacara ini di sebuah lapangan besar bersama seluruh bangsa dan Negara. Mengapa kita membayangkan hal yang seperti itu, karena kita ingin Indonesia bisa “terus melaju Indonesia maju, seperti tagline HUT RI ke-78, di tahun 2023 ini,” papar Romo Banu
Pastor yang sudah tiga tahun bertugas di Gereja Maria Assumpta di Lereng Merapi dan akan segera pindah ke Paroki di Gereja di Semarang ini menegaskan bahwa sembari dalam baris berbaris juga tidak bagus, jalan juga tidak serentak, hal itu bukanlah persoalan. Menurutnya jiwa dan semangat nasionalisme harus dihadirkan di dalam setiap pribadi umat dan Gereja.
“Walaupun kenyataannya ketika kita membuka mata, yang ada tidak sebanyak yang kita bayangkan. Baris berbaris juga tidak bagus. Jalan juga tidak serentak, tidak apa-apa. Karena ini adalah menjadi bagian dari ikhtiar kita, upaya kita, usaha kita, untuk menanamkan jiwa nasionalisme di dalam darah dan daging kita,” tegas Romo Banu.
Dengan upacara ini Gereja Maria Assumpta Pakem hadir untuk mengajak umat menjadi jiwa dan bisa bersama-sama masyarakat dalam suka maupun duka. Di saat Negara sedang terluka bersama-sama serta saat mempesona pun bisa bersama-sama berbahagia.

“Kita ingin menjadi seorang nasionalis, yang terluka ketika Indonesia menderita, yang bersedih ketika Indonesia terpuruk, yang ikut berbahagia ketika Indonesia mempesona. Maka kita satukan hati, hati dan jiwa raga kita, bersama dengan gerak gelombang suka cita bangsa dan Negara yang dirayakan melalui upacara bendera pada hari ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Romo Banu mengajak untuk menyatukan roh untuk mendoakan para pahlawan yang telah berjuang meneteskan darah, air mata, bahkan nyawa demi bumi pertiwi tercinta. Ia menutup pesannya kepada peserta upacara dengan mengajak untuk satu gerak dalam gelombang suka cita merayakan dengan sepenuh hati melanjutkan upacara sembari membatinkan doa, berkat rahmat terbaik bagi bangsa Negara kita tercinta Indonesia.














