Bantul. Paguyuban Wara Semedi merupakan komunitas para janda se-Kevikepan DIY yang selalu mengikuti jalan Yesus. Sikap, perilaku, dan perbuatan mereka menunjukkan sebagai pengikut Yesus yang selalu berbuat baik dan mewartakan sabda-Nya.
Kamis, 27 April 2023, Paguyuban Wara Semedi menyelenggarakan Perayaan Paskah dalam format rekoleksi dengan tema “Membawa Damai untuk Keluarga dan Lingkungan” yang dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi.
Rm. Benedictus Hanjar Krisnawan, Pr dalam homilinya mengutip sabda Tuhan Yesus, Bersabda “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” (Yoh. 6:44).
Melalui sabda Tuhan ini, Rm. Hanjar menggarisbawahi kata “ditarik” yang memiliki makna tidak putus. “Kita yang hadir di sini juga ditarik oleh Tuhan dalam diri kita pribadi masing-masing supaya kita juga menjadi pewarta-pewarta atas sukacita. Kita juga harus menjadi pewarta cinta kasih supaya Kerajaan Allah semakin terwujud di tengah-tengah hidup kita,” tutur Rm. Hanjar.
Meski yang hadir pada acara ini adalah ibu-ibu yang sudah tua, Rm. Hanjar sangat berharap mereka menjadi komunitas yang baik, positif, dan yang paling penting adalah menyebarkan damai bagi siapa saja dan untuk apa saja.
Sementara itu, Agnes Hardiyani selaku ketua penyelenggara mengatakan bahwa semua peserta yang mengikuti rangkaian acara ini merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan tidak ada yang merasakan kesedihan. “Walau sudah tua-tua, tetapi semuanya bersemangat dan senang,” sebutnya.
Paguyuban Wara Semedi berlindung kepada Santa Elisabeth dari Hungaria dan di paroki-paroki juga ada yang berlindung kepada Santa Monica. Para santa pelindung ini menjadi teladan baik bagi para anggota paguyuban. Santa Monica adalah pendoa yang sangat luar biasa, sedangkan Santa Elisabeth sangat baik kepada siapa pun yang membutuhkan doa.
“Paguyuban Wara Semedi saat ini sudah mencapai usia 51 tahun, tetapi penerus-penerusnya tetap menjalankan visi-misinya dengan baik. Makna yang dapat diambil dari acara ini adalah untuk membangun persaudaraan dan membangun iman agar menjadi lebih baik lagi supaya para janda, rekan-rekan saya ini, tidak kacau maupun tidak menyimpang dalam tindakan, perilaku, sekaligus tutur katanya,” papar Agnes.













