Hidup Sejalan dengan Spirit St. Yusuf

News1643 Views

Ambarawa. Kekatolikan pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke-16. Agama Katolik dibawa dan disebarluaskan oleh bangsa Eropa seperti Portugis dan Belanda. Seiring berjalannya waktu, penyebaran dan perkembangan Kekatolikan di Indonesia menginisiasi didirikannya Gereja sebagai tempat peribadatan umat beragama Katolik, untuk menjawab kebutuhan umat dalam menjalankan kewajibannya sebagai umat beragama. Salah satu gereja tua peninggalan bangsa Belanda di Indonesia adalah Gereja Jago di Ambarawa. Nama Gereja Jago sangat ikonis karena di puncak menara gereja terdapat gada-gada berbentuk ayam jago yang difungsikan sebagai penunjuk arah angin.

Sama seperti gereja pada umumnya, gereja yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini juga memiliki santo atau santa pelindung. Gereja ini menjadikan St. Yusup sebagai pelindung gereja. Oleh karena itu, selain dikenal dengan sebutan Gereja Jago, gereja berarsitektur Belanda tersebut juga dikenal dengan sebutan Gereja St. Yusup Ambarawa, yang masuk ke dalam paroki St. Yusup Ambarawa.

Setiap tanggal 20 Maret, Gereja Katolik memperingati Hari Raya St. Yusup Suami Maria. Pada tanggal tersebut, paroki dan gereja yang bernaung dalam perlindungan St. Yusup akan merayakannya secara khusus, tak terkecuali Paroki St. Yusup Ambarawa. Dalam rangka menyongsong hari raya tersebut, paroki telah mengadakan novena selama 9 hari berturut-turut, yang diawali dengan doa Rosario St. Yusuf setiap hari Rabu pukul 19.00 WIB. Puncak dari perayaan ini adalah Perayaan Ekaristi Pesta Nama Paroki yang dilangsungkan pada 20 Maret 2023 pukul 18.30 WIB di Gereja St. Yusuf Ambarawa dan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube Jago Komsos Ambarawa.

Puncak Perayaan Ekaristi Pesta Nama Paroki tersebut dipimpin oleh tiga orang rama, yaitu Rm. Agustinus Mintara, SJ sebagai konselebran utama dan didampingi oleh Rm. Agustinus Budi Nugroho, SJ dan Rm. Joannes Abdipranata, SJ. Perayaan Ekaristi yang diawali dengan perarakan patung St. Yusuf dengan iringan gending dan tembang macapat ini berlangsung dengan sangat khusyuk dalam balutan budaya Jawa.

Rm. Mintara dalam homilinya mengatakan bahwa nama St. Yusup sangat jarang ditemukan di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Akan tetapi, kemunculan nama Yusup pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memiliki keparalelan (kesejajaran). Dikisahkan bahwa Yusup dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama-sama berasal dari keturunan Abraham, sama-sama mendapatkan petunjuk melalui mimpi, sama-sama merupakan orang suci, murni, dan taat, dan sama-sama mengungsi ke Mesir untuk menyelamatkan keluarganya.

“Melihat paralel Yusup di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Paus Leo XIII yang sangat kuat dalam mewartakan Yusup, mengatakan bahwa Yusup Perjanjian Baru adalah kemunculan atau perwujudan kembali dari Yusup Perjanjian Lama. Sedangkan Yusup Perjanjian Lama sudah mengantisipasi kehadiran Yusup Perjanjian Baru. Yang bisa kita ambil, Yusup Perjanjian Lama hadir dalam Yusup Perjanjian Baru. Maka karakater, peran, dan kualitas imannya juga muncul di zaman sekarang ini,” ucap Rm. Mintara dengan tegas.

Menurut Rm. Mintara, banyak paroki, gereja, dan sekolah Katolik yang berlindung di bawah naungan St. Yusup. Pilihan itu bukanlah tanpa alasan. Baginya, St. Yusup memiliki sifat kebapakan, bertanggung jawab, murni hati terutama untuk menyelamatkan keluarga sebagaimana St. Yusup sudah menjadi bapak, pelindung, dan penyelamat bagi Yesus dan Maria. Ini merupakan hal yang sangat menarik dari St. Yusup. Oleh karena itu, ketika kita mengenakan nama St. Yusup, kiranya kita termotivasi untuk membangun spirit dan karakter St. Yusup di dalam diri kita, paroki kita, atau sekolah kita.

“Ketika kita menggunakan nama St. Yusup sebagai nama pelindung paroki, kita sebagai umat juga harus mengembangkan kualitas hidup seperti St. Yusup yang sederhana, beriman, taat kepada Allah, dan selalu berperan meskipun tidak terlalu disoroti,” tegas Rm. Mintara.

Pada akhir homilinya, Rm. Mintara mewakili para Romo yang memimpin Perayaan Ekaristi, mengucapkan selamat merayakan pesta nama pelindung paroki bagi seluruh umat di paroki St. Yusup Ambarawa. Besar harapannya, agar umat dapat memaknai dan meneladani karakter St. Yusup di dalam hidup sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *