Sleman-Senin, 15 September 2025, Romo Agustinus Nunung Wuryantoko, Pr Pastor kepala Paroki Gereja Santa Maria Assumpta Pakem, Sleman, DIY bersama sejumlah pengurus Sumur Kitiran Mas (SKM) di Gereja ini dan pemerhati melakukan doa syukur menandai 41 tahun Pentahtahan Patung Ibu Maria Risang Sungkawa (Bunda Maria yang Berduka) tempat ziarah Sumur Kitiran Mas. Sebagai tanda syukur ini pun disajikan tumpeng, ingkung, jajan pasar dan tak ketinggalan dupa ratus serta lilin pun dinyalakan.
Aroma wangi dan suasana damai terasa sore itu di gereja yang tahun berusi 69 tahun di tahun 2025 ini. FX Suratmin, ketua Pengurus tempat Ziarah SKM di dalam Gereja St. Maria Assumpta Pakem pun memandu doa diikuti yang lain termasuk Romo Nunung, Pr.
Empat puluh satu tahun yang lalu tepatnya 15 September 1984, Romo G.P. Sindhunata, SJ sewaktu menjadi Pastor di Gereja di Lereng Gunung Merapi ini mentahtakan Patung Bunda Maria berwajah sederhana yang berduka. Bunda Maria ini disebut Ibu Maria Risang Sungkawa atau Bunda Maria yang Berduka.

Pentahtahan ini adalah tepat satu tahun sebelum proses penggalian Sumur Kitiran Mas pada tahun 1985 sebagai buah peziarahan dan laku iman umat Gereja Santa Maria Assumpta Pakem. Di sumur ini pun dimasukkan air dari tujuh mata air di Lereng Gunung Merapi dan bunga tujuh rupa hasil peziarahan umat.
Romo Nunung, Pr kepada utusan.net seusai memberkati tumpeng tanda syukur ini mengatakan ini adalah perayaan dan mensyukuri atas peringatan Bunda Maria Risang Sungkawa, Bunda Maria yang berdukacita. Umat Pakem seluruhnya merasa bersyukur atas anugerah ini.
“Hari ini tepat tanggal 15 September, kita bersama-sama merayakan dan juga mensyukuri atas peringatan Bunda Maria Lisang Sungkowo, Bunda Maria yang berdukacita. Kita sebagai umat paroki Pagem yang berada dalam lindungan Bunda Maria juga di subur di Tiranmas di mana Bunda Maria Risang Sungkowo ditempatkan tepat 41 tahun yang lalu yaitu tanggal 15 September 1984. Kita bersama-sama sebagai umat di Paroki Pakem ini sungguh bersyukur atas kehadiran Bunda Maria yang berdukacita, Risang Sungkawa yang sungguh meneguhkan dan menguatkan iman kita,” terang Romo Nunung

Lebih lanjut Pastor kelahiran Ganjuran, Bantul ini mengatakan, bersyukur bersama umat boleh meneladan ketekunan dan kesetiaan iman dari Bunda Maria. Tak hanya itu, Romo Nunung juga mengajak umat dan siapapun dari manapun boleh serta silakan meneladan, berdoa dan berziarah pada Tuhan melalui Bunda Maria Risang Sungkawa di Sumur Kitiran Mas ini.
“Semoga kita sebagai umat di Paroki Santa Maria Pakem ini sungguh-sungguh semakin dikuatkan dan diteguhkan dalam hidup iman dan boleh meneladan ketekunan dan kesetiaan Bunda Maria di dalam hidup imannya. Bersama dengan seluruh umat dan juga siapapun yang berkehendak baik. Mari kita bersama-sama selalu berdoa dan memohon supaya keteladanan Bunda Maria selalu memberi inspirasi dalam ketegunan iman kita sebagai orang Katolik,” pungkasnya.

Kidung Maria (Magificat Anima Mee Domino)
(Lagu: I Suwandi, PL. 6 4/4)
Reffren:
O Sang Kenya Ibuning Widi Ratu Sinuci
Sukmaku ngluhurke Pangeran, lan Rohku bungah krana Allah karahayonku,
Jer wus karsa mriksani asoring abdi
Jalaran wiwit samengko sakehing bangsa bakal nyebut aku rahayu
Awit agung pakaryane Sang Maha Kuwasa mungguhing aku lan suci Asma Dalem
Lan sih kawelasan Dalem turun tumurun ngluberi kang padha wedi asih ing Gusti
Kuwasaning asta Dalem wus katon gawe bingung kang atine kumlungkung
Para kuwasa kalorod kalenggahane para asor papa padha jinunjung
Kang kekurangan karoben bandha kang sugih katundhung ngglenthung
Gusti ngukup Israel abdi Dalem awit ngengeti palimirma Dalem
Miturut pangandikane Dalem marang para leluhur
Bapa Abraham saturunane ing salawas-lawase
Mugi linuhurna Allah Hyang Rama Hyang Putra lan Hyang Roh Suci
Kados ing mulabuka sapunika sarta ing salami-laminipun. Amin.
Pakem, Pengetaning Dewi Maria Ibu Risang Sungkawa Sabtu Kliwon, 15 September 1984.









