SMP Kanisius Sleman Membadankan Karakter dan Budaya lewat LKTD

Papan Tulis863 Views

SMP Kanisius Sleman merupakan salah satu sekolah swasta Katolik di bawah Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta yang memiliki tagline “Berkarakter dan Berbudaya”. Sekolah ini selalu mengarahkan setiap siswanya untuk berkarakter dengan melatih dan mengembangkan kecakapan menjadi seorang pemimpin.

Karakter pemimpin yang dimaksud ialah sebagai seorang pribadi yang bisa memimpin untuk dirinya sendiri, setelah itu bisa memimpin orang lain. Proses pendampingan dan pendidikan yang diberikan mengacu pada sebuah pernyataan tentang “orang tidak akan bisa memberi, ketika dirinya tidak memiliki”.

Sejalan dengan tujuan ini, pembentukan karakter sebagai pemimpin dilaksanakan dengan kegiatan dan formasi yang mengarahkan dan mendidik untuk mengenal potensi diri. Tujuannya adalah untuk membekali para siswa mengenali potensi diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dimiliki sehingga optimalisasi diri untuk menjadi pribadi yang utuh dan seimbang dapat terwujud.

Dengan demikian, siswa SMP Kanisius Sleman benar-benar bisa melaksanakan dan mewujudkan nilai-nilai Kanisius, yaitu keunggulan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemerdekaan (5 K). Tujuan utama nilai-nilai ini adalah agar siswa SMP Kanisius Sleman menjadi pribadi utuh dan seimbang untuk kemulian Allah yang lebih besar.

SMP Kanisius Sleman “Berkarakter dan Berbudaya”.

SMP Kanisius Sleman dengan tegas dan jelas membadankan nilai-nilai tersebut kepada siswa untuk mewartakan Tuhan sebagai pewarta kasih secara nyata dalam kehidupan di sekitarnya. 

Berkaitan dengan tujuan kegiatan formasi ini, sesuai dengan ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara yang menyampaikan tiga aspek penting, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Pada ketiga aspek inilah seseorang akan bisa terlihat kualitasnya sebagai pribadi berkarakter dan berbudaya atau pribadi utuh dan seimbang, yakni bisa menjadi seorang pemimpin untuk dirinya maupun orang lain.

Berpijak pada visi sebagai arah tujuannya, SMP Kanisius Sleman jelas ingin membantu, mendidik, dan membimbing para siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dan berbudaya secara utuh serta seimbang. Dalam hal ini, baik secara ilmu pengetahuan maupun sprilitualitas, selalu menghidupi nilai Kanisius 5 K tanpa adanya penekanan, pembatasan, ataupun keberpihakan terhadap individu-individu, melainkan memberikan ruang untuk berkembang utuh dan seimbang.

Oleh karena itu, SMP Kanisius Sleman merumuskan tagline “Berkarakter dan Berbudaya” dengan menyeimbangkan antara olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak. Pendidikan karakter ini tidak membiarkan para siswa untuk bertindak dan bersikap acuh tak acuh, akan tetapi memberikan ruang dan kepercayaan yang mutlak untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas yang berkualitas dengan adanya kesadaran serta tanggung jawab sepenuhnya. Hal ini, sesuai dengan ajaran Petrus Kanisius, santo pelindung sekolah.

Diskusi menyiapkan penampilan teater mini.

Visi SMP Kanisius Sleman ialah “Sebagai Komunitas Pendidikan yang Trasformatif dan Menumbuhkan Kemerdekaan Berpikir demi Terwujudnya Sekolah yang Unggul, Peduli, dan Melayani”. 

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) SMP Kanisius Sleman mencoba untuk membentuk para siswa menjadi seorang pribadi utuh yang bukan hanya mau didengar tetapi juga mendengar dan melayani. Kegiatan LKTD dijiwai semangat Santo Petrus Kanisius yang selalu ingin bertumbuh lebih baik dan selalu lebih baik lagi (memiliki semangat magis). 

Terkait hal ini, ada sebuah pernyataan yang menarik, “Hidup harus dihayati dengan melangkah ke depan, tetapi hanya dapat dipahami dengan menoleh kebelakang.” Artinya, pengalaman pergulatan batin yang telah dirasakan jika diolah atau direfleksikan akan menjadi bermakna demi perkembangan hidup pribadi. Sebaliknya, jika tanpa diolah atau direfleksikan hanya menjadi batu sandungan yang setiap saat dapat menjatuhkan diri sendiri.

Nilai-nilai kepemimpinan ini nanti akan diterjemahkan dalam proses dan dinamika seharian penuh guna bisa membadankan kepada para siswa tentang arti sebuah kepemimpinan. Ketika semua proses pembinaan ini terlaksana, diharapkan para siswa dapat mempunyai semangat kepemimpinan yang utuh dan tangguh, yang dibangun berdasarkan nilai-nilai Kanisius.

Wide game.

Semangat kepemimpinan itu diharapkan tidak hanya sekadar menjadi sebuah jargon atau slogan, tetapi menjadi cara hidup yang dihayati para siswa secara konsisten untuk mewujudkan profil siswa SMP Kanisius Sleman yang memiliki keunggulan, kejujuran, kepedulian, kedisiplinan, dan kemerdekaan. 

Pada akhirnya, tujuan pendidikan SMP Kanisius Sleman dengan tagline “Berkarakter dan Berbudaya” benar-benar terwujud dan dihidupi oleh seluruh komunitas yang ada di dalamnya.

Pelaksanaan LKTD dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2024 sehari penuh dengan proses terlaksana dengan baik dan lancar sehingga para siswa SMP Kanisius Sleman mempunyai dan memiliki semangat kepemimpinan yang utuh dan tangguh baik untuk dirinya maupun orang lain. 

Yel-yel kelompok.

Berikut bentuk kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan nilai-nilai Kanisius (5 K).

Pertama, pendahuluan. Dinamika pendahuluan ini sebagai pengantar untuk mengajak siswa mengetahui dan memahami tentang nilai Kanisius (5 K), visi sekolah SMP Kanisius Sleman, tagline SMP Kanisius Sleman, dan tema LKTD “Menjadi Pribadi Utuh”.

Semua itu memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam hal berpikikir kritis tentang arti sebuah nilai yang diperjuangkan sehingga bisa dihidupi oleh para siswa dalam proses dan dinamika yang dilaksanakan setiap hari.

Kedua, kolaborasi. Berdiskusi secara kelompok tentang jawaban pertanyaan dari disposisi batin masing-masing, kemudian dibuat dalam suatu kesimpulan, selanjutnya dikemas dalam bentuk triatrikal/teater mini untuk menyampaikan pesan yang akan ditampilkan oleh masing-masing kelompok.

Dalam mendukung dinamika kolaborasi ini, ada tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa, yaitu tugas pribadi (menuliskan disposisi batin di rumah setelah diskusi dan sharing dengan orang tua, menuliskan refleksi atas pengalaman LKTD setelah kegiatan selesai setelah melaksanakan sharing dengan orang tua atas pengalaman yang diperoleh) dan tugas kelompok (membuat yel-yel atas nama kelompok, mencari sosok seorang tokoh inspiratif sesuai dengan nama kelompok, dan mendiskusikan tentang keprihatinan yang akan ditampilkan pada triatrikal).

Tugas-tugas tersebut memiliki tujuan untuk melatih para siswa dalam hal komunikasi, kreativitas, daya kritis, dan rasa percaya diri untuk menanamkan semangat magis dalam menyampaikan ide atau gagasan di hadapan orang lain.

Sharing tiga putaran.

Ketiga, dinamika kelompok melalui wide games dan sharing kelompok (3 putaran).

Dinamika wide games merupakan salah satu sarana untuk menanamkan butir-butir kepemimpinan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan permainan-permainan pemecahan masalah yang akan dipecahkan secara berkelompok, yaitu menebak kata secara berurutan terkait dengan nilai-nilai 10 butir kepemimpinan serta mengibarkan bendera merah putih dengan menggabungkan tongkat dari setiap anggota kelompok yang disusun menjadi satu bagian sebagai tiang bendera dan satu bagian sebagai pancang sehingga tiang bisa berdiri kokoh untuk mengibarkan bendera

Permainan ini memiliki tujuan melatih kekompakan, kerja sama, konsentrasi, dan ketepatan dalam tim untuk menyelesaikan suatu tantangan.

Sharing kelompok (3 putaran) dilakukan dengan berbagi pengalaman yang diperoleh dan didapatkan untuk dibagikan dalam kelompok. Tujuannya sebagai sarana untuk saling meneguhkan atas pengalaman praktik baik yang telah dilaksanakan.

Keempat, peneguhan melalui pengikatan makna dan ibadat penutup.

Pengikatan makna memberikan peneguhan lewat pengalaman yang sudah dilaksanakan atas nilai-nilai yang telah didapat dalam kegiatan. Hal ini bertujuan untuk memaknai dan merefleksikan pengalaman yang bisa dipetik untuk dapat dihidupi dalam proses dan dinamika selanjutnya. 

Ibadat penutup.

Ibadat penutup untuk menyerahkan segala usaha dan rencana atas proses serta dinamika LKTD yang telah dilaksanakan kepada Tuhan untuk perkembangan karakter siswa demi kemulian-Nya yang lebih besar. 

Kelima, refleksi. Pada akhir kegiatan, seluruh siswa wajib melakukan sharing dan refleksi bersama dengan orang tua, kemudian menuliskan pengalaman-pengalaman yang berkesan dan bermanfaat dalam dirinya terkait nilai atau value yang dapat dipetik dan dihidupi untuk perkembangan karakter selanjutnya. 

Harapannya, LKTD ini tidak hanya sekadar menjadi sebuah “formalitas”, tetapi menjadi cara hidup yang dihayati para siswa SMP Kanisius Sleman secara konsisten supaya bisa menjadi pribadi yang dapat menjawab tantangan dunia pada masa mendatang dengan nilai 5 K yang dimiliki sesuai tujuan sekolah yang berkarakter dan berbudaya.

Bernadeta Tri Sumarwanti, S.Pd. (Kepala SMP Kanisius Sleman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *