SD Marsudirini Yogyakarta Ajak Siswa Kreatif dan Inovatif

News1709 Views

Yogyakarta. Sebagai penutup tahun ajaran 2024/2525, SD Marsudirini Yogyakarta menyelenggarakan Gelar Karya dan Pentas Seni dengan tema “Bersinar Lewat Karya, Bersatu Lewat Seni” pada Jumat, 13 Juni 2025 di kompleks sekolah.

Acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka dalam berbagai bidang seni dan keterampilan. Gelar karya ditampilkan di kelas-kelas, sedangkan pentas seni bertempat di Auditorium Fransiskus Asisi SD Marsudirini Yogyakarta.

Karya siswa dalam acara ini dikerjakan secara mandiri di sekolah melalui kolaborasi dengan teman dan guru. Seni yang ditampilkan juga merupakan hasil dari kejuaraan, seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kemantren (kecamatan), lomba paduan suara Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, lomba HUT Keuskupan Agung Semarang, lomba tutur bercerita Dinas Perpustakaan Kota Yogyakarta, serta pelatihan oleh mahasiswa ISI Yogyakarta.

“Dalam lomba-lomba itu, ada yang mendapat predikat juara maupun belum. Tidak apa-apa, tapi hari ini mereka tampil supaya teman-temannya menyaksikan,” ungkap F.X. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M. selaku kepala sekolah.

F.X. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M. Gelar karya dan pentas seni meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman tampil di depan umum. (Foto: YouTube SD Marsudirini Yogyakarta)

Oktaf memaparkan tujuan acara ini, yakni memberikan ruang kreasi bagi siswa, melalui karya seperti lukisan, bingkai foto, dan berbagai kerajinan; mengembangkan bakat dan minat, terutama dalam bidang seni sebagai bentuk ekspresi positif; memadukan Kurikulum Merdeka dengan karakter Kemarsudirinian, yang mencerminkan cinta alam dan pelestarian budaya Jawa; meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman tampil di depan umum; serta membangun kebersamaan dan kekeluargaan, antara orang tua, guru, dan siswa dalam lingkungan pendidikan yang positif.

Acara ini dihadiri Mujino, S.Pd., M.Acc., Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, yang didampingi Purwati Handayani, M.Pd., Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.

“Saya sudah mengimbau ke sekolah-sekolah tingkat SD, karya anak-anak semua bisa dipakai sendiri. Seperti batik shibori karya anak-anak kelas dua yang tadi saya lihat, tinggal melebarkan kainnya,” pesan Mujino.

Ia yakin, secara bertahap karya-karya anak-anak SD Marsudirini Yogyakarta makin berkembang, sebagaimana karya-karya yang ditampilkan oleh para siswa mulai dari kelas I hingga VI. “Itu artinya mengajak anak-anak untuk kreatif dan inovatif,” tegasnya.

Mujino, S.Pd., M.Acc. “Potensi apa pun yang dimiliki anak, kita bimbing menuju masa depan yang cerah.” (Foto: YouTube SD Marsudirini Yogyakarta)

Mujino juga berpesan, terutama kepada para orang tua, agar mendukung potensi anak-anaknya. Tidak hanya mengejar potensi akademik, tetapi bagaimana anak-anak ini bisa mandiri menghadapi masa depan yang cerah.

“Orang dengan nilai akademik bagus, belum tentu bisa sukses. Tapi banyak anak kita yang punya kreativitas, disiplin, dan integritas justru bisa hidup lebih mapan. Potensi apa pun yang dimiliki anak, kita bimbing menuju masa depan yang cerah,” ujar Mujino.

Penerapan adab dan etika di SD Marsudirini Yogyakarta, dalam pandangan Mujino, sungguh-sungguh tinggi. “Pembiasaan-pembiasaan di rumah yang membuat anak bisa menghormati dan menghargai orang lain adalah modal ketika mereka menjalankan profesinya kelak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini juga, SD Marsudirini Yogyakarta me-launching pemilahan sampah yang dipandu salah satu guru, Dewi Damayanti, S.Pd.

Program ini dilatarbelakangi kondisi Kota Yogyakarta yang sudah darurat sampah. Pemilahan sampah ini merupakan upaya SD Marsudirini Yogyakarta dalam mendukung pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengatasi kondisi tersebut.

Para siswa kelas VI membuat puzzle dengan tema sampah plastik dan poster ajakan bijak menggunakan plastik. (Foto: Willy Putranta)

“Setiap sampah yang dihasilkan oleh anak-anak, para guru, seluruh warga sekolah,  termasuk para orang tua, diharapkan membuang ke dalam tong sampah sesuai kategori warna masing-masing,” kata Dewi.

Sampah plastik masuk ke tong warna merah, sisa makanan ke tong warna hijau, dan kertas ke tong warna kuning. “Kalau ada wadah plastik dan di dalamnya ada sisa makanan, tidak dibuang ke tong merah. Tapi sisa makananya dibuang dulu ke dalam tong hijau, baru wadahnya ke dalam tong merah,” terang Dewi.

Terkait keprihatinan akan sampah, salah satu proyek unggulan SD Marsudirini Yogyakarta adalah pemanfaatan ember bekas menjadi tong sampah berlukis sebagai bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”.

Siswa kelas IV bekerja dalam kelompok untuk mengolah ember bekas menjadi barang bermanfaat, menumbuhkan nilai bernalar kritis, kreatif, dan gotong royong dalam profil pelajar Pancasila.

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *