Siang hari yang terik, saya keluar dari kamar tidur menuju ruang makan. Ibu saya berkata, “Mbak Nita barusan mengantarkan soto daging sapi.”
Saya melihat di meja makan ada dua rantang susun besar dan kerupuk merah putih. Memang, hari itu berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Mbak Nita adalah asisten rumah tangga (ART) yang telah bekerja di rumah saya lebih dari 10 tahun. Keluarga saya memang menggemari masakannya yang lezat itu.
Saya mengamati sayur kubis yang diiris rapi, daging empuk diberi kuah soto yang kaya rempah, dan kerupuk merah putih. Saya memperkirakan ibu empat anak laki-laki ini menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam untuk membuat soto daging sapi.
Tiga anak laki-laki Mbak Nita sudah menikah dan memberinya tiga cucu. Dua anaknya bekerja di Korea. Mbak Nita pernah bercerita, si sulung meneleponnya dan berkata, “Sekalipun pergi ke ujung dunia, saya tak akan menemukan makanan seenak makanan Mamak (Mbak Nita).”
Di Negeri Ginseng yang jauh, ketika mereka mencari penghidupan yang layak bagi anak dan istrinya, kedua putranya merindukan masakan ibunya.
Masakan itu merupakan tanda cinta Mbak Nita bagi keluarganya. ART berpenampilan rapi ini rela bangun subuh, belanja, dan mengolah makanan agar mampu membahagiakan suami dan keempat anaknya.
Meski hanya tamatan SD, ia memberikan cintanya bagi keluarganya lewat keterampilannya memasak. Kasihnya terus mengalir bahkan hingga ketiga putranya berkeluarga.
Cara orang tua mengasihi anaknya berbeda-beda, tetapi makna cintanya tetap sama. Mereka rela berkorban demi buah hati mereka.
Ada orang tua yang bersedia bekerja di luar negeri agar buah hati mereka bisa sekolah. Orang tua yang lain menunjukkan rasa cinta dengan membelikan makanan kesukaan anaknya. Sementara ia menahan lapar karena uangnya tidak cukup.
Ironisnya, beberapa lansia kesepian di masa tuanya. Anak-anak pergi jauh dan tidak memedulikan orang tua mereka yang telah renta. Mereka melalui saat-saat terakhir hidup mereka dengan penuh kerinduan dan air mata.
Pinjaman yang tidak pernah bisa dilunasi adalah “utang” anak pada orang tua. Sayangilah orang tua selagi mereka masih hidup. Kasih sayang orang tua seperti oasis yang tidak akan kering. Mereka hanya ingin memberi tak mengharapkan kembali.
Ivonne Suryanto








