Paus Fransiskus tentang AI: Sambut Baik Manfaatnya bagi Kemanusiaan, Namun Mitigasi Risikonya

News1309 Views

Vatikan-Paus Fransiskus menegaskan kembali bahwa kecerdasan buatan hanya boleh digunakan untuk memberi manfaat bagi umat manusia, dan ia berterima kasih kepada para peserta konvensi internasional tentang Kecerdasan “Buatan Generatif dan Paradigma Teknokratis” yang diselenggarakan oleh Yayasan Centesimus Annus Pro Pontifice Vatikan.

Lebih dari seminggu setelah Paus Fransiskus berpidato di Sesi G7 di Bari, Italia, mengenai kecerdasan buatan, Bapa Suci menegaskan kembali bahwa kemajuan teknologi yang luar biasa harus digunakan secara etis, untuk melayani umat manusia, dan bahwa risiko-risiko yang melekat pada teknologi tersebut harus dikurangi.

Pernyataan terbaru Bapa Suci Paus Fransiskus mengenai AI disampaikan saat audiensi pada Sabtu pagi 2 Juni 2024 lalu di Vatikan dengan para peserta konvensi internasional tentang “Kecerdasan Buatan Generatif dan Paradigma Teknokratis”, yang diselenggarakan oleh Centesimus Annus Pro Pontifice di Vatikan .

Harus tetap menjadi alat di tangan manusia

Dalam sambutannya, Paus mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya atas komitmen mereka dalam mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu meningkatkan martabat manusia dan melayani kelompok yang kurang beruntung.

“Saya mengapresiasi, Centesimus Annus telah memberikan ruang yang luas  yang melibatkan para sarjana dan pakar dari berbagai negara dan disiplin ilmu, menganalisis peluang dan risiko terkait pengembangan dan penggunaan AI, kata Paus Fransiskus pada perhelatan ini.

Paus Fransiskus bertemu dengan peserta konvensi internasional tentang Kecerdasan Buatan Generatif dan Paradigma Teknokratis.

Pada kesempatan ini, Paus juga memperingatkan agar alat tersebut tidak bertindak secara mandiri, dan menekankan bahwa AI adalah, dan harus tetap menjadi alat di tangan manusia. Selain itu, Bapa Suci memperingatkan terhadap kecerdasan buatan yang melakukan budaya membuang-buang, mendukung kesenjangan, dan mengambil keputusan di luar lingkupnya.

Tujuan AI harus meningkatkan martabat manusia

Paus Fransiskus pada saat itui juga mendorong mereka untuk terus mengkaji tujuan sebenarnya dari AI. Tak hanya itu,  mempertanyakan Apakah AI berfungsi untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.

“Apakah AI berfungsi untuk memenuhi kebutuhan umat manusia, untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan manusia secara integral? Atau apakah hal ini justru berfungsi untuk memperkaya dan meningkatkan kekuatan yang sudah dimiliki oleh segelintir raksasa teknologi meskipun terdapat bahaya terhadap umat manusia?” Ini, kata Paus memberikan pertanyaan mendasar.

Paus Fransiskus memberikan tekanan bahwa karena masa depan umat manusia akan ditentukan oleh inovasi teknologi, ia menyatakan bahwa tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berpikir dan bertindak dengan cara baru, dengan pikiran, hati, dan tangan untuk mengarahkan inovasi menuju sebuah konfigurasi yang berpusat pada keutamaan martabat manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *