Paus Fransiskus Prihatin atas Pertikaian di Sudan dan Menyerukan Dialog

News1275 Views

Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinanna atas pertikaian yang terjadi di Sudan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diungkapkan Paus Fransiskus pada hari Minggu Kerahiman Ilahi di Lapangan Santo Petrus, Minggu, 16 April 2023. Paus mengimbau pihak-pihak yang bertikai di Sudan untuk meletakkan senjata dan melanjutkan dialog.

Wartawan Vatican News, Linda Bordoni dan Nathan Morley melaporkan bahwa Paus Fransiskus prihatin atas meletusnya kekerasan di Sudan. Paus Fransiskus menyayangkan atas terbunuhnya puluhan orang dan terluka saat militer Sudan dan kelompok paramiliter berperang untuk menguasai negara itu.

Pada Regina Coeli di Lapangan Santo Petrus Paus Fransiskus mengatakan telah mengikuti peristiwa yang terjadi di Khartoum dan di tempat lain di negara Tanduk Afrika itu dengan perhatian. Maka untuk itulah menghimbau untuk mengedepankan dialog.

“Saya dekat dengan orang-orang Sudan, yang telah melalui begitu banyak hal. Berdoalah agar senjata dapat diletakkan dan dialog dapat berlangsung, sehingga bersama-sama, mereka dapat kembali ke tanah air serta jalan perdamaian dan kerukunan,” katanya Paus Fransiskus.

Seruan Paus diberikan ketika pertempuran dilaporkan berlanjut di ibu kota Sudan dan di daerah lain. Bersamaan dengan kejadian ini di laporan bahwa setidaknya puluhan warga sipil telah tewas dalam bentrokan itu. Selain itu juga banyak yang terluka menyusul pernyataan dari pihak yang bertikai bahwa mereka tidak mau mengakhiri permusuhan meskipun tekanan diplomatik yang meningkat untuk menghentikan peperangan senjata ini.

Asap mengepul di dekat Jembatan Halfaya antara Omdurman dan Khartoum Utara. (Foto: Vatican News).

Gabaran kekacauan terlihat di negara Sudan ini. Sementara komi sebuah komite dokter mengatakan sedikitnya 56 warga sipil telah tewas di kota dan wilayah di seluruh negeri Sudan. Atas kekacauan ini juga dilaporkan bahwa puluhan personel militer tewas, serta tiga pegawai Program Pangan Dunia (WFP) PBB tewas dalam kejadian ini.

Di Khartoum hitam menyelimuti sebagian besar kota ini. Pasukan saingan memperebutkan istana kepresidenan juga studio televisi nasional dan markas tentara. Beberapa warga telah melaporkan serangan udara berat pada posisi paramiliter di dalam dan sekitar ibu kota. Bahkan perusahaan telekomunikasi telah memblokir layanan internet.

Sudan, negara di persimpangan Timur Tengah dan Afrika Sub-Sahara, dikenal dengan sejarah kudeta militer dan konflik sipil sejak memperoleh kemerdekaan pada 1950-an. Negara ini berbatasan dengan enam negara Afrika dan garis pantai strategis di Laut Merah. Konflik sipil yang telah berlangsung satu dekade mengakibatkan pemisahan diri Sudan Selatan pada tahun 2011. Bentrokan tersebut akan meningkatkan kesulitan di Sudan, di mana PBB mengatakan sekitar 16 juta orang – atau sepertiga dari populasi – sudah bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *