Memperjuangkan Keadilan bagi Bumi dan Sesama

News1648 Views

Sleman. Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024 sepanjang bulan September telah sampai akhir rangkaian acara. Pada tahun ini, PT Kanisius masih dapat terus mengadakan kegiatan BKSN berkolaborasi dengan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang mengajak umat untuk bersama-sama makin menghayati Sabda Allah sumber keadilan melalui beragam aktivitas.

Sebagai ungkapan syukur atas pelaksanaan rangkaian kegiatan BKSN 2024, panitia menyelenggarakan Misa Penutupan BKSN KAS 2024 pada Senin, 30 September 2024 di Ruang Kepodang, Taman Komunikasi PT Kanisius, Sleman, D.I. Yogyakarta.

Misa dipimpin oleh Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat), Rm. Ignasius Adi Sapto Wibowo, Pr (Koordinator Komisi Kitab Suci KAS), Rm. Stefanus Arief Gunawan, Pr (Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Yogyakarta Timur), Rm. Antonius Hendri Atmoko, Pr (Ketua Komisi Kitab Suci Kevikepan Yogyakarta Barat), Rm. Antonius Padua Danang Bramasti, SJ (Ketua Yayasan Kanisius Pendidikan Cabang Magelang), dan Rm. Eusthacius Azismardopo Subroto, SJ (Direktur Utama PT Kanisius).

Rm. Eusthacius Azismardopo Subroto, SJ. Sebagai pengikut Kristus, kita mesti selalu akrab dengan Kitab Suci sebagai buku iman.

Dalam pengantarnya, Rm. Aziz mengatakan selama satu bulan umat telah berusaha untuk mengakrabkan diri dengan sabda Tuhan dengan mengambil waktu pribadi untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci maupun dengan mengikuti katekese di lingkungan dan komunitas masing-masing.

“Semoga melalui aneka kegiatan yang ada, baik pribadi maupun bersama, kita makin menyelami kehendak Tuhan yang disampaikan-Nya melalui Kitab Suci dan terutama kita makin mengenal Tuhan sebagai sumber keadilan sesuai dengan tema Bulan Kitab Suci Nasional tahun ini,” harap Rm. Azis.

Pengenalan akan Allah sebagai sumber keadilan juga mendesak umat untuk berbuat adil dan memperjuangkan keadilan bagi sesama, terutama bagi yang miskin, menderita, dan yang terpinggirkan.

“Selain itu, kita diundang untuk bertindak adil serta memperjuangkan keadilan bagi bumi tempat kita berpijak agar menjadi makin asri dan lestari sehingga akan menjadi tempat yang layak dan nyaman bagi generasi mendatang,” lanjut Rm. Azis.

Ia pun menyatakan bahwa membaca, merenungkan, dan menghidupi Sabda Tuhan dalam Kitab Suci tentu tidak hanya berhenti pada bulan September, yang oleh Gereja Indonesia dikhususkan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

“Sebaliknya, sebagai pengikut Kristus, kita mesti selalu akrab dengan Kitab Suci sebagai buku iman. Di sanalah kita dapat menemukan suara Allah yang selalu menuntun kita pada kebaikan dan keselamatan. Baik kini maupun kelak,” pesan Rm. Azis.

Maka, ia mengajak umat merenungkan dan mencecap-cecap kembali pengalaman satu bulan kemarin untuk menggumuli Kitab Suci melalui kegiatan-kegiatan yang juga sudah dilakukan di dalam kawasan dan lingkungan PT Kanisus. “Semoga ini menjadi pengalaman-pengalaman kita untuk mengembangkan nilai-nilai Kitab Suci dalam kehidupan kita sehari-hari,” harap Rm. Azis.

Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr. Kalau kita ingin mendalami Kitab Suci secara lebih dalam, ada begitu banyak bahan yang dapat kita lihat dan kita pelajari.

Sementara itu, dalam homilinya, Rm. Wondo mengungkapkan dirinya selalu ingin terus-menerus memperbarui ucapan syukur dan terima kasih atas berbagai upaya yang ditempuh oleh PT Kanisius yang tanpa kenal lelah secara periodik, tahun demi tahun, senantiasa membuka diri dan kesempatan untuk seluruh umat beriman menggeluti dan mendalami Kitab Suci setiap bulan September.

“Juga sepanjang tahun dengan aneka bahan-bahan yang berkualitas dan tersedia cukup melimpah. Kalau kita ingin mendalami Kitab Suci secara lebih dalam, ada begitu banyak bahan yang dapat kita lihat dan kita pelajari,” sebut Rm. Wondo.

Ia juga mengatakan seluruh keluarga besar PT Kanisius yang dengan berbagai macam upaya turut mengembangkan kehidupan keberimanan umat di Keuskupan Agung Semarang yang sungguh luar biasa.

Di pengujung Misa, Rm. Wondo melanjutkan, dari seluruh rangkaian acara yang dilakukan PT Kanisius bersama seluruh panitia, acara spesial yang melibatkan anak-anak SD negeri dan sekolah-sekolah swasta nasional memang tidak mudah untuk mereka. “Ke depan, tentu mereka juga perlu diberi wahana untuk berjumpa satu sama lain,” pesannya.

Ia pun menyebut, di Kevikepan Yogyakarta Barat pada 27 Oktober 2024 di Sedayu juga akan diselenggarakan Misa bersama anak-anak difabel dari berbagai paroki untuk bertemu satu sama lain. “Supaya mereka juga punya pengalaman yang sama, perjumpaan, sehingga mereka saling kenal,” jelas Rm. Wondo.

Terakhir, Rm. Wondo mengucapkan terima kasih kepada PT Kanisius yang mewadahi anak-anak muda dalam perjumpaan-perjumpaan semacam ini yang tentu akan menumbuhkan iman di antara semua umat.

Rm. Ignasius Adi Sapto Wibowo, Pr. Kalau ada yang menang dan kalah dalam lomba, itu bukan suatu perkara.

Setelah Misa, Rm. Adi mewakili Komisi Kitab Suci KAS juga mengucapkan terima kasih kepada PT Kanisius dan Lembaga Biblika Indonesia yang terlibat melaksanakan kegiatan BKSN 2024, serta seluruh komisi di KAS yang terlibat dalam mencerdaskan dan membawa umat untuk terpaut maupun tertarik pada Kitab Suci.

Penutupan BKSN ini bersamaan dengan perayaan St. Hieronimus yang memperjuangkan supaya Kitab Suci tetap dikenal oleh banyak orang. Ia menghabiskan waktu pelayanannya hanya untuk menterjemahkan Kitab Suci. “Semoga semangat itu juga membara di dalam hidup kita masing-masing yang pada tahun ini merefleksikan Allah yang adil,” harap Rm. Adi.

Ia sangat gembira ketika bersama PT Kanisius mengadakan beberapa kegiatan yang dikemas dalam berbagai lomba, antara lain dramatisasi Kitab Suci dan video pendek. Bagi Rm. Adi, kalau ada yang menang dan kalah dalam lomba bukan suatu perkara. “Siapa yang menang atau siapa yang kalah, bagi saya semuanya adalah pemenang, karena berani keluar dari diri sendiri, yakni dengan membaca, memahami, merenungkan Kitab Suci dan mewartakannya dalam bentuk yang berbeda,” ujarnya.

Bila Kitab Suci biasanya hanya dibaca, dalam lomba ini kisahnya didramatisasikan dan divideokan secara singkat. Menurut Rm. Adi, semuanya sangat inovatif dan kreatif.

Berikut daftar para pemenang lomba.

Lomba video singkat:

Video terbaik: Remaja dan Komsos Santa Maria Kartasura, Gladys Olivia Liawidjaya, dan Natalius Agung Prianto.

Video favorit: Remaja dan Komsos Santa Maria Kartasura.

Lomba dramatisasi Kitab Suci tingkat SD:

Aktor terbaik: Nicholas Keanu Franedie (SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta).

Aktris terbaik: Jeanette Clarabelle Novene Prasetya (SD Joannes Bosco Yogyakarta)

Juara I: SD Kanisius Kotabaru Yogyakarta.

Juara II: SD Santa Maria Magelang.

Juara III: SD Joannes Bosco Yogyakarta.

Lomba dramatisasi Kitab Suci tingkat SMP:

Aktor terbaik: Valentino Kristian Diego (SMP PL Bintang Laut Solo)

Aktris terbaik: Angelina Vania Putri (SMP Maria Immaculata Yogyakarta)

Juara I: SMP Kanisius Muntilan.

Juara II: SMP Maria Immaculata Yogyakarta.

Juara III: SMP Pangudi Luhur Moyudan, Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *