KPHB Paroki Baciro Masuki Putaran 50

News1827 Views

Yogyakarta. Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta mulai menyelenggarakan KPHB (Katekese Persiapan Hidup Berkeluarga, dulu disebut KPP/Kursus Persiapan Pekawinan) pada tahun 2016. Konsep yang dirancang sejak awal memang agak berbeda. KPHB Baciro dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, dengan masing-masing selama 12 jam sehari, pukul 08.00 – 20.00.

Waktu yang panjang ini dimaksudkan agar pendampingan yang diberikan bisa optimal dalam memberikan bekal kepada pasangan pria-wanita Katolik (bahkan juga yang kawin campur), sebelum mereka memantapkan diri untuk mengucap janj suci di depan altar.

Metode yang diusung bukan sekadar forum pemaparan satu arah klasikal, tetapi juga diwarnai dengan diskusi kelompok, pemaparan testimoner pasutri, dinamika kelompok, sharing dengan pendamping per pasang, Misa Kudus, dan refleksi-peneguhan di akhir sesi. Jumlah peserta juga dibatasi maksimal 13 pasang dalam setiap periodenya.

Bambang Ananto (kiri) menerima potongan tumpeng dari Rm. Antonius Wahadi Martoadmojo, Pr.

Pada Sabtu-Minggu, 24-25 Agustus 2024, KPHB Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta sudah memasuki putaran yang ke-50. Sempat diwarnai penghentian program selama masa pandemi, juga dengan KPHB online selama sekitar 1,5 tahun, seluruh pendamping dan pelaksana KPHB di Paroki Baciro (sekitar 30 pasutri) mensyukuri pencapaian ini.

Tidak ada yang menyangka bahwa proses pendampingan ini sudah berjalan selama 50 putaran sekitar 8 tahun. Dalam prosesnya tentu tidak mulus-mulus saja, ada juga beberapa situasi sulit yang harus dihadapi. Akan tetapi, semua tantangan dapat dilalui dengan sinergi dan kebersamaan yang cukup solid di antara para pasutri pendamping.

Peristiwa syukur atas terlaksananya pelaksanaan KPHB sampai dengan putaran ke-50 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Rm. Antonius Wahadi Martoadmojo, Pr, pastor vikaris dan pendamping KPHB Baciro yang diserahkan kepada Bambang Ananto sebagai Koordinator Tim Pendamping Keluarga Paroki Baciro yang 8 tahun lalu mengawali adanya KPHB di Paroki Baciro.

“Terima kasih sudah mengawali KPHB di Baciro. Semoga ke depan akan makin berkembang dan menjadi berkat bagi para calon pasutri yang mengikuti KPHB di Baciro,” ucap Rm. Wahadi.

Saat ini, KPHB di Paroki Baciro dilaksanakan dua bulan sekali pada bulan genap setiap minggu keempat. Untuk memberikan fasilitas bagi pasangan yang kesulitan untuk hadir secara langsung, pengelola KPHB Baciro masih memberkan kesempatan mengikuti KPHB setahun sekali setiap Desember secara online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *