Dukung Pembangunan Gereja Sempu, Rm. Eko Wahyu akan Isi Katekese Iman Keluarga

News1123 Views

Bantul. Stasi Salib Suci Gunung Sempu di bawah reksa pastoral Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran Yogyakarta per 28 Desember 2025 telah mendapatkan perubahan status dari Gereja Wilayah menjadi Gereja Stasi oleh Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang sesuai SK Nomor 1677/B/I/b-94/2025.

Oleh karena itu, perlu dipersiapkan perlengkapan, baik rohani maupun fisik, untuk kelak menjadi Gereja Paroki. Stasi Gunung Sempu yang secara finansial sudah mandiri ini memiliki umat sebanyak 3.072 jiwa, 8 wilayah, 32 lingkungan, dan 2 gereja.

Pembangunan fisik dijadwalkan berlangsung mulai 19 Juli 2026 hingga 2 Desember 2026 dan membutuhkan biaya sebesar Rp1.275.275.000,00. Salah satu yang mendesak adalah memulai pembangunan selasar di gereja yang beralamat di Jl. Rakai Hino, No. 76, RT. 03, PPLH Gunung Sempu, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini.

Proyek ini bertujuan menggantikan tenda sayap gereja lama yang sudah usang setelah digunakan lebih dari delapan tahun. Kondisi tenda saat ini rusak sehingga terjadi  kebocoran dan tampias air sehingga mengganggu kenyamanan serta keamanan umat saat mengikuti Perayaan Ekaristi (Misa) hari Sabtu, Minggu, Kamis, maupun hari besar keagamaan seperti Natal dan Paskah.

Selain itu, pembangunan selasar baru ini merupakan realisasi dari master plan gereja untuk memberikan fasilitas ibadah yang lebih layak.

Para pengurus Stasi Salib Suci Gunung Sempu. Mempersiapkan perlengkapan, baik rohani maupun fisik, untuk kelak menjadi Gereja Paroki. (Foto: Willy Putranta)

Ignatius Gonggo Prihatmono selaku Ketua Stasi menjelaskan, sarana prasarana yang harus dipunyai sebuah paroki itu selain fasilitas gereja antara lain kesekretariatan. “Meskipun sederhana, kami sudah punya. Hanya yang belum punya adalah pastoran,” sebut Gonggo.

Bila pastoran dan penunjang lain belum ada, imbuh Gonggo, prosesnya memang butuh waktu. “Kami sendiri dari wilayah menjadi stasi butuh waktu 36 tahun. Jadi cukup lama. Namun, di sisi lain, kita punya dua tempat peziarahan yang notabene juga menunjang, baik untuk pengembangan iman maupun dari sisi pendanaan untuk pelayanan peziarah,” ungkapnya.

Dua tempat peziarahan itu yakni Salib Suci di kompleks Gereja Gunung Sempu dan Gua Maria Semanggi. Selain Gereja Sempu, stasi ini juga mengelola Gereja St. Yusuf Padokan di area Pabrik Gula Madukismo.

Pada Minggu, 19 Juli 2026, dimulainya proyek pembangunan fisik secara simbolis ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Pastor Paroki HKTY Pugeran, Rm. FX. Sukendar, Pr. Acara ini juga Ignatius Gonggo Prihatmono (Ketua Stasi), perwakilan PGPM dan DPPH HKTY Pugeran, Ketua Gereja St. Yusuf Padokan, para ketua wilayah dan ketua lingkungan, Dewan Pastoral Stasi Harian, Tim Pengawas Pembangunan, umat yang mengikuti Misa, serta Vensesia Nuri Hartati selaku pihak vendor.

Ketua Pembangunan, Aloysius Septi Adi, menargetkan pembangunan ini selesai 2 Desember 2026 sehingga sudah dapat digunakan pada perayaan Natal. Konsep pembangunan selasar ini mengikuti master plan besarnya dan tidak mengubah bangunan aslinya.

Pastor Paroki HKTY Pugeran, Rm. FX. Sukendar, Pr memberkati lokasi pembangunan. (Foto: Dok. Stasi Gunung Sempu)

Sementara itu Aurelia Yamini, Bendahara Pembangunan, menceritakan ada beberapa tim untuk melakukan sosialisasi tentang penggalangan dana pembiayaan pembangunan selasar ini ke lingkungan-lingkungan.

“Mei 2026, kami dalam waktu dua minggu, menyebar ke 32 lingkungan, kami sampaikan apa maksud dan tujuannya. Akhir Mei, kami mulai mendata dan merekap kesanggupan umat. Paling tidak ada gambaran berapa kekuatan yang akan kita terima untuk pembiayaan dan seberapa antusiasme umat dalam menyambut rencana kami,” beber Aurelia.

Kesanggupan iuran umat, ungkap Aurelia, rata-rata sebesar Rp800.000,00 yang diangsur selama satu tahun. “Sebagai dasar perhitungannya, kami memperkirakannya dengan jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa. Kalau umat bisa memberikan lebih, ya diharapkan begitu. Tapi, yang di bawah itu juga ada,” jelasnya.

Tak hanya melalui kesanggupan umat, panitia pembangunan juga menggalang dana  dengan menggelar acara Katekese Iman Keluarga bertajuk “Mendidik Anak (di Zaman) Sulit: Menanamkan Iman dalam Labirin Digital” yang menghadirkan narasumber Rm. Constantinus Eko Wahyu Djoko Santoso, OSC atau lebih dikenal sebagai Rm. Eko Wahyu.

Kegiatan edukatif (untuk membina iman umat) sekaligus amal ini akan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB di Student Center Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

Ide dasar Katekese Iman Keluarga bersama Rm. Eko Wahyu, OSC berangkat dari situasi masa kini dengan kemajuan teknologi, terutama gawai. (Foto: https://www.instagram.com/gerejasempu/)

Paulus Budi Priyanto, Ketua Panitia Katekese Iman Keluarga, memaparkan ide dasar acara ini dari situasi masa kini dengan kemajuan teknologi, terutama gawai. “Orang tua kerap mengatakan bahwa anaklah yang sulit untuk dididik. Sebenarnya bukan hanya si anak yang tidak bisa dididik, tetapi situasi zaman yang dihadapi memang sulit. Nah, yang akan kita gali bersama Rm. Eko, kira-kira kita harus bersikap seperti apa,” terang Anto, sapaan akrabnya.

Ia memandang, anak bukan menjadi subjek alias kambing hitam yang sulit dinasihati,  tetapi sistem pendidikan seperti apa yang hendak dipakai dalam situasi kemajuan teknologi masa kini. “Baik secara iman maupun pendidikan umum,” tegas Anto. “Kita mau cari solusi dan metode seperti apa. Secara gerejawi, ya dengan Rm. Eko.”

Selain itu, tambah Anto, Katekese Iman Keluarga ini juga berkaitan dengan Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB).

Panitia menyediakan promo spesial “Satu Tiket untuk Dua Orang” (Buy 1 Get 1 Free) untuk semua kategori donasi, dengan nilai donasi terkecil mulai dari Rp100.000,00 untuk dua orang.

Pendaftaran kolektif dilakukan melalui ketua lingkungan masing-masing atau konter panitia di halaman luar gereja setelah Misa selesai. Batas akhir pendaftaran ditutup pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *