SMA STERO: Rumah yang Terbuka bagi Siapa Pun

MPLS SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027

Papan Tulis657 Views

Setiap tahun ajaran baru selalu membawa cerita tersendiri, terutama bagi para siswa yang baru saja menginjakkan kaki di lingkungan sekolah yang asing bagi mereka. Itulah yang dirasakan ratusan peserta didik baru SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, alias SMA STERO, saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Bukan sekadar rangkaian seremoni pembuka tahun ajaran, MPLS kali ini dirancang sebagai perjalanan lima hari yang perlahan membawa para siswa semakin dekat dengan identitas, budaya, dan keluarga besar sekolah barunya, hingga akhirnya memuncak pada dua hari terakhir yang paling berkesan.

Sebelum hari besar itu tiba, para peserta didik baru lebih dulu diajak berkenalan lewat kegiatan Pra MPLS pada Jumat, 10 Juli 2026. Suasana masih terasa canggung ketika pembagian kelas diumumkan, tetapi perlahan mencair seiring penjelasan tentang tujuan MPLS, perkenalan pengurus OSIS, hingga perkenalan antaranggota kelas yang baru saja saling bertatap muka.

Sebagai penutup, mereka berlatih upacara pembukaan, semacam gladi bersih kecil yang menyiapkan mental sebelum benar-benar memasuki masa orientasi sesungguhnya.

Penyematan Topi SMA oleh Theresia Indriarti, S.Pd., M.Hum. kepada Peserta Didik Kelas X Tahun Ajaran 2026/2027.

Senin, 13 Juli 2026 (hari pertama), menjadi penanda resmi dimulainya MPLS lewat upacara pembukaan Tahun Pelajaran 2026/2027. Para siswa untuk pertama kalinya mendengar langsung visi dan misi sekolah dari Kepala SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, Theresia Indriarti, S.Pd., M.Hum, disusul pemaparan seputar kurikulum oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yohana Krisdian Dharmawati, S.Pd.

Suasana kian hangat lewat sesi dinamika kelompok yang mencairkan kekakuan, sebelum ditutup dengan pengenalan aneka ekstrakurikuler dan sesi refleksi di kelas masing-masing.

Memasuki hari kedua, Selasa, 14 Juli 2026, arah kegiatan mulai bergeser dari pengenalan menuju pembekalan karakter. Para siswa lebih dulu memahami tata tertib sekolah bersama wali kelas, sebelum mengikuti seminar pencegahan kenakalan remaja dan bahaya narkoba yang disampaikan langsung oleh Polisi Sektor Gondokusuman.

Rangkaian dilengkapi dengan sesi dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta materi sekolah ramah anak oleh Sukiratnasari, S.H., M.H., sebelum hari itu ditutup dengan refleksi bersama di kelas.

MPLS dirancang sebagai perjalanan lima hari yang perlahan membawa para siswa semakin dekat dengan identitas, budaya, dan keluarga besar sekolah barunya.

Rabu, 15 Juli 2026 membawa nuansa yang berbeda. Diawali dengan pengenalan lingkungan sekolah oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Sarana Prasarana, Victoria Memorita, S.Pd., hari ketiga ini mengajak siswa berpikir lebih jauh lewat studium generale bertema pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara tepat guna dan bertanggung jawab, yang dibawakan Muhammad Haedar Zhafran Hidayatullah, S.Kom., M.Kom.

Setelah diajak berpikir kritis, para siswa kemudian diajak merenung lewat sesi spiritualitas CB bersama Sr. Yvone, CB. Sore harinya, panitia mengumumkan agenda besar yang paling dinanti keesokan hari, yakni “Jogja Selintas”.

Jika hari-hari sebelumnya adalah rangkaian persiapan, maka Kamis, 16 Juli 2026 adalah saat semuanya menemukan puncaknya. Hari keempat ini menjadi momen paling dinanti sekaligus paling berkesan sepanjang MPLS, lewat agenda tahunan bertajuk Jogja Selintas, sebuah program istimewa yang dirancang khusus bagi peserta didik baru yang datang dari berbagai penjuru Indonesia untuk mengenal langsung denyut budaya Yogyakarta.

Beriringan, rombongan berjalan kaki dari SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, melintasi kawasan bersejarah Titik Nol Kilometer, hingga akhirnya tiba di gerbang Keraton Yogyakarta. Di dalam kompleks keraton, seorang tour guide memandu mereka menyusuri lorong demi lorong, memperkenalkan benda-benda antik peninggalan sejarah yang tersimpan rapi di sana.

Sebuah awal yang manis untuk perjalanan panjang para siswa Kelas X.

Rasa penasaran dan kekaguman tampak jelas di wajah para siswa. Ada yang tekun menyimak setiap penjelasan, ada pula yang sibuk mengabadikan momen lewat jepretan kamera. Sebelum beranjak pulang, mereka menyempatkan diri berfoto bersama wali kelas masing-masing, mengunci kenangan hari yang tak akan mereka lupakan itu dalam sebuah gambar.

Jika hari keempat adalah puncak petualangan budaya, maka Jumat, 17 Juli 2026 adalah puncak emosional dari keseluruhan rangkaian MPLS. Hari terakhir ini dibuka dengan pengenalan Afresto, sistem pembelajaran daring yang akan menjadi teman belajar para siswa setiap harinya tempat mereka mengakses materi dan evaluasi kapan pun dan di mana pun, sekaligus alat bagi para guru untuk mempresensi dan mengunggah bahan ajar.

Setelah menyusun laporan kegiatan dan beristirahat sejenak, tibalah momen yang paling dinanti sekaligus paling mengharukan, yaitu upacara penutupan MPLS.

Dalam upacara itu, perwakilan siswa maju ke depan untuk dikenakan topi khas SMA oleh Theresia Indriarti, S.Pd., M.Hum, sebuah simbol sederhana tetapi sarat makna bahwa mereka kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA STERO. Beberapa siswa turut menerima bingkisan dari sekolah sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka selama lima hari penuh.

Seolah menjadi hadiah penutup yang paling manis, seluruh rangkaian MPLS diakhiri dengan makan bersama dan selebrasi yang menyatukan seluruh keluarga besar SMA Stella Duce 2 Yogyakarta di Lapangan Basket sekolah, yakni para suster, guru, mahasiswa PLP dari Universitas Sanata Dharma, kakak kelas XII dan XI, hingga adik-adik Kelas X yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga baru ini.

Nyanyian dan gerak lagu mengalun bersama, menjadi penutup yang hangat sekaligus wujud nyata dari nilai Community yang dijunjung tinggi oleh Yayasan Tarakanita.

Lewat rangkaian MPLS yang dirancang berjenjang dari pengenalan, pembekalan, hingga memuncak pada perjalanan budaya dan perayaan kebersamaan, SMA Stella Duce 2 Yogyakarta sekali lagi membuktikan diri sebagai rumah yang terbuka bagi siapa pun yang baru bergabung. Sebuah awal yang manis untuk perjalanan panjang para siswa Kelas X di tahun ajaran 2026/2027.

Chris Cerly Rika Saraswati
Guru Pendidikan Agama Katolik 
SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *