Manggarai Barat. Suasana penuh sukacita dan haru menyelimuti umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Sewar, Paroki Datak, saat menerima kunjungan pastoral Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, dalam rangka pemberkatan Kapela St. Fransiskus Xaverius Sewar, Paroki Sta. Theresia dari Kalkuta Datak Rabu (24/06/2026).
Sejak pagi hari, umat telah memadati lokasi penyambutan dengan wajah-wajah penuh antusias dan kebanggaan menyambut kehadiran sang gembala bersama rombongan imam Keuskupan Labuan Bajo.
Kedatangan Bapak Uskup disambut secara adat dengan penuh khidmat. Alunan gong, nyanyian tradisional, serta tarian penyambutan mengiringi langkah beliau memasuki wilayah stasi. Tokoh adat, tokoh masyarakat, kaum muda, anak-anak, serta seluruh umat turut ambil bagian dalam prosesi penerimaan yang berlangsung hangat dan penuh penghormatan.

Prosesi adat dimulai di pintu masuk stasi melalui ritus tuak curu dan pengalungan sebagai simbol penerimaan dan penghormatan kepada tamu agung. Setelah itu, Bapak Uskup bersama rombongan diantar menuju balai desa untuk mengikuti ritus adat lanjutan berupa tuak reis, teing loce, dan caca kope.
Dalam suasana kekeluargaan tersebut, Ketua Panitia dan tokoh adat menyampaikan ucapan selamat datang serta ungkapan syukur atas kesempatan bersejarah yang boleh dialami umat bersama gembala mereka.
Menariknya, pada kesempatan itu juga berlangsung penyerahan cenderamata dari Bapak Uskup dan rombongan imam berupa sebuah tabernakel untuk kapela yang baru diberkati.
Momen tersebut disambut dengan tepuk tangan dan sukacita umat sebagai tanda perhatian dan cinta gembala bagi umat kecil di pelosok.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju kapela. Umat dengan penuh semangat mengiringi perjalanan Bapak Uskup sambil menyanyikan lagu-lagu pujian. Wajah-wajah bahagia tampak menghiasi sepanjang perjalanan menuju rumah ibadah yang selama ini menjadi kerinduan umat.
Dalam homilinya, Mgr. Maksi menegaskan bahwa kapela bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah Allah dan tempat perjumpaan umat dengan Kristus. Karena itu, umat diajak menjaga kesucian kapela serta menjadikannya pusat kehidupan rohani dan pembinaan iman.
“Pembangunan gedung gereja harus berjalan seiring dengan pembangunan iman. Mgr. Maksi menegaskan bahwa gereja yang indah hanya akan bermakna apabila dihidupi oleh semangat doa, persaudaraan, dan pelayanan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari” ungkapnya.
Ia mengajak umat menjadi Gereja yang hidup, yakni Gereja yang menghadirkan kasih, persatuan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kapela yang telah diberkati diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi umat untuk semakin aktif dalam kehidupan menggereja sekaligus menjadi saksi iman di tengah lingkungan sosial.
Pada kesempatan itu, Bapak Uskup juga menyampaikan apresiasi kepada pastor paroki, panitia pembangunan, para donatur, pemerintah setempat, dan seluruh umat yang telah bekerja keras serta bergotong royong menyelesaikan pembangunan kapela tersebut.

Ketua Panitia, Loduvikus Jalut, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya seluruh rangkaian pembangunan dan pemberkatan kapela. Ia menyebut kapela yang kini berdiri megah merupakan jawaban atas kerinduan umat dan buah dari perjuangan Bersama selama bertahun-tahun.
Senada dengan itu, Pastor Paroki, Rm. Dedy Saldi, menegaskan bahwa kapela ini adalah buah iman dan kerja keras umat yang terus dipelihara dalam semangat kebersamaan. Ia berharap kehadiran kapela baru ini menjadi pusat pembinaan iman yang mampu melahirkan keluarga-keluarga Katolik yang tangguh dan generasi muda yang aktif dalam kehidupan Gereja.
Perayaan pemberkatan berlangsung meriah dan penuh kegembiraan. Tarian adat yang memukau, koor yang merdu, serta keterlibatan aktif umat dalam seluruh liturgi semakin menambah semarak perayaan iman tersebut. Banyak umat mengaku terharu dan bangga karena akhirnya memiliki tempat ibadah yang representatif.
Salah seorang umat, Elisabeth Trisnawati, mengungkapkan rasa syukurnya atas pemberkatan kapela tersebut. “Hari ini saya merasa sangat bahagia dan bersyukur. Selama ini kami berdoa dan bekerja bersama agar kapela ini bisa berdiri dengan baik. Ketika melihat Bapak Uskup memberkati kapela, saya merasa perjuangan umat selama ini sungguh diberkati Tuhan,” tuturnya haru.
Pemberkatan Kapela St. Fransiskus Xaverius Sewar bukan hanya menjadi peresmian sebuah bangunan baru, tetapi juga menjadi tanda hidupnya iman, persaudaraan, dan harapan umat akan Gereja yang semakin bertumbuh dan berakar di tengah masyarakat.
Vincentius Patno














