Sukacita akan Kesembuhan, Harapan Mereka yang Menderita

HUT Ke-95 RS Santa Elisabeth Ganjuran, Berikan Pelayanan Berlandaskan Kasih Tuhan

News1802 Views

Bantul. Sabtu, 5 April 2025, Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan Perayaan Ekaristi dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-95 yang jatuh sehari sebelumnya (4 April 2025) di halaman selasar depan rumah sakit.

Perayaan Ekaristi dipimpin secara konselebrasi oleh Uskup Agung Semarang sekaligus Pembina Yayasan Panti Rapih, Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang didampingi Pastor Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Raymundus Sugihartanto, Pr dan Rm. Yakobus Sudarmadi, Pr.

Mgr. Rubi mendupai lubang pondasi sebelum peletakkan batu pertama pembangunan Gedung RS. Elisabeth Ganjuran.

Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan gedung penunjang medik dan administrasi di utara RS Santa Elisabeth. Pembangunan gedung ini dirancang untuk meningkatkan layanan masyarakat berupa pelayanan hemodialisa, fisioterapi, dan ruang administrasi.

Terdapat tujuh perwakilan dalam prosesi simbolis peletakan batu pertama dari Biara Induk Maastricht dan benda-benda rohani yang telah diberkati. Di antaranya Mgr. Rubi, Sr. Yustiana Wiwiek Iswanti, CB (Dewan Pimpinan Provinsi Kongregrasi Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus), Ambrosius Koesmargono (Ketua Umum Pengurus Yayasan Panti Rapih), Henricus Priyosulistyo (Ketua Panitia Pembangunan RS Santa Elisabeth), Rm. Sugihartanto (Pastor Paroki HKTY Ganjuran), Tri Manora Panewu Kapanewon Bambanglipuro,) serta dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H. (Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran).

Mgr. Rubiyatmoko melaksanakan proses peletakan batu pertama pembangunan gedung baru RS Elisabeth Ganjuran.

Seturut RS Santa Elisabeth Ganjuran sebagai bagian Karya Pelayanan Kesehatan Yayasan Panti Rapih, Mgr. Rubi menyampaikan harapan yang tertuang dalam homili singkatnya mengenai menciptakan ekosistem yang terintegrasi baik secara tata administratif dan keperluan medis. Baginya, diperlukan sistem integrasi yang padu guna memberikan kemudahan bagi tamu Ilahidalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang efisien.

“Ini merupakan ungkapan syukur kita, syukur atas rahmat Tuhan, dan keterlibatan kita dalam karya Allah menyelamatkan ciptaan-Nya, manusia,” tutur Mgr. Rubi.

Menanggapi hal tersebut, Sr. Yustiana menyampaikan perlu adaptifitas RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menghadapi era digital dengan pengembangan tiga literasi, yaitu literasi data, literasi digital, dan literasi manusia.

Sr. Yustiana, CB (kiri) dan dr. Tandean (kanan) saat peletakan batu pertama gedung baru RS. Elisabeth Ganjuran.

“Harapannya tentu RS Elisabeth semakin dapat memberikan pelayanan yang kontekstual sesuai tanda-tanda zaman dan perhatian pada kondisi situasi Indonesia sehingga memiliki cara kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan berbasis pada bela rasa,” pandang Sr. Yustiana.

Perayaan Ekaristi dan peletakan batu pertama menjadi puncak dari serangkaian acara dalam memeriahkan HUT ke-95 RS Santa Elisabeth Ganjuran. Dengan mengusung tema “Melayani dalam Harapan, Berbuah Kasih”,RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen melakukan pelayanan publik lewat bakti sosial serta pengobatan gratis di beberapa gereja sekitar Bantul.

Sebelumnya, RS Santa Elisabeth Ganjuran telah mengadakan kegiatan pelatihan bantuan hidup dasar awam, pelatihan caregiver di Gereja St. Yakobus Bantul, pemeriksaan screening dan edukasi kesehatan siswa-siswi Katolik se-Bantul di Gereja HKTY Ganjuran, serta pelayanan donor darah.

Henricus Priyosulistyo (kiri) dan Ambrosius Koesmargono (kanan) melakukan peletakkan batu pertama pembangunan gedung baru RS Elisabeth Ganjuran.

Sejalan dengan visi RS Santa Elisabeth, dr. Tandean menegaskan akan menjadikan RS Santa Elisabeth Ganjuran sebagai rumah sakit rujukan geriatri terbaik di wilayah Yogyakarta Selatan pada tahun 2030 dengan kelengkapan pelayanan kesehatan lansia berupa layanan hemodialisa (cuci darah) dan fisioterapi.

 “Harapannya di tahun 2030 atau 100 tahun RS Santa Elisabeth, kasih itu sudah berbuah dan akan dirasakan benar oleh masyarakat sebagai kemudahan berobat, kelengkapan fasilitas dan layanan berobat, sebagai rujukan utama rumah sakit geriatri yang tak jauh dari rumahnya,” terang dr. Tandean.

Siswa-siswi menjalani menjalani pemeriksaan screening dan edukasi kesehatan siswa-siswi Katolik se-Bantul oleh RS Elisabeth Ganjuran.

Dengan menyinggung bacaan Injil Lukas 10:25–37 tentang perumpamaan orang Samaria yang murah hati, Mgr. Rubi memberikan pesan reflektif bagi karya penyelamatan Yayasan Panti Rapih, terkhusus RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam memberikan pelayanan dengan berlandaskan belas kasih Tuhan.

Ia katakan dalam pesannya, “Bagaimana seorang Samaria merawat orang yang menderita, bukan lagi melihat apakah saudara atau bukan, tapi melihat bahwa mereka adalah pasien. Mereka adalah yang menderita. Melayani yang menderita adalah sarana dalam mewartakan Kasih Tuhan kepada sesama.”

Pengunjung dan pasien menanti giliran pelayanan di RS Elisabeth Ganjuran.

Dengan berlandaskan pada tema acara, Mgr. Rubi mengajak seluruh elemen dalam karya pelayanan kesehatan untuk menciptakan integrasi harapan. Tidak hanya terpaku pada harapan pribadi sebagai lembaga pelayanan kesehatan, tetapi melihat pula harapan mereka yang menderita, yaitu sukacita akan kesembuhan.

Seusai acara, kepada utusan.net Mgr. Rubi mengatakan bahwa kehadiran RS Elisabeth Ganjuran ini adalah sebuah anugerah yang besar bagi Gereja, khususnya bagi Keuskupan Agung Semarang terutama dalam bidang kesehatan.

“Kehadiran Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran ini merupakan anugerah besar bagi gereja karena bisa hadir melayani masyarakat khususnya bidang Kesehatan. Maka ini menjadi salah satu wajah gereja yang peduli untuk terlibat dalam karya  Allah khususnya dalam merawat ciptaannya sehingga tetap selalu sehat dan selalu bahagia,” kata Mgr. Rubi.

Mgr. Rubi (kiri) saat homili pada Ekaristi HUT ke-95 RS Elisabeth Ganjuran.

Tak hanya itu, Mgr. Rubi juga berharap rumah sakit ini hadir betul untuk masyarakat khususnya mereka-mereka yang sungguh membutuhkan pelayanan. Katanya, semoga dengan cara itu kasih Allah semakin nyata bagi mereka yang sakit menderita dan dengan cara itu juga kasih Allah semakin diwartakan lewat karya-karya kasih ini.

“Maka semoga pelayanan ini sungguh-sungguh pelayanan yang  memberikan pengharapan bagi mereka yang sedang tidak berpengharapan atau  mengalami kesulitan dalam memenapai masa depannya karena sakitnya. Selamat dan proficiat atas ulang tahun ke-95 RS Elisabeth Ganjuran. Dirgahayu. Semoga tetap tetap jaya memberikan pelayangan bagi masyarakat,” kata Mgr. Rubi penuh harap semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *