Sekolah dan Orang Tua, Fondasi Kukuh Membentuk Pribadi Tangguh

News1387 Views

Sleman. SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menggelar pertemuan orang tua siswa untuk kelas X, XI, dan XII dalam tahun ajaran 2025/2026.

Selama tiga hari berturut-turut, Rabu–Jumat, 1–3 Oktober 2025, pertemuan ini dibagi dalam tiga sesi, yaitu (1) pemaparan dari Yayasan yang disampaikan oleh Rektor dan Sekolah oleh Kepala sekolah serta bagian kurikulum dan kepamongan, (2) pemaparan dari narasumber terkait dengan Ignatian Formasion For Parent (IFFP), dan (3) pertemuan dengan wali kelas masing-masing.

Dalam pertemuan ini, orang tua diajak masuk dalam ruang refleksi dan dialog mendalam melalui tema besar “Menjadi Orang Tua Tangguh dan Kolaboratif”.

Rm. Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ selaku Rektor SMA Kolese De Britto Yogyakarta menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak pada masa pertumbuhan. Ia juga menyampaikan informasi tentang pembangunan sarana prasarana gedung baru untuk rumah studi di laboratorium alam dan juga gedung kelas saat ini.

Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd. Pertemuan orang tua, kesempatan membangun komitmen bersama.

“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita, maka terkait sarana prasarana pendukung harus disediakan dengan baik. Namun, rumah pertama tetaplah keluarga. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi fondasi yang kukuh untuk membentuk pribadi yang tangguh. Tema kita hari ini, ‘Menjadi Orang Tua Tangguh dan Kolaboratif’, adalah undangan bagi kita semua untuk terus bersinergi dalam mendampingi putra-putra kita menuju kedewasaan,” ungkap Romo Pitoyo.

Selanjutnya, Kepala SMA Kolese De Britto Yogyakarta Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa pertemuan orang tua bukan sekadar forum informasi, melainkan kesempatan membangun komitmen bersama.

“Pendidikan yang kami jalankan di Kolese De Britto berlandaskan spiritualitas Ignasian, yakni mendidik manusia muda menjadi pribadi yang cerdas, berhati nurani, peduli, dan berkomitmen. Namun, proses ini tidak akan optimal tanpa dukungan orang tua. Dengan kolaborasi, kita bisa menuntun para putra menjadi generasi yang berkarakter, tangguh, dan siap melayani,” tegas Arifin.

Sesi penjelasan kurikulum disampaikan F. Ratna Dwi Astuti, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Ratna memaparkan arah pembelajaran yang menekankan pada Kurikulum Merdeka, yang memberi ruang kebebasan bertanggung jawab kepada siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat.

Rm. Hugo Bayu Hadibowo, SJ. Pendidikan di De Britto tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan bersama melalui pendampingan pamong.

“Kurikulum Merdeka yang diterapkan di Kolese De Britto sejatinya sejalan dengan semangat pendidikan Yesuit yang memanusiakan manusia muda. Kami tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga keterampilan hidup, karakter, serta kemampuan reflektif. Kami ingin anak-anak mampu belajar secara kritis, kreatif, sekaligus memiliki empati dalam kehidupannya,” jelas Ratna.

Kemudian, penjelasan kepamongan disampaikan Rm. Hugo Bayu Hadibowo, SJ. Ia menekankan bahwa pendidikan di De Britto tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan bersama melalui pendampingan pamong.

“Kepamongan adalah wajah khas pendidikan di Kolese De Britto. Kami tidak hanya mendidik dengan kata-kata, melainkan dengan kehadiran dan pendampingan nyata dalam keseharian siswa. Anak-anak didampingi dalam proses belajar, berorganisasi, hingga hidup bersama, agar para putra tumbuh menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan penuh tanggung jawab,” terang Rm. Hugo.

Bagi SMA De Britto pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan untuk penyampaian informasi akademik dan kepamongan, melainkan juga ruang perjumpaan yang meneguhkan kembali peran strategis orang tua sebagai mitra sekolah dalam mendampingi para putra.

Chr. Danang Wahyu Prasetio

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *