Rumah Tuhan adalah Rumah Segala Bangsa

Peletakan Batu Pertama Taman Doa St. Yohanes Rasul Pringwulung

News2174 Views

Sleman. Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung mengawali bulan Juni dengan mengadakan Perayaan Ekaristi Peletakkan Batu Pertama Taman Doa St. Yohanes Rasul Pringwulung. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Rosarius Sapto Nugroho, Pr dan Rm. Yusuf Martinus, Pr itu dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di Gereja St. Yohanes Rasul Pringwulung.

Merenungkan sabda Tuhan yang bersumber dari bacaan Yesaya 56:1-3a.6-8 dan Injil Yohanes 19:16b-27, Rm. Rosarius menegaskan bahwa ada dua hal penting yang ia tangkap dari bacaan pertama. Pertama, ketika bangsa Israel dibuang, mereka mewartakan iman akan Yahwe dan banyak orang yang bukan Yahudi kemudian percaya pada Yahwe. Mulanya, orang yang bukan Yahudi merasakan ketakutan karena asumsi bahwa mereka akan dipisahkan dari persekutuan jemaat, meskipun mereka telah percaya kepada Yahwe. Namun pada saat itu, Nabi Yesaya berdoa dan mengingatkan bahwa rumah Tuhan adalah rumah bagi segala bangsa.

Taman doa yang akan dibangun ini merupakan rumah yang akan mempersatukan seluruh umat.

“Rumah Tuhan adalah rumah segala bangsa. Rumah itu menyatukan, bukan memisahkan dan membedakan. Rumah itu menjadi hati Allah yang memeluk semua umat, juga merangkul orang-orang yang hanya memikirkan eksklusifisme,” jelas Rm. Sapto.

Hal penting yang kedua dari khotbah ini ialah bahwa rumah digunakan untuk mempersembahkan kurban. Di rumah Tuhan, umat akan mempersembahkan hidup mereka. Apa yang diterima umat di dalam hidup ini akan dipersembahkan kepada Tuhan sebagai bentuk ungkapan syukur.

Mengaitkan bacaan pada Perayaan Ekaristi ini dengan momentum Peletakan Batu Pertama Taman Doa St. Yohanes Rasul Pringwulung, Rm. Sapto menegaskan bahwa taman doa yang akan dibangun ini merupakan rumah yang akan mempersatukan seluruh umat.

“Kita membangun taman doa sebagai sarana bagi umat untuk menimba kehidupan rohani bersama Bunda Maria dan St. Yohanes Rasul. Kita berdoa agar kelak taman doa ini dapat menyatukan hati, dan menyatukan gerak dan langkah umat untuk kemajuan paroki kita, Gereja kita, dan sebagai saksi pelayanan doa,” ungkap Rm. Sapto yang diamini juga oleh seluruh umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi tersebut.

Besar harapan Rm. Sapto agar dengan dibangunnya taman doa ini, kelompok-kelompok eksklusif di dalam paroki dapat terpecah. Umat diharapkan untuk semakin membuka hati bagi pelayanan-pelayanan terhadap sesama sehingga rahmat dan kasih Tuhan dapat semakin dirasakan.

“Semua yang kita miliki tahun ini, hanya digunakan untuk membuat umat merasa dicintai Tuhan. Tidak ada tujuan lain bagi Dewan Paroki dalam menggunakan semua yang dimiliki gereja, kecuali untuk menunjukkan cinta Tuhan kepada umat-Nya,” tegas Rm. Sapto.

Seusai berkat penutup, para petugas liturgi dan seluruh umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi bersama-sama menuju ke lokasi pelataran taman doa yang akan dibangun, untuk mengikuti upacara pemberkatan lokasi dan upacara simbolis peletakan batu pertama pembangunan Taman Doa St. Yohanes Rasul Pringwulung, yang akan dilakukan oleh Rm. Sapto dan beberapa pihak yang terkait.

Penyerahan tugas pelaksanaan pembangunan taman doa.

Pada lokasi tersebut, juga telah disediakan tumpeng yang dipotong oleh Pariono dan diserahkan kepada Amin selaku Ketua Pelaksana pembangunan taman doa di Gereja St. Yohanes Rasul Pringwulung sebagai simbol penyerahan tugas pelaksanaan pembangunan taman doa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *