Pengusaha harus membangun model bisnis di atas budaya perjumpaan. Demikian harapan Paus Fransiskus ketika bertemu dengan anggota Dewan Bisnis Amerika Latin yang sekaligus mendesak para pengusaha untuk melihat Injil untuk menemukan harapan dan arah dalam usaha bisnisnya seperti dilaporkan oleh Devin Watkins dari Kantor Berita Vatican News.
“Kerja harus didasarkan pada budaya perjumpaan yang mendorong orang untuk mencari kebaikan bersama,” kata Paus Fransiskus yang juga menawarkan panduan itu kepada pengusaha dan wanita dari seluruh Amerika Latin saat berjumpa di Vatikan dengan para peserta Majelis tahunan Dewan Bisnis Amerika Latin pada hari Kamis, 1 Juni 2023.
Pada kesempatan sambutan, Bapa Suci mengimbau kepada para pengusaha untuk membangun jaringan yang dipandu oleh Injil dan berlandaskan harapan.
Bahkan Dia mencatat bahwa Majelis tahunan membahas tema-tema seperti migrasi, perubahan iklim, dan pembangunan manusia integral. Menurutnya masalah ini dapat ditemukan di semua bagian dunia lainnya.
“Pertukaran ide Anda dapat membantu Anda menggabungkan kekuatan untuk bersama-sama menangani masalah yang saat ini umum terjadi pada seluruh keluarga manusia,” katanya.
Pada kesempatan penting ini dalam hal menciptakan budaya perjumpaan Paus Fransiskus mengatakan model bisnis yang menyerap budaya perjumpaan dapat menyingkirkan bayangan apa pun yang menyusup ke tempat kerja, termasuk dorongan keuntungan berlebihan yang berusaha memperbudak pekerja (manusia).
“Budaya perjumpaan,” katanya, “mengungkapkan pencarian untuk kebaikan bersama, dan dengan demikian berkontribusi untuk menghilangkan bayangan,” lanjutnya serta menegaskan bahwa nilai-nilai budaya yang menghormati orang lain, kata Paus, kemudian diterjemahkan ke dalam pengorbanan dan upaya harian yang tak terhitung jumlahnya untuk membantu orang lain bertumbuh.
Berkaitan dengan PHK, Paus mendesak para pengusaha Amerika Latin dan di manapun untuk menawarkan pembinaan dan pendidikan berkelanjutan bagi para pekerjanya. Paus yang telah 10 tahun memimpin Tahkta Suci ini berpesan untuk menghindari konflik dan rasa sakit bahkan dendam karena pemutusan hubungan kerja.
“Karena setiap pekerja mewakili sebuah keluarga dengan kebutuhan keuangan yang nyata,” tegasnya.
Selain itu Paus juga mengajak para pengusaha dan wanita untuk melihat dan belajar dari murid-murid Yesus yang pertama, yang adalah nelayan. Dia mengatakan mereka belajar bagaimana mengarungi lautan kasar di zaman mereka sendiri untuk menyebarkan pesan Kristiani, dari mereka menurutnya dapat dipelajari oleh pengusaha modern.
“Pelayanan yang Anda lakukan tidak abstrak,” katanya, “tetapi ditujukan kepada setiap orang, yang membuatnya perlu untuk bekerja sama, tanpa melangkahi siapa pun atau meninggalkan siapa pun.”
Paus Fransiskus mengatakan pilihan untuk mengadakan Sidang di Roma memberi kepada para peserta berkesempatan untuk bertemu langsung dengan banyak rasul yang dimakamkan di Kota Abadi, termasuk Santo Petrus.
“Di sini kita menemukan jejak banyak murid Tuhan sepanjang masa yang mengubah lingkungan mereka dalam terang Injil dengan memberikan kesaksian mereka setiap hari maka para pemimpin bisnis Kristen harus menikmati “kompas” penuntun Injil dan karunia harapan,” pungkasnya sambil berkata percayalah bahwa Tuhan akan membimbing dan menemani.








