Presiden WUJA Kunjungi De Britto, Bangun Jejaring Global Alumni Jesuit Jelang WUJA 2026

News1570 Views

Sleman. SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan istimewa dari Presiden World Union of Jesuit Alumni (WUJA), Francisco Guarner dari Spanyol belum lama ini.

Kunjungan ini merupakan bagian dari road show ke berbagai sekolah Jesuit di Indonesia dalam rangka persiapan menuju Pertemuan Alumni Jesuit Dunia (WUJA) yang akan digelar di Yogyakarta pada 29 Juli – 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat relasi antarsekolah Jesuit serta membangun kerja sama lintas negara dalam bidang pendidikan, sosial, dan kepemimpinan berlandaskan semangat Ignasian.

Rombongan WUJA bersama Perkumpulan Alumni Kolese Jesuit (PAKJ) disambut hangat oleh civitas akademika SMA Kolese De Britto di ruang kaca sekolah.

Dalam kesempatan ini, Kepala SMA Kolese De Britto Yogyakarta Robertus Arifin Nugroho, S.Si., M.Pd. menyoroti berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan De Britto, mulai dari kurikulum berbasis nilai-nilai Ignasian, pengembangan kepemimpinan siswa, hingga kiprah alumni di kancah nasional dan internasional. Ia juga menyampaikan harapan agar kunjungan ini membuka pintu kolaborasi yang lebih erat dengan komunitas alumni Jesuit dunia.

Sementara itu, Ketua Yayasan De Britto Rm. Agustinus Sugiyo Pitoyo, SJ menambahkan pentingnya pendidikan Jesuit dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritualitas yang mendalam. “Nilai-nilai Ignasian tetap relevan dalam menghadapi tantangan dunia modern,” tegasnya.

Selanjutnya, Francisco menyampaikan kekaguman terhadap semangat pendidikan di De Britto. Ia menekankan pentingnya solidaritas antaralumni Jesuit lintas negara dalam merespons tantangan global seperti krisis iklim, ketidaksetaraan sosial, dan kebutuhan akan pendidikan yang inklusif.

“Saya melihat semangat Ignasian yang kuat di De Britto. Pendidikan di sini bukan hanya soal pengetahuan, tetapi pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Francisco.

Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang penuh suasana kekeluargaan, diiringi pertunjukan seni dari para siswa De Britto. Penampilan orkestra JB membuka acara dengan komposisi musik klasik dan kontemporer yang memikat.

Tari “Sobrak” menggambarkan proses transformasi seorang anak menuju kedewasaan.

Tak kalah menarik, pertunjukan tari tradisional “Sobrak” menjadi sorotan utama. Tari ini menggambarkan proses transformasi seorang anak menuju kedewasaan, sebuah simbol yang sejalan dengan proses pendidikan Ignasian yang menekankan pembentukan jati diri, refleksi diri, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia.

Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi medium edukatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan pendidikan dalam satu tarikan napas.

Kunjungan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi menjadi pijakan awal memperluas jejaring alumni Jesuit secara global. Dengan diselenggarakannya WUJA 2026 di Yogyakarta, De Britto diharapkan menjadi tuan rumah yang bukan hanya menyambut para alumni, tetapi juga memfasilitasi dialog global dalam semangat Ignasian.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal dari relasi yang lebih luas dan mendalam dengan komunitas Jesuit global. Dengan jejaring yang kuat, alumni Jesuit di seluruh dunia dapat bersama-sama menjawab panggilan zaman,” pungkas Arifin.

Sekilas tentang WUJA

World Union of Jesuit Alumni (WUJA) adalah organisasi internasional yang mewadahi alumni dari berbagai lembaga pendidikan Jesuit di seluruh dunia. WUJA berkomitmen membangun solidaritas global dan kolaborasi lintas budaya dalam semangat Ignasian untuk menciptakan perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden WUJA ke SMA Kolese De Britto menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tidak hanya berakar pada nilai lokal, tetapi juga mampu menjalin jaringan dan dampak global.

Lebih dari sekadar pertemuan, momen ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai dan membentuk generasi masa depan yang siap melayani dunia dengan integritas, kepedulian, dan visi kemanusiaan yang luas.

Chr. Danang Wahyu Prasetio 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *