Rm. Kendar: “Bukan Karena Kristiani, Tidak Bisa Naik Pangkat!”

News1290 Views

Sleman. Dalam rangka merayakan Paskah 2023, Panitia Hari Besar Kristiani Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan rohani pada Jumat, 31 Maret 2023 di Gedung Serbaguna Sleman. Pada kesempatan ini juga diadakan doa syukur dalam rangka hari jadi ke-107 Kabupaten Sleman yang upacaranya akan diselenggarakan pada 15 Mei 2023.

Pembinaan rohani bertema “Tinggal dalam Kristus, Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Ciptaan-Nya” ini menghadirkan narasumber Rm. F.X. Sukendar Wignyosumarta, Pr (Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran, Yogyakarta) dan Pdt. Agung Budiarta, S.Th. dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kebonagung, Minggir, Sleman. Sementara itu, peserta merupakan para ASN, non-ASN, TNI, Polri, GTT, PTT, GTY, PTY, karyawan BUMD dan BUMN yang beriman Kristiani, baik Katolik maupun Protestan.

Dalam paparannya, Rm. Kendar dengan mengutip Matius 5: 48 mengajak para hadirin sebagai jemaat Kristiani untuk menjadi sempurna. “Kita sebagai orang-orang Kristiani dan berkarya, saya mengundang Anda menghidupi kekudusan berkat permandian yang sudah kita terima.  Permandian ini meneguhkan kita untuk sungguh-sungguh jadi umat Kristiani yang peng-pengan (totalitas-Red.) dalam berkarya dan dipercaya oleh Tuhan untuk mengembangkan Kabupaten Sleman lewat ASN, TNI, POLRI yang merupakan cita-cita banyak orang,” tutur Rm. Kendar.

Rm. Kendar lalu memberikan contoh orang yang pesimistis karena sebagai umat Kristiani sehingga tidak bisa mendapat kesempatan menjadi kepala sekolah. “Tidak!” tegasnya. “Bukan karena Kristiani, tapi karena saingannya banyak dan yang lebih berkualitas juga lebih banyak. Begitu mikirnya, jangan karena Kristiani tidak bisa naik pangkat.” Oleh karena itu, Rm. Kendar menggugah para hadirin untuk menjadi sempurna (berkualitas-Red.).

Rm. Kendar memberikan gantungan kunci dari Tabgha (lokasi mukjizat penggandaan roti dan ikan) kepada salah satu hadirin yang bertanya.

“Sebagai umat Kristiani, kehadiran Anda dengan status sebagai TNI, Polri, purnatugas, dan di mana pun Anda ditugaskan, di berbagai lembaga dan masyarakat, jadilah umat Kristiani yang ketara (tampak-Red.), ketampa (diterima-Red.), ketrima (dihargai-Red.). Tiga K,” sebut Rm. Kendar memberi wejangan.

Selanjutnya, Pdt. Agung dengan mengutip Yohanes 15: 4-5 menunjuk dirinya bersama semua yang hadir sebagai ranting yang tinggal dalam pokok pohonnya. “Dalam kehidupan iman Kristiani, Tuhan mengajarkan bahwa kita melekat dan bergantung kepada pokok anggur yang adalah Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan kita supaya kita menghasilkan buah yang berguna,” tutur Pdt. Agung. Secara filosofis, imbuh Pdt. Agung, buah itu pasti akan memberikan kesegaran, kekuatan, dan semangat kepada orang lain.    

Pdt. Agung memberikan renungan tentang ranting dan pokok anggur serta umat sebagai “surat-surat Kristus”.

Rasul Paulus, sebut Pdt. Agung, menyatakan bahwa umat Kristiani adalah surat-surat Kristus yang ditulis Allah bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh Allah yang hidup. Bukan ditulis pada loh-loh batu, tetapi di dalam hati. “Di mana pun Anda tinggal, berada, dan mengabdi, kita adalah ‘Alkitab’ yang dibaca oleh orang lain. Baik pikiran, perasaan, hati kita. Maka, kita hendaknya menjaga kekudusan hidup kita,” ujar Pdt. Agung yang menutup dengan pesan, “Kita semua sebagai pelayan jangan suka dilayani tapi melayani.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *