Pemuda Katolik Komcab Sleman, Belajar Soal Pahlawan Masa Kini

News1036 Views

Yogyakarta. Dalam rangka kaderisasi dan penguatan kader, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sleman menyelenggarakan Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD). Kegiatan ini juga mengundang Pemuda Katolik Komcab Kota Yogyakarta, Pemuda Katolik Komcab Bantul, Pemuda Katolik Komcab Gunung Kidul, dan beberapa Komcab di Wilayah Komda Jawa Tengah.

KKD dilaksanakan pada Minggu, 24 November 2024 di Wisma Pusat Pastoral Mahasiswa Katolik Yogyakarta.

Stephanus Wempi Gunarto (Sekretaris Pemuda Katolik Komda DIY), menggantikan Ketua Komda DIY yang berhalangan hadir, menyampaikan laporan dari hasil Kongres Pemuda Katolik di Palangkarya. Ia pun berharap kader yang hadir dalam KKD semakin bergerak siap melayani dan diutus ke masyarakat.

Sementara itu, Petrus Eko Nugroho (Ketua Pemuda Katolik Komcab Sleman) kepada semua kader Pemuda Katolik yang hadir dalam KKD ini berpesan, “Bukan sekadar kalian ‘lulus dari KKD’, tapi tugas teman-teman sebagai kader Pemuda Katolik ke depan lebih aktif dalam sosial kemasyarakatan. Dari altar ke latar jadi benar-benar terlibat dan terjun ke masyarakat.”

KKD ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ignatius Triyana yang membawa tema “Gambaran Umum Orang Muda Katolik dan Spiritualitas Katolik”, Ign. Loyola Bambang Wahyu Sumirat J.S dengan tema “Pahlawan Masa Kini”, dan C. Lilik Krismantoro dengan tema “Team Work”. Dua narasumber terakhir ini berasal dari Unit Pengembangan Pastoral Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Triyana memaparkan, di tengah dinamika masyarakat yang serbamenantang, pahlawan masa kini memang diperlukan. Terlebih pahlawan-pahlawan untuk lingkungan hidup, politik, ekonomi, pendidikan, dan hampir semua sektor. “Banyak contoh dan teladan pahlawan masa kini yang memperjuangkan ketidakadilan dan perdamaian. Salah satu pahlawan milenial adalah Carlo Acutis,” sebut Triyana yang merupakan alumnus Pemuda Katolik dan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) DPD DIY.

Carlo Acutis adalah seorang remaja Italia kelahiran Inggris yang dijuluki God’s Influencer atau pemengaruh Tuhan, karena kemahirannya menggunakan internet untuk menyebarkan ajaran Gereja Katolik. Ia akan diangkat menjadi orang suci (santo) pada April 2025.

Ia lahir di London, 3 Mei 1991 dan meninggal pada 12 Oktober 2006, saat berusia 15 tahun. Ia akan menjadi generasi milenial pertama (seorang yang lahir pada 1980 – 1990), yang diangkat menjadi orang suci oleh Gereja Katolik. Ini salah satu contoh bentuk kepahlawanan masa kini sekaligus menjadi orang kudus.

KKD lantas ditutup dengan Misa yang dipimpin Rm. Andreas Setyawan, SJ sebagai penguatan dan perutusan kader Pemuda Katolik yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *