Paus Leo XIV Sambut Jesus Youth, Tekankan Pentingnya Perjumpaan Pribadi dengan Kristus

News63 Views

 VATIKAN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai ruang audiensi Vatikan saat Paus Leo XIV menyambut kedatangan peserta Konferensi Internasional Jesus Youth (KIJY). Pertemuan ini terasa istimewa sebab menjadi perjumpaan dan pertemuan perdana gerakan awam Internasional dengan Bapa Suci yang juga sebagai penerus Takhta Suci Santo Petrus. Pertemuan ini juga menandai 40 tahun perjalanannya sejak tumbuh dari gerakan Pembaruan Karismatik di Kerala, India.

Jurnalis Vatican News, Devin Watkins melaporkan di hadapan para perwakilan orang muda dari berbagai penjuru dunia, Bapa Suci menyoroti perjalanan panjang serta proses berjalan bersama yang telah dilalui Jesus Youth. Setidaknya selama tiga tahun terakhir telah menentukan arah perjalanan mereka ke depan. Buah dari ketekunan tersebut berwujud pengesahan resmi atas statute revisi gerakan ini oleh Dikasteri untuk kaum awam, keluarga dan kehidupan menyusul pengakuan status mereka sebagai asosiasi umat beriman Internasional.

Dalam pesan utamanya, Paus mengingatkan kembali akar spiritual dari gerakan ini. Menurut Bapa Suci, pembaruan apa pun di dalam tubuh gereja tidak akan pernah hidup tanpa dasar yang otentik.

“Titik awal dari setiap pembaruan autentik dalam Gereja adalah penemuan pribadi akan kasih Yesus,” ungkap Paus Leo XIV di hadapan para kaum muda.

Kata Bapa Suci, di tengah berbagai tantangan zaman dan realitas modern sekarang ini, lubuk hati kaum muda sebenarnya menyimpan kerinduan yang mendalam untuk berjumpa dengan Kristus. Karena itu, kehadiran komunitas seperti Jesus Youth terutama di wilayah-wilayah di mana umat Katolik menjadi kelompok minoritas dan  memiliki peran penting untuk memancarkan kesaksian hidup yang menyejukkan.

Tak ketinggalan, pada kesempatan ini, Paus Leo XIV memberikan memotivasi kepada kaum muda khususnya untuk tidak pernah kehilangan semangat kerasulan. Bapa Suci juga sempat menceritakan teladan iman dari sosok Ajna George. Kata Paus, Ajna George adalah seorang pemudi yang mampu menemukan keteguhan di tengah badai pencobaan dan penyakitnya. Ia diteguhan berkat kedekatannya dengan Ekaristi dan berjumpa dengan Yesus.

Menutup perjumpaannya dengan Jesus Youth, Paus Leo berpesan kepada mereka agar para peserta senantiasa menjaga kebersamaan di tengah keberagaman dan latar belakang budaya, sosial, dan bahasa. Bapa Paus juga mendorong mereka untuk membantu sesama generasi muda dalam menemukan arah hidup serta panggilan mereka masing-masing.

“Kehidupan berkeluarga, imamat, maupun hidup membiara, dengan keyakinan bahwa setiap jiwa berharga dalam rencana agung Allah,” tutup Paus Leo.

 

Diolah dari Vatican News 
Oleh Emeriks Noviana Endah Purwati
Mahasiswa PBSI USD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *