YOGYAKARTA – Dosen Program Studi Sarjana Biologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Monika Ruwaimana, S.Si., M.Sc., Ph.D., terpilih mengikuti 2026 International Joint-Research and Training Workshop on Environmentally Green Technology and Net Zero Emission atau SEA Workshop 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di National Tsing Hua University (NTHU), Hsinchu, Taiwan, pada 12–22 Oktober 2026.
Monika lolos seleksi yang diikuti 328 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hanya 25 peserta dari delapan negara yang terpilih mengikuti program internasional ini. Workshop tersebut berfokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan, keberlanjutan, dan pencapaian Net Zero Emission (NZE).
Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Monika untuk memperluas wawasan keilmuan, membangun jejaring dengan akademisi lintas negara, serta mempelajari perkembangan riset dan teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
SEA Workshop 2026 didukung oleh National Science and Technology Council (NSTC), Taiwan. Peserta yang memperoleh dukungan pendanaan penuh mendapatkan fasilitas berupa tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, dan kebutuhan kegiatan lainnya sesuai ketentuan penyelenggara. Estimasi nilai dukungan pendanaan yang diterima Monika mencapai 45.000 dolar Taiwan Baru (NTD), atau sekitar Rp25 juta.

Berdasarkan dokumen resmi penyelenggara, SEA Workshop dirancang untuk memperkuat kerja sama akademik internasional dalam bidang teknologi ramah lingkungan, energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta strategi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan NZE.
Program ini mencakup perkuliahan, seminar, kunjungan laboratorium, dan kunjungan lapangan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada perkembangan teknologi sekaligus penerapannya dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan.
Bagi Monika, workshop ini menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengetahuan dengan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu sekaligus memperluas peluang kolaborasi lintas negara.
“Kegiatan SEA Workshop ini sangat menarik karena mempertemukan ilmuwan dari berbagai bidang yang berkaitan dengan keberlanjutan, mulai dari energi dan kimia hingga ekologi. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara negara-negara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Taiwan,” ungkap Monika.

Selain memperoleh perspektif baru dari peserta dan akademisi internasional, Monika juga menyoroti pentingnya menghubungkan hasil penelitian dengan penerapan nyata. Menurutnya, pengalaman Taiwan dalam mengembangkan teknologi dan riset keberlanjutan memberikan pelajaran penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapan praktik keberlanjutan di Indonesia.
“Saya sangat terkesan dengan Taiwan, terutama karena kemajuan teknologi dan riset keberlanjutannya, serta bagaimana hasil penelitian dapat diimplementasikan secara nyata dalam kebijakan dan program pemerintah. Saya berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh melalui workshop ini dapat diterapkan di Indonesia untuk mendukung pengembangan riset dan praktik keberlanjutan yang lebih baik,” lanjutnya.
Keikutsertaan dosen dalam program akademik internasional merupakan salah satu bentuk pengembangan kapasitas akademik yang dapat memperkaya lingkungan pendidikan tinggi. Pengalaman mengikuti forum internasional membuka ruang pertukaran gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghadirkan perspektif baru untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat.
Bagi UAJY, partisipasi dalam kegiatan internasional seperti SEA Workshop menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi akademik yang selaras dengan dinamika ilmu pengetahuan global. Wawasan dan jejaring yang diperoleh diharapkan dapat mendukung pengembangan riset serta penerapan praktik keberlanjutan yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.
Melalui partisipasi sivitas akademika dalam forum internasional, UAJY diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penciptaan dampak positif bagi masyarakat.
Humas UAJY







