Paus Leo XIV Pilih Mgr. Walter Erbì Sebagai Nunsius Apostolik Indonesia dan ASEAN

News479 Views

VATICAN- Rabu, 1 Juli 2026 (waktu Vatikan), Kantor Pers Vatikan mengumumkan penunjukkan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Nunsius Apostolik untuk Indonesia adalah Yang Mulia Mgr. Walter Erbì.

Sebelum ditunjuk oleh Paus Leo untuk bertugas di Indonesia, Mgr. Walter Erbì adalah Nunsius Apostolik untuk Liberia, Sierra dan Gambia. Pemegang gelar Uskup Agung Tituler Nepi ini dipercaya untuk Nunsius Apostolik untuk Indonesia serta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Mgr. Walter Erbì, sebagai Nunsius Apostolik,  akan menjadi wakil diplomatik Paus dan Takhta Suci untuk Indonesia sekaligus mewakili Takhta Suci di ASEAN dan berada di Jakarta,” jelas keterangaan pers seperti tersaji di laman Mirifica Indonesia sumber informasi KWI.

Nunsio Walter Erbì  adalah kelahiran Turin, Italia dan kini telah berusia 58 tahun. Di Indonesia akan membuat semakin erat dalam membangun bersahabatan antara Takhta Suci Vatikan dengan Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia yang berada di kawasan Asia Tenggara ini akan juga menjadi bagian reksa pastoral tugas Mgr. Walter Erbì. Relasi dan  kedialogkan, kerja sama, bersama negara-negara anggota ASEAN diharapkan semakin tercipta lebih mendalam.

Kisah perjalanan imamat Mgr. Walter hingga terpilih untuk menjadi gembala dan di percaya Paus Leo untuk tiba di Indonesia inilah kisahnya.

Mgr. Walter Erbì  yang lahir di kota Turin Italia ini ditahbiskan sebagai imam di usia 24 tahun tepatnya pada bulan Mei 1992. Saat itu ia ditugaskan di Keuskupan Iglesias, Italia. Kemudian ia melanjutkan studi Hukum Kanonik hingga meraih gelar Doktor.

Perjalanan panggilannya pun mengantarnya menjadi bagian dari koprs diplomatik Vatikan di Tahun 2001. Hal ini setelah ia menamatkan pendidikan diplomatiknya di Pontifical Ecclesiastical Academy di Roma. Pontifical Ecclesiastical Academy Roma adalah lembaga bergengsi yang menjadi lembaga pendidika bagi para diplomat Takhta Suci yang kela menjadi duta-duta bagi Vatikan.

Mgr. Walter sudah cukup lama bertugas di Filipina, Italia, Amerika Serikat dan Turki. Di negara-negara tersebut, Mgr. Walter mencapai lebih dari 20 tahun lamanya bertugas. Selamat itu pula ia dipercaya oleh Takhta Suci Vatikan untuk menangani tugas-tugas berurusan persoalan diplomatik. Hal ini lah yang membuat imam kelahiran Italia ini dipercaya untuk mengharumkan nama Vatikan di berbagai kawasan dan di gereja lokal diberbagai wilayah di dunia.

Mgr. Walter takhtakan sebagai Nusius Apostolik untuk Liberia Sabtu, 16 Juli 2022 oleh  Paus Fransiskus. Saat itu, Paus Fransiskus pun menobatkan sekaligus sebagai Uskup Agung Tituler Nepi.

Tak cukup itu saja. Sepuluh hari kemudian Uskup Walter pun dipercaya oleh Vatikan untuk menerima penugasan tambahan sebagai Nunsius Apostolik untuk Sierra Leone. Dan ini terjadi pada 26 Juli 2022. Dan Mgr. Walter juga mendapat kepercayaan lagi sebagai Nunsius Apostolik untuk Gambia pada 24 November 2022 dari Paus Fransiskus.

Mgr. Walter dikenal banyak melakukan kunjungan diplomatik selama tugasnya. kunjungan pastoral ke berbagai keuskupan itulah yang ia jalani selama bermisi di Afrika Barat. Dalam kunjungan itu ia bertemu dengan para kepala negara untuk menyerahkan surat-surat kepercayaan sebagai wakil resmi Paus.

Sebagai bagian dari misi diplomasi yang diemban dari takhta suci, Mgr. Walter sungguh bagus dalam membangun hubungan erat dengan pemerintah dan Gereja setempat. Ia juga dikenal aktif memajukan dialog antaragama. Ia juga mendorong rekonsiliasi serta mengupayakan perdamaian sebagai pengemban misi diplomasi Takhta Suci.

Dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun di Korps Diplomatik Takhta Suci dan penugasan di Asia, Eropa, Amerika, serta Afrika, kehadiran Mgr. Walter Erbì diharapkan semakin mempererat hubungan Gereja Katolik di Indonesia, Pemerintah Indonesia, Takhta Suci, serta negara-negara anggota ASEAN.

Penunjukan Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN sekaligus membuka babak baru pelayanan diplomatik Takhta Suci di kawasan Asia Tenggara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *