Orang Tua, Guru Pertama Iman Anak-Anak

News623 Views

Sleman. Rm. Constantinus Eko Wahyu Djoko Santoso, OSC atau lebih dikenal sebagai Rm. Eko Wahyu hadir dalam Katekese Iman Keluarga bertajuk “Mendidik Anak (di Zaman) Sulit: Menanamkan Iman dalam Labirin Digital” di Student Center Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Senin, 3 Agustus 2026.

Acara ini merupakan salah satu usaha penggalangan dana pembangunan selasar Gereja Stasi Salib Suci Gunung Sempu, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran Yogyakarta.

Imam humoris yang selama 25 tahun berkarya di Rumah Retret Pratista, Bandung Barat ini mengatakan tugasnya mendampingi anak-anak dalam retret. “Saya mencoba dekat dan mengerti anak-anak. Kalau saat saya mengajar tidak menarik, lima menit saja mereka sudah tidak tertarik,” ungkap Rm. Eko.

Ia pun mengingatkan kepada sekitar 800 peserta, “Cara kita dididik dan cara kita mendidik itu beda sekali. Dunianya berbeda.”

Gravissimum Educationis, ensiklik tentang pendidikan anak, menyatakan keluarga atau orang tua adalah guru pertama bagi iman anak. Sebab, pendidikan anak adalah salah satu tujuan perkawinan.

“Maka, Anda tidak bisa begitu saja menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah atau TPA (tempat penitipan anak-Red.), karena pendidikan adalah masalah jiwa atau roh,” tegas Rm. Eko.

Anak-anak dapat merasa disayang, diterima, dimengerti, dan dimiliki tidak mungkin digantikan oleh pihak atau institusi lain kecuali orang tuanya. “Keluarga menjadi tempat anak-anak dibesarkan dalam iman, tempat bagi orang tua menjadi guru pertama iman bagi anak-anak mereka,” imbuh Rm. Eko.

Katekese Iman Keluarga “Mendidik Anak (di Zaman) Sulit: Menanamkan Iman dalam Labirin Digital” diikuti sekitar 800 peserta.

Dalam kesempatan terpisah, Paulus Budi Priyanto selaku Ketua Panitia Katekese Iman Keluarga, memaparkan ide dasar acara ini berangkat dari situasi masa kini dengan kemajuan teknologi, terutama gawai.

“Orang tua kerap mengatakan anaklah yang sulit dididik. Sebenarnya bukan hanya si anak yang tidak bisa dididik, tetapi situasi zaman yang dihadapi memang sulit. Itulah yang kita gali bersama Rm. Eko, kira-kira kita (sebagai orang tua) harus bersikap seperti apa,” terang Anto, sapaan akrabnya.

Ia memandang, anak bukan subjek alias kambing hitam yang sulit dinasihati. Oleh karena itu, perlu mencari sistem pendidikan seperti apa yang hendak dipakai dalam situasi kemajuan teknologi masa kini. “Baik secara iman maupun pendidikan umum, kita mau cari solusi dan metode seperti apa. Secara gerejawi, ya dengan Rm. Eko,” pungkas Anto.

Selain itu, imbuh Anto, Katekese Iman Keluarga ini juga berkaitan dengan Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB).

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *