Manggarai Barat. Gereja Santu Petrus Labuan Bajo dipenuhi ribuan umat yang menghadiri penahbisan Mgr. Maksimus Regus sebagai Uskup Labuan Bajo pada Jumat, 1 November 2024.
Tahbisan yang dipimpin Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo ini juga dihadiri ratusan pastor dan 43 uskup dari seluruh Indonesia menghadiri.
Uskup Bandung sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC menyampaikan perayaan tahbisan Mgr. Maksimus Regus bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus. “Menguduskan diri sama seperti Tuhan Yesus adalah Kudus. Oleh karena itu, kita semua memiliki kewajiban untuk memilih menjadi bagian-bagian Gereja secara khusus,” tutur Mgr. Anton.

Sementara itu, Mgr. Maksi menyebut kehadiran Keuskupan Labuan Bajo adalah anugerah tepat waktu bagi Gereja yang menjadi pintu gerbang dunia yang memadukan budaya, iman, dan beragama masyarakat dalam satu persimpangan spiritual. Keuskupan ini menjawab kebutuhan pastoral, memperkuat persekutuan, serta menjadi harapan dan iman bagi semua yang datang ke Labuan Bajo.
“Keuskupan ini pasti banyak tantangan. Karena itu, keuskupan harus membangun fondasi baru, baik spritual maupun pastoral. Dengan rendah hati saya mohon doa dan dukungan kita semua. Keuskupan ini membutuhkan bimbingan dan kebijkasanaan, juga dukungan keuskupan seluruh Indonesia. Diharapkan keuskupan yang lebih kaya membantu keuskupan yang miskin. Kita juga berusaha menciptakan Gereja yang ramah, inklusif, dan berkomitmen pada nilai-nilai Injil,” urai Mgr. Maksi.
Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat menegaskan, kelahiran Keuskupan Labuan Bajo berangkat dari proposal Keuskupan Ruteng yang ditujukan kepada Propaganda Fide di Roma pada 2021. Gayung bersambut, tahun 2022 Vatikan menerima proposal pendirian Keuskupan Labuan Bajo yang meliputi wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
“Asa ini berkuncup indah pada 1 Juni 2024 ketika Bapa suci Paus Fransiskus megangkat Rm. Maksimus Regus, Pr, imam Keuskupan Ruteng, menjadi gembala perdana keuskupan baru Labuan Bajo. Hari ini, kuncup harapan itu terwujud ketika kita merayakan momentum agung dan luhur, saat Tuhan mengurapi hambanya, Mgr Maksi,” kisah Mgr. Sipri.

Latar belakang pemekaran ini karena luasnya Keuskupan Ruteng dengan akses serta topografi yang menantang, yakni terdiri dari gunung dan lembah yang terhampar luas, ditambah dengan jumlah umat Katolik yang terbesar diseluruh indonesia (sekitar 800 ribu jiwa). Situasi dan kondisi ini membutuhkan pastoral baru demi pelayanan yang kontektual dan integral semakin efisien dan efektif.
Selain itu, pembangunan dan perkembangan Manggarai Barat dalam dasawarsa terakhir tergolong sangat pesat dengan ditetapkannya sebagai kawasan pariwisata superpremium. Perkembangan pembangunan tersebut meningkatkan peluang pastoral yang tak boleh, apalagi tidak diacuhkan karena mindset mental yang terbuai dalam zona nyaman pastoral.
Selanjutnya, Kardinal Suharyo mengucapkan selamat atas kepercayaan Bapa Suci bagi Mgr. Maksi untuk memimpin keuskupan yang baru ini. “Kita semua berdoa, semoga berkat pelayanan Bapak Uskup, keuskupan ini dapat bertumbuh sebagaimana yang dicita-citakan. Terima kasih kepada Bapak Uskup Sipri yang penuntaskan proses pendirian keuskupan baru ini. Proses yang lama dan tentu saja tidak mudah, tapi akhirnya pada hari ini kita bersukacita, karena pada hari ini diumumkan secara resmi pendirian Keuskupan Labuan Bajo dan uskup yang ditahbiskan untuk memimpin keuskupan kita,” ucap Kardinal Suharyo.
Ia juga mengucapkan selamat kepada orang tua Mgr. Maksi beserta keluarga besarnya yang menjadi tempat pertama dalam proses panggilannya sebagai imam.

Setelah itu, Mgr. Anton mengabarkan Duta Besar Vatikan (Mgr. Piero Pioppo-Red.) tidak bisa hadir karena ada pemeriksaan kesehatan.
Kemudian, Mgr. Anton menegaskan, untuk apa menjadi uskup kalau bukan untuk mengikuti panggilan menjadi makin kudus, semakin dekat dengan Tuhan, dan menghadirkan kasih Tuhan yang penuh kasih pada umat, yang karena kesuciannya berjalan lurus bersama Allah serta berjalan dengan para uskup dan umat Allah.
“Untuk apa ada Keuskupan Labuan Bajo yang dilahirkan dari Keuskupan Ruteng kalau kehidupan Gereja induk dan anak tidak lebih baik kalau tidak menghadirkan kasih Yesus yang penuh belas kasih? Selamat berkarya dan menggembalakan umat,” pungkas Mgr. Anton.














