Menjadi Keluarga yang Dipersatukan Musik Gereja

News1438 Views

Yogyakarta. Bertempat di ruang angklung gedung Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta, Penataran Dirigen Intensif dan KOGJJ (Kursus Organ Gereja Jarak Jauh) resmi dimulai pada Senin, 30 Juni 2025, didahului dengan ibadat sabda dipimpin oleh Agustinus Hartono.

Penataran dan KOGJJ berlangsung selama satu minggu dan berakhir pada Senin, 7 Juli 2025. kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang diiringi lagu-lagu inkulturasi dari buku Madah Bakti.

Penataran kali ini banyak diikuti kaum muda, dengan komposisi peserta KOGJJ 12 orang dan dirigen 14 orang. Kebanyakan dari mereka ingin mengembangkan talenta dalam bermusik, baik sebagai dirigen ataupun organis agar lebih peka untuk meningkatkan dalam pelayanan umat sebagai petugas musik Gereja yang makin kompleks, baik dalam memilih lagu, melatih kor pemula, sampai membentuk dan me-manage kor di lingkungan agar tetap solid.

Para peserta merupakan utusan Gereja dari penjuru Nusantara. Di antaranya dari Pematang Siantar, Tapanuli Sumut, Tangerang, Bekasi, Jakarta, Bandung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketapang, Semarang, Papua, serta dari Yogyakarta sendiri,

Tono, panggilan akrab Hartono, mengatakan, “Kita dipertemukan di sini melalui musik Gereja yang mempersatukan. Ini merupakan sebuah keuntungan, karena kita bisa saling mengenal, serasa satu saudara, bisa sharing, dan berbagi pengalaman dalam tugas selama ini di tempat masing-masing. Kita bisa saling menguatkan, mendorong, bahkan berbagi keilmuan yang kita punya selama ini. PML adalah sebuah rumah (wadah) bagi para pencinta musik Gereja.”

Ia mengajak peserta untuk bersyukur karena mempunyai PML yang bisa menjadi tempat curhat, berbagi ilmu, saling bertanya, dan saling sapa tentang musik. “Kita dipersatukan melalui musik Gereja yang kita tekuni sehingga serasa menjadi keluarga dalam Gereja yang dipersatukan Tuhan. Seperti ada tuntunan dalam mengikut Kristus melalui karya musik, melalui talenta tersebut, sehingga kita berada di sini, dalam Penataran Dirigen Intensif dan KOGJJ,” imbuh Tono.

Agustinus Hartono memimpin ibadat sabda dalam pembukaan Penataran Dirigen Intensif dan KOGJJ.

Keistimewaan dari setiap kali PML mengadakan Penataran Dirigen Intensif ialah selalu dihadiri peserta lama yang mengikuti kembali, bahkan ada yang lebih dari tiga kali penataran.

Romanus Seran, utusan dari Bekasi, mengungkapkan, “Saya pertama kali ikut penataran semasa masih ada almarhum Bapak Paul Widyawan dan Rm. Prier. Saya sungguh terkesan, karena dari beliaulah kami serasa diberi semangat yang nyata, dalam menghidupi sebuah lagu, ataupun nyanyian lewat kor yang bagus.”

Ia mengaku, apa yang ia dapatkan sungguh terasa dan memberi sebuah spirit dalam melatih kor di tempatnya. Maka, ia selalu datang ke PML guna membekali diri untuk tugas yang makin berat dalam melatih kelompok kor yang mulai menjamur. “Kami masih perlu bimbingan dan masih banyak belajar karena adanya pemekaran wilayah di lingkungan kami,” katanya penuh semangat.

Sementara itu, Elisabeth Twitien Sezi Colasina selaku Pimpinan PML, kepada para peserta penataran dan KOGJJ mengatakan, “Anda semua beruntung dapat mengasah diri dan bertemu teman sehobi dalam bermusik, karena dapat berdinamika, sharing, dan berinteraksi dengan guru yang andal untuk menemani belajar Anda.”

Ia mengakui, para peserta ada kalanya tentu mengalami rasa malas, bosan, bahkan ingin lari dari rutinitas bermusik. Hanya dengan kemauan dan semangat belajar yang besar dengan rela berkorban, mulai dari waktu hingga tenaga, maka mereka akan maju. “Buktinya, Anda mau belajar dan datang lagi ke PML,” ucap Twitien  disambut tepuk tangan para peserta.

Acara diakhiri dengan perkenalan para peserta dengan para pengampu penataran Dirigen Intensif dan KOGJJ. Selanjutnya, mereka diajak meninjau ruang koleksi alat musik tradisional di ruang aula yang juga digunakan sebagai sarana berekspresi studi musik setiap harinya oleh PML dan kor Vocason dalam setiap minggunya. Kemudian, mereka meninjau ruang belajar yang digunakan selama penataran berlangsung.

Danan Murdyantoro 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *