Menjadi Elang Muda di Tengah Harmoni Iman

News598 Views

Sleman. Di tengah kesejukan alam dan suasana hening Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih, Moyudan, Sleman, Yogyakarta semangat refleksi, kreativitas, dan kolaborasi terasa begitu hidup pada Rabu, 20 Mei 2026.

SMA Kolese De Britto bersama SMP-SMP kelas IX se-Kabupaten Kulon Progo ambil bagian dalam kegiatan Penguatan Ketuntasan Ekstra Keagamaan kelas IX dengan mengusung tema “Menjadi Pribadi yang Bahagia, Peduli dan Bertanggung Jawab.” Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama yang tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menanamkan nilai karakter bagi para remaja Katolik di tengah tantangan zaman.

Potret para peserta dalam Perayaan Ekaristi

Suasana kebersamaan mulai terasa sejak para peserta memasuki area pelataran Gua Maria yang dipenuhi nuansa religius sekaligus hangat dengan desiran air yang terdengar dari sungai progo.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menggema khidmat di tengah alam Sendang Jatiningsih, dilanjutkan doa pembuka sebagai ungkapan syukur atas kesempatan untuk bertumbuh bersama dalam iman dan persaudaraan.

Dalam kesempatan tersebut, SMA Kolese De Britto menunjukkan dukungan nyata melalui partisipasi para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler kerawitan Gangsa Kukila. Dengan alunan gamelan yang khas dan syahdu, para pengrawit De Britto muda mengiringi koor dalam perayaan ekaristi bersama para siswa SMP.

Perayaan Ekaristi diiringi dengan gamelan

Kehadiran musik tradisional Jawa dalam liturgi menghadirkan harmoni budaya dan spiritualitas yang menyentuh hati para peserta. Penampilan ini sekaligus menjadi bukti konkret komitmen sekolah dalam menghadirkan praktik baik bagi sekolah-sekolah lain sebagai wujud nyata hasil Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh Bapak Uskup.

Semangat berbagi praktik baik tersebut menjadi bagian dari program 3B yang terus digalakkan oleh SMA Kolese De Britto, yakni berkolaborasi, berkontribusi, dan berprestasi dengan landasan semangat Ignasian.

Melalui kolaborasi lintas sekolah ini, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan, melainkan juga proses membentuk manusia muda yang memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Ketua MGMP SMP se-Kabupaten Kulon Progo, Agnes Winarsih dalam sambutannya menegaskan pentingnya karakter sebagai fondasi utama seorang remaja. Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter yang baik tidak akan mampu membawa seseorang menjadi pribadi yang utuh dan bermakna bagi masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kulon Progo, Isdiyati yang mengajak para siswa untuk memiliki cita-cita besar yang dibangun di atas karakter unggul.

Ia menekankan bahwa generasi muda perlu berani bermimpi sekaligus memiliki ketangguhan moral agar mampu menghadapi dinamika kehidupan di masa depan.

Kegiatan semakin semarak melalui penampilan sendratari dari SMP Negeri 2 Pengasih dengan judul “Gema di Puncak Sinai.” Pertunjukan tersebut berhasil memadukan seni tari, drama, dan pesan iman secara menarik dan reflektif.

Tidak hanya itu, suasana juga dihidupkan melalui penampilan penyanyi tunggal yang mengajak seluruh peserta menikmati momen kebersamaan dengan penuh sukacita.

Khotbah Rm.Vikep Yogyakarta Barat (Rm.AR.Yudono Suwondo, Pr)

Puncak kegiatan ditandai dengan Perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur yang dipimpin oleh Romo AR. Yudono Suwondo. Dalam homilinya, Romo Suwondo mengajak para remaja untuk menjadi seperti burung elang yang memiliki karakter kuat, unggul, dan tangguh dalam menghadapi berbagai proses kehidupan.

“Sebagai remaja dan anak muda, kita harus mampu menjadi burung elang yang tidak takut menghadapi badai. Jangan malu, minder, atau mudah menyerah, tetapi terus berjuang dan bekerja keras agar menjadi generasi gereja yang militan dan dapat diandalkan demi kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Acara semakin tambah seru dan menarik sebelum penutupan dengan adanya pembagian 18 doorprize, persembahan dari SMA Kolese De Britto berupa 15 botol minum tumbler dan 3 kaos bagi para peserta yang bisa menjawab pertanyaan kuis dari proses dan dinamika yang ada. Tujuannya melatih para siswa memiliki kepercayaan diri dan sikap kritis untuk menyampaikan pendapat lewat jawaban dari kuis yang diberikan oleh panitia.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai iman, budaya, pendidikan karakter, dan semangat kolaborasi berpadu menjadi pengalaman yang membekas bagi para siswa. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial, kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi generasi muda untuk belajar menjadi pribadi yang bahagia, peduli, bertanggung jawab, dan siap membawa terang bagi Gereja maupun masyarakat,demi kemuliaan Allah yang lebih besar.

Humas SMA Kolese De Britto

Chr. Danang Wahyu P, S.Or., M.M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *