Bantul. Perayaan Hari Anak Nasional Kevikepan Yogyakarta Barat digelar dengan meriah di kompleks Gereja St. Yakobus Klodran Bantul pada Minggu, 23 Juli 2023. Perjumpaan sekitar 1.500 anak dari 18 paroki di Kevikepan Yogyakarta Barat ini mengusung tema berupa ajakan, yakni “Hari Ini, Kita Buat Cerita, Yuk!”
Aktivitas diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Vikep Yogyakarta Barat Rm. AR Yudono Suwondo, Pr bersama Rm. Florentinus Hartanto, Pr (Ketua Komisi Karya Misioner Kevikepan Yogyakarta Barat), Rm. Fransiskus Yunarvian Dwi Putranto, Pr (Direktur Diosesan Keuskupan Agung Semarang/KAS), Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr (Vikaris Paroki St. Yakobus Bantul), dan Rm. Paskalis Bayu Edvra, Pr yang sedang belajar musik liturgi di Austria.
Rm. Wondo menyatakan bahwa acara perjumpaan anak-anak di Kevikepan Yogyakarta Barat sudah sering diselenggarakan. “Bahkan kita memakai tempat-tempat yang tidak biasa, seperti di aula kabupaten atau lapangan. Supaya anak-anak punya sense of Ecclesial, perasaan menjadi bagian dari Gereja. Itulah yang hendak ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil, bahwa aku adalah bagian dari Gereja dan bangsa,” tuturnya.
Dalam setiap acara serupa, hal yang penting menurut Rm. Wondo adalah anak-anak berkumpul dan dalam perkumpulan itu ada proses yang panjang sebagai formasi atau membentuk sesuatu yang bagus untuk anak-anak.
Sementara itu, saat homili Rm. Hartanto menunjuk stiker yang dibagikan kepada anak-anak ada tulisan “Wani Milih, Wani Nguripi” (Berani Memilih, Berani Menghidupi). Lalu, Rm. Hartanto mengajak anak-anak untuk mengulang tulisan itu sebagai yel-yel dengan gerakan permainan gunting batu kertas seperti gambar dalam stiker.

Selanjutnya, Rm. Hartanto mengajak semua anak untuk menyanyi dan menari dengan sebuah lagu berlirik: “Aku dan kamu satu, bawa cinta dan damai, kita semua saudara, dalam satu Gereja.” Lagu yang dinyanyikan berulang-ulang ini membawa keceriaan bagi anak-anak yang hadir.
Sebelum Perayaan Ekaristi berakhir, Rm. Bayu berpesan kepada anak-anak, entah mau menjadi romo, bruder, suster, atau tidak, tetap harus rajin belajar, menabung, dan berbuat baik kepada orang lain. “Kita percaya, kalau kita hidup dengan baik, Tuhan akan kasih kesempatan kalau teman-teman mau ke luar negeri,” ucap Rm. Bayu di hadapan anak-anak.
Setelah Perayaan Ekaristi berakhir, acara dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari beberapa paroki, termasuk anak-anak paroki tuan rumah yang mempersembahkan musik angklung, juga fashion show bertema karakter film anak-anak.
Usai acara, anak-anak antarparoki saling bertukar suvenir berupa pigura foto yang terbuat dari kardus dan merupakan hasil kreasi anak-anak sendiri. Kesempatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk saling menyapa dan berkenalan dengan teman-teman dari paroki lain.














