Yogyakarta. Di ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta Romo G.P. Sindhunata, SJ untuk kali kedua menggelar pameran lukisan bersama seniman Budi Ubrux. Pameran sekaligus launching buku Ratu Adil karya Romo Sindhunata, SJ berlangsung pada Kamis, 25 Januari 2024 adalah kerja sama Ohana Gallery, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, dan Majalah BASIS.
Ratu Adil tema utama pameran ini. Menurut Romo Sindhunata, pameran ini berupaya untuk menginspirasi dan mewujudkan Indonesia dengan masa depannya. Budi Ubrux dan Romo Sindhu ingin mengupayakan dan menghidupkan kembali wong cilik dengan sejarah dan perjuangannya di masa lampau.

Romo Sindhu mengatakan Ratu Adil, atau yang juga dikenal sebagai Satria Piningit, merupakan sosok dalam mitologi Jawa yang diyakini akan membawa keadilan dan kesejahteraan, serta sering kali dikaitkan dengan ramalan atau keyakinan bahwa sosok ini akan membawa masyarakat memasuki zaman keemasan dan mengakhiri periode ketidakadilan.
Buku Ratu Adil ini adalah dasar pemikiran Sindhunata dalam menerjemahkan disertasinya, yang berjudul “Hoffen auf den Ratu Adil, Das eschatologische Motiv des ‘Gerechen König’ im Bauernprotest auf Java während des 19. und zu Beginn des 20. Jahrhundert” untuk “membangunkan wong cilik dari masa lampau”.

“Buku ini sebenarnya sudah ditulis 32 tahun yang lalu. Tetapi kenapa baru di awal tahun 2024 ini bisa terwujud dan bisa berkolaborasi dengan Budi Ubrux, inilah yang dinamakan jodoh,” terang Romo Sindhu pada pembukaan pameran di Bentara Budaya.
Romo Sindhu mengatakan bahwa hanya dengan tulisan saja tidak cukup untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang disertasinya. Maka dari itu, ia berkolaborasi dengan Budi Ubrux untuk membantu menghidupkan isi tulisan-tulisannya serta ditemani Agus Noor, seorang cerpenis, sastrawan, dan penulis naskah teater yang juga mulai terlibat di dunia seni rupa. Budi Ubrux menginterpretasikan setiap halaman dari disertasi Romo Sindhu menjadi karya seni berupa gambar.

Menyaksikan karya-karya gambar Budi Ubrux ini menjadi bagian integral dari buku berjudul “Ratu Adil: Ramalan Jayabaya dan Sejarah Perlawanan Wong Cilik“. Keunikan terletak pada fakta bahwa dalam buku ilmiah ini, pembaca dapat menikmati tidak hanya teks ilmiah, tetapi juga karya seni rupa yang memperkaya pengalaman pembaca.
“Pameran ini adalah kolaborasi Bentara Budaya, Ohana Gallery dan Majalah Basis serta berlangsung hingga 4 Februari 2024. Sedangkan buku Ratu Adil karya Romo Sindhu ini juga bisa di pesan melalui Majalah Basis,” kata Anang Pramurianto, marketing Majalah Basis.










