Kulon Progo-Selasa, 2 April 2025 Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah di Guyur hujan lumayan deras. Tak luput oleh guyuran hujan pula tempat Kawasan Gua Maria Lourdes Sendangsono di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Tetesan air hujan menambah sejuk tempat ziarah yang asri di bawah pohon Sono (angsana) yang sudah lebih dari satu abad usianya dan kurang lebih berjarak 35 km dari Kota Yogyakarta ini.

Hujan dan dingin tak menyurutkan orang-orang untuk menuju ke tempat Gua Maria yang menurut sejarahnya juga dimanfaatkan untuk bertapa bagi sejumlah rohaniwan Buddha untuk menyucikan dan menyepikan diri ini.

Setiba di depan arca Bunda Maria, mereka pun bergantian menyalakan lilin dan menyiapkan hati untuk menyerahkan diri kepada Bunda Maria. Mereka bersyukur dan memohon dalam harapan penyerahan diri kepada Tuhan melalui Bunda Maria di Sendangsono yang lekat dengan legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija.

Lilin menyala menerangi kegelapan. Mereka bersimpuh di bawah pohon Sono besar dengan payung di tangannya. Tetesan air hujan jatuh dan sedikit membasahi tubuhnya. Namun kehangatan pelukan Bunda Maria di Sendangsono ini menguatkan semangatnya.

Mereka hadir ke tempat ziarah ini bersamaan dengan hari libur dan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah. Pulang kampung bertemu dengan keluarga dimanfaatkan sekaligus untuk berdoa untuk menggenapi ziarah di tahun Yubelium tahun 2025 ini. Semoga rahmat Tuhan pun menyertai mereka dalam hidup dan peziarahnya di manapun berada.








