Lima Diakon Jesuit Ditahbiskan Menjadi Imam, Diutus Membawa Kasih dan Damai

News1017 Views

Yogyakarta. Lima diakon Serikat Yesus (SJ) menerima Tahbisan Imamat dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Mgr. Petrus Boddeng Timang di Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Kelima diakon yang ditahbiskan menjadi imam ialah Rm. Andreas Agung Nugroho, SJ, Rm. Dionisius Amadea Prajna Putra Mahardika, SJ, Rm. Filipus Frederick Ray Popo, SJ, Rm. Gregorius Agung Satriyo Wibisono, SJ, dan Rm. Klaus Heinrich Raditio, SJ.

Lima Imam Serikat Jesus (dari kiri) Rm. Gregorius Agung S.W., SJ, Rm. Klaus Heinrich Raditio, SJ., Rm. Dionisius Amadea P.P.M., SJ, Rm. Filipus Frederick Ray Popo, SJ dan Rm. Andreas Agung Nugroho, SJ. berfoto bersama dengan Mgr. Emeritus Bodeng Timang dan Pater Jendral Jesuit, Rabu, 29 Juli 2026. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Perayaan tahbisan dihadiri Pater Jenderal Serikat Yesus Rm. Arturo Sosa, SJ, para imam, biarawan-biarawati, keluarga, serta umat.

Tahbisan ini menjadi awal perutusan kelima imam baru untuk melayani Gereja sebagai imam Serikat Yesus, menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia.

Dalam homilinya, Mgr. Petrus mengajak para imam baru menghayati panggilan sebagai pelayan kasih.

Berangkat dari tema tahbisan yang terinspirasi oleh gambaran Yesus sebagai induk ayam yang menaungi anak-anaknya (Mat. 23), ia menegaskan bahwa imam dipanggil menghadirkan perlindungan, belas kasih, dan pengharapan bagi umat.

Di tengah dunia yang masih diwarnai perang, kekerasan, dan kebencian, Mgr. Petrus mengingatkan agar para imam menjadi pembawa damai.

Rm. Filipus Frederick Ray Popo, SJ disisiri oleh ibundanya setelah mengenakan jubah imam. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Ia juga mengajak kelima imam baru ini memiliki semangat joy of missing out, yakni keberanian meninggalkan kenyamanan demi mengikuti panggilan Tuhan dan membagikan kasih Allah kepada sesama.

Mewakili para imam baru, Rm. Klaus mengungkapkan rasa syukur dengan mengawali pesannya melalui sebuah pepatah Tiongkok tentang pentingnya rasa terima kasih dan belas kasih kepada orang tua.

“Sebelum kami menjadi apa pun dan siapa pun, kami adalah anak-anak dari bapak dan ibu kami,” ucapnya.

Ia menegaskan, perjalanan menuju imamat tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua, almamater tempat menimba ilmu, dan proses pembinaan yang dijalani.

Menurutnya, Serikat Yesus menjadi ibu yang mengantarkan para anggotanya menuju panggilan imamat.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pater Jenderal Rm. Arturo Sosa, SJ, Provinsial Serikat Yesus Indonesia Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, serta para pendahulunya, Rm. Petrus Sunu Hardiyanto, SJ dan Rm. Benediktus Hari Juliawan, SJ, yang telah mendampingi perjalanan panggilan mereka.

Rasa syukur itu turut ditujukan kepada seluruh imam, bruder, dan frater Serikat Yesus yang berkarya di Provinsi Indonesia maupun di berbagai belahan dunia.

Setelah menerima tahbisan, para imam baru akan melanjutkan perutusan sesuai bidang pelayanan masing-masing. Rm. Popo akan melanjutkan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Philosophy di Brown University, Providence, Rhode Island, Amerika Serikat.

Rm. Amadea akan melanjutkan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) di School of Theology, Santa Clara University, California, Amerika Serikat.

Sementara itu, Rm. Klaus yang telah menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) dengan fokus pada Chinese Politics, akan bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Internasional Santo Petrus Kanisius dan mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dengan fokus pada kajian geopolitik.

Adapun Rm. Agung akan bertugas sebagai pastor rekan di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, sekaligus menjalankan pelayanan sebagai pastor metropolitan di wilayah perkotaan.

Makra Genoveva Irim & Salome Ahen Putri

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *