Idul Fitri 1444 H dan Hadirkan Damai dengan Sesama, Wujud Nyata Umat Katolik Lereng Merapi terapkan Tema APP KAS 2023

News1681 Views

Di tengah degradasi kebersamaan dan kerukunan yang sering terjadi ada oase kebersamaan yang hangat diwujudnyatakan warga Lereng Gunung Merapi. Umat Katolik dan Kristen Dusun Wonorejo-Ponggol, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H kepada umat Muslim seusai umat Muslim melaksanakan Sholad Idul Fitri 1444 Hijriyah, Jumat, 21 April 2023 .

Pagi itu dengan cara berjajar di jalan keluar depan Masjid Baitul Ma’mur Wonorejo, Umat Kristiani yang sebagian besar bapak-bapak ini mengulurkan tangan memberikan selamat Idul Fitri 1944 H. Jabat erat tangan mereka sungguh nyata. Hal ini terbukti dengan sambutan  yang begitu riang dan hangat.

Menurut Dukuh Padukuhan Wonorejo-Ponggol, Monika Esti Widyaningsih ucapan selamat ini sudah dilaksanakan secara rutin dan berlangsung sejak lama. Kata dia, ucapan ini adalah bentuk relasi kebersamaan antara umat Muslim dan Kristiani yang sudah terbangun sejak dulu.

“Ucapan Selamat Idul Fitri ini sudah kami lakukan sejak lama. Setiap ada acara keagamaan kami baik Muslim maupun Kristiani kami selalu bekerjasama. Terlebih untuk hal seperti keamanan dan lainnya. Kami hidup di desa dengan kultur kebersamaan yang sudah diwariskan oleh para senior kami wajib kami lestarikan. Ini adalah cara edukasi untuk anak-anak kami ke depan,” jelas Esti yang juga kepada dukuh Wonorejo ini.  

Umat Muslim Padukuhan Wonorejo-Ponggol menerima ucapan Selamat Idul Fitri 1944 H seusai melaksanakan Sholad Id di Masjid Baitul Ma’mur Wonorejo. (Foto Slamet Riyadi).

Sementara itu Paulus Wagimin  umat Katolik Padukuhan Wonorejo mengatakan bahwa ucapan selamat ini adalah sebagai wujud dari implementasi atas renungan APP tahun 2023 Keuskupan Agung Semarang yang bertema “Tinggal dalam Kristus Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Ciptaan.”

“Dalam renungan APP umat Lingkungan Yohanes menjelang Paskah, kami waktu itu memutuskan salah satunya adalah mengimplementasi renungan APP yang bertema: “Tinggal dalam Kristus Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Ciptaan.” Maka salah satunya adalah kami hadir dan mengucapkan Selamat Idul Fitri ini  sebagai bentuk wujud nyata matiraga seperti anjuran gereja untuk menghadirkan damai dengan sesama,” jelas Paul.

Sementara itu Pastor Gereja Santa maria Assumpta Pakem Romo Antonius Banu Kurnianto, Pr menyambut baik atas aktivitas tersebut. Seperti dikatakannya, setiap kegiatan besar keagamaan di Kapanewon Pakem umat Katolik di masing-masing wilayah selalu memberikan pelayanan keamanan dan parkir bagi umat Muslim yang sedang menunaikan Sholad Id. Dan ada pula yang kemudian secara bersama-sama mengucapkan Selamat Idul Fitri 1944 H. Menurutnya itu relasi yang baik dan perlu dipertahankan.

“Kami atas nama Gereja mengucapkan terima kasih atas keterlibatan umat untuk bersama-sama menghadirkan damai dengan sesama dengan cara parkir, menjaga keamanan, dan mengucapkan selamat kepada saudara-saudari kita yang merayakan Idul Fitri. Selain itu kami turut berbahagia dengan saudara-saudari Umat Islam yang dengan puasanya telah berhasil ‘mengalahkan’ dunia daripada ‘dikuasai’ dunia. Semoga langgeng kebhinekatunggalikaan di Indonesia ini,” katanya sembari menyatakan bahwa kegembiraan itu nyata dan telah mengikat sebagai saudara.”

Pemuda-pemudi dan remaja berkeyakinan Muslim serta Kristiani Padukuhan Wonorejo berkumpul untuk bersama-sama silaturahmi ke keluarga-keluarga di padukuhan ini untuk berlebaran. (Foto Esti Widyaningsih).

Untuk di ketahui bagi warga di Padukuhan Wonorejo dan Ponggol kebersamaan itu sudah terbangun sejak kepala Dukuh pertama almarhum Atmo Prayitno. Sekitar tahun 1980-an dukuh  inilah yang mengajarkan tentang kebersamaan. Ini juga dilanjutkan dukuh kedua hingga sekarang. Bahkan waktu itu Masjid Baitul Ma’mur dan Kapel Santo Ignatius Hargobinangun dibangun pula oleh umat Muslim dan Katolik di Padukuhan ini. Mereka secara bergotong royong membangunnya. Untuk itu hingga sekarang terbangun kerjasama yang baik. Bahkan ketika hari besar umat Katolik pemuda-pemudi Muslim di Padukuhan ini yang menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas.

Untuk Tahun 2023 ini Perayaan Paskah dan Idul Fitri berada dalam bulan yang sama dan akan dilaksanakan Sawalan dan Paskahan di Padukuhan pada akhir bulan April.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *