Hati, Akar Terdalam Semua Jenis Sakit

Uskup Labuan Bajo Rayakan Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) ke-33 di Paroki Lando

News1642 Views

Manggarai Barat. Salah satu rekomendasi yang muncul dalam sidang pastoral Post-Natal Keuskupan Labuan Bajo (13-16 Januari 2025) adalah gerakan belarasa terhadap orang sakit dan kelompok rentan. Belarasa tersebut bisa diungkapkan dalam wujud bantuan kemanusiaan kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan, tetapi juga dalam bentuk pelayanan sakramen.

Berkaitan dengan itu, maka dalam rangka memaknai Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) ke-33, setiap paroki diminta untuk merayakan Ekaristi khusus bagi semua orang sakit. Selain itu, pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh umat dilaksanakan dalam kerja sama dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat.

HOSS adalah kesempatan untuk menunjukkan perhatian, kepedulian, dan solidaritas terhadap sesama yang sakit dan menderita. Namun, hal ini bukan sekadar ungkapan kasih dan belarasa manusiawi, melainkan terutama tanda nyata kehadiran Kristus yang menyembuhkan dan menyelamatkan. Inilah pesan utama yang hendak disampaikan dalam perayaan ini.

HOSS ke-33 tingkat Keuskupan Labuan Bajo dirayakan di Paroki Hati Kudus Yesus Lando pada Minggu, 9 Februari 2025. Mgr. Maksimus Regus mengatakan, perayaan HOSS mengungkapkan secara analogis keberadaan Gereja sebagai satu tubuh dalam Kristus. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh sakit. Sebaliknya, apabila setiap anggota tubuh sehat, maka seluruh tubuh sehat. Maka, umat perlu membangun dan memelihara solidaritas sebagai Gereja.

HOSS di Paroki Lando bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk berbagi dan berbelarasa dengan sesama yang sakit dan menderita.

 “Kita semua pasti pernah menderita sakit dalam hidup. Bahkan, mungkin kita yang hadir dalam gereja ini sedang sakit. Ada banyak jenis sakit yang kita derita, yakni sakit fisik, sakit psikis, sakit sosial, sakit ekonomi, dan lain-lain. Namun, ada juga sakit rohani. Akar terdalam dari semua jenis sakit ini adalah hati kita. Kalau hati kita sakit, maka seluruh diri kita akan menderita, terutama ketika kita menyimpan dendam, benci, iri hati. Maka, kita membutuhkan penyembuhan. Gereja menyediakan rahmat penyembuhan yang tidak terbatas bagi kita semua. Melalui sakramen-sakramen dan karya-karya kasih yang dijalankan, Gereja menyatakan rahmat penyembuhan itu yang bersumber dari Yesus Kristus sendiri,” tutur Mgr. Maksi. 

Sementara itu, Pastor Paroki Lando Rm. Sony Selatan, Pr mengaku sangat senang dengan perayaan HOSS ke-33 tahun ini diparokinya. Pasalnya, perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo. Selain itu, perayaan HOSS kali ini dibingkai dengan baksos pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi seluruh umat.

 “Setiap tahun kami merayakan HOSS. Tetapi tahun ini lebih istimewa karena kami diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan HOSS tingkat Keuskupan Labuan Bajo. Ini suatu kehormatan yang luar biasa. Lebih dari itu, kehadiran Mgr. Maksi sungguh mengungkapkan kehadiran Gereja yang menyapa orang-orang kecil dan berjuang bersama dengan mereka yang menderita dalam hidup. Kiranya ini menginspirasi dan memotivasi kami untuk selalu menghadirkan Gereja yang berwajah solider dalam pelayanan pastoral kami,” ungkap Rm. Sony.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Hendrikus Hendi, “Kami sungguh berterima kasih kepada Bapa Uskup Labuan Bajo bersama Vikjen dan Sekjen serta para imam yang telah mengunjungi Paroki Lando hari ini. Juga terima kasih kepada segenap tim medis yang memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh umat. Sekalipun cuaca tidak bersahabat, semua telah hadir bersama dengan kami di sini.”

Selanjutnya, Ketua Komisi Kesehatan Keuskupan Labuan Bajo Sr. Ermelinda, DSY  mengatakan kegiatan HOSS ke-33 di Paroki Lando bukan hanya sekadar rutinitas tahunan belaka, melainkan sebagai kesempatan untuk berbagi dan berbelarasa dengan sesama yang sakit dan menderita.

Pelayanan kesehatan inklusif, yang dilayani bukan hanya orang Katolik, melainkan juga saudara-saudari beragama Islam.

“Pelayanan kesehatan ini bersifat inklusif karena yang dilayani bukan hanya orang Katolik, melainkan juga saudara-saudari yang beragama Islam. Kegiatan baksos dan pemeriksaan kesehatan ini diawali dengan doa dan berkat dari Bapa Uskup. Orang pertama yang diperiksa oleh tim medis adalah Bapa Uskup sendiri, yang secara simbolis menunjukkan kesatuannya dengan seluruh umat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Adapun tim medis yang terlibat dalam kegiatan baksos ini adalah gabungan dari RS St. Yosef, TNI AL, PKM Terang, Yayasan Kita Juga, dan Paroki Lando. Mereka berasal dari tempat kerja yang berbeda-beda, tetapi bersatu hati di sini dalam pelayanan kesehatan bagi umat yang membutuhkannya,” terang Sr. Ermelinda.

Vikjen Keuskupan Labuan Bajo Rm. Richardus Manggu, Pr mewakili Bapa Uskup mengapresiasi penyelenggaraan HOSS di Paroki Lando yang melibatkan banyak pihak, baik internal maupun eksternal Gereja. Dia berharap agar semangat sinodal selalu mewarnai seluruh karya pastoral di Keuskupan Labuan Bajo.

“Kekuatan kita dalam membangun keuskupan muda ini adalah semangat ‘jalan bersama’. Maka, implementasi program Tahun Pastoral Tata Kelola Partisipatif dan gerakan Yubileum 2025 mesti dikemas dalam nuansa kebersamaan sesuai dengan konteks dan kebutuhan konkret umat,” ujarnya.

Perayaan HOSS ke-33 ini juga disatukan dengan Launching Tahun Pastoral Tata Kelola Partisipatif dan Tahun Yubileum 2025 tingkat Paroki Hati Kudus Yesus Lando. Paroki Lando berkomitmen untuk berjalan bersama Mgr. Maksi dalam mewujudkan Gereja Keuskupan Labuan Bajo yang sinodal, solid, solider, dan setia menghadirkan wajah Kristus yang penuh belas kasih dan membebaskan bagi mereka yang kecil, menderita, dan terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *