Bunda Maria, ibu Yesus, mendapat penghormatan khusus dalam tradisi Gereja Katolik. Hal ini ditunjukkan dengan ditetapkannya bulan Mei sebagai Bulan Maria. Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria didasari oleh peringatan Bunda Maria mengunjungi Elisabet.
Sebagai umat Katolik, kita patut bersyukur karena ada satu bulan khusus untuk menghormati Bunda Maria, meskipun untuk menghormati Bunda Maria tidak harus menunggu bulan tersebut. Kita bisa berdevosi kepada Maria setiap saat.
Ada banyak doa dan devosi kepada Bunda Maria. Yang paling terkenal adalah doa Salam Maria, Rosario, dan Novena Tiga Salam Maria. Untuk menghormati bulan Maria, biasanya umat akan mengadakan doa Rosario di lingkungan atau melakukan ziarah ke Gua Maria. Selain itu, kita juga bisa mendaraskan doa-doa lainnya yang berkaitan dengan Maria, misalnya Litani Maria.
Berkaitan dengan devosi kepada Maria, saya memiliki sebuah pengalaman. Suatu hari, saya mendapatkan sebuah pesan yang diteruskan, dari grup WhatsApp, pesan tersebut berupa gambar disertai keterangan. Gambar tersebut menjelaskan tentang doa sederhana kepada Maria. Di gambar tersebut ada foto Bunda Maria dan ada tulisan, “Bunda Maria Bunda Yesus, jadilah Ibuku saat ini.”
Kemudian ditambah dengan keterangan, ini adalah doa dari Ibu Teresa, doakanlah doa sederhana ini ketika kita menghadapi tekanan atau kesulitan hidup.
Saya pun mencobanya. Waktu itu rumah kami jadi tempat giliran doa Rosario keliling dalam rangka Bulan Maria. Saya biasanya pesan ke tetangga untuk konsumsinya, tetapi saat itu saya ingin menyiapkannya sendiri. Saya pun memasak beberapa menu dengan perkiraan sekian porsi.
Tak disangka, ternyata umat lingkungan yang datang cukup banyak. Tentu saja saya khawatir, bagaimana nanti jika hidangannya tidak cukup untuk menjamu umat yang hadir. Dalam kebimbangan tersebut, saya ingat doa sederhana yang diajarkan Ibu Teresa di atas.
Lalu, saya mengucapkan doa tersebut berulang-ulang di dalam hati, sampai tiba saatnya menjamu para umat. Puji Tuhan, konsumsi yang saya sediakan cukup untuk mereka dan masih ada sisanya.
Ketika menulis cerita ini, saya lalu ingat kisah perjamuan perkawinan di Kana. Waktu itu tuan rumah kehabisan anggur dan Bunda Maria cepat tanggap dengan memberitahukan kesulitan tersebut kepada Yesus.
Memang benar, dalam keadaan sulit, kita bisa meminta tolong kepada Bunda Maria untuk menjadi ibu kita, dengan mendaraskan doa Salam Maria, Rosario, atau jika tidak ada waktu khusus untuk berdoa, kita bisa mencoba mendaraskan doa sederhana tadi. Bunda Maria pasti akan memberikan pertolongan karena ia memang seorang ibu yang baik.
Doa sederhana ini hanyalah salah satu contoh devosi kepada Bunda Maria. Namun, tentu saja kita tetap perlu berdoa Salam Maria, Rosario, dan doa devosi lainnya agar semakin dekat dengan Bunda kita. Semoga tulisan pendek ini bisa memberi inspirasi.














