Belajar Memimpin dengan Hati, Bertumbuh dalam Pelayanan

Papan Tulis42 Views

Menjadi pemimpin bukan sekadar berdiri di depan, memberikan instruksi, atau memegang jabatan. Kepemimpinan sejati justru tumbuh dari keberanian mengenali diri, kesediaan mendengarkan orang lain, serta ketulusan untuk melayani.

Semangat inilah yang menjadi landasan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) OSIS SMP Pangudi Luhur Klaten pada Senin–Rabu, 26–28 Oktober 2026. Supaya para peserta memiliki bekal yang utuh, maka untuk mempersiapkannya diawali dengan pelaksanaan Pra LKTD pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Mengusung tema “Menjadi Pemimpin yang Melayani, Berkarakter dan Berintegritas”, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter bagi para pengurus OSIS agar mampu menjalankan tanggung jawab organisasi dengan kesadaran diri, kepedulian, dan integritas.

LKTD tidak hanya diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan berorganisasi, tetapi juga mengajak memahami makna kepemimpinan sebagai proses pertumbuhan pribadi dan pelayanan kepada sesama.

Kepala SMP Pangudi Luhur Klaten, Br. Andrias Djoko Purnomo, FIC, S.Pd., menempatkan LKTD sebagai bagian penting dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, para pengurus OSIS diharapkan tidak berhenti pada kemampuan merancang program atau menjalankan kegiatan sekolah, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan keteladanan.

Kepemimpinan perlu dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, mengelola sikap, bertanggung jawab atas pilihan, dan berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, FX. Agus Kristiyanto, S.Pd., menekankan pentingnya LKTD sebagai bekal bagi para pengurus OSIS dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya di lingkungan sekolah.

Pengurus OSIS diharapkan mampu membawa semangat pelayanan ke dalam tindakan sehari-hari di sekolah.

Pengurus OSIS diharapkan mampu membangun kerja sama, menjaga kedisiplinan, menghargai perbedaan, serta menggerakkan teman-temannya melalui tindakan nyata. Dengan demikian, OSIS tidak hanya menjadi wadah kegiatan siswa, tetapi juga tempat belajar bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan mengembangkan kepedulian terhadap kehidupan bersama.

Pada LKTD di hari pertama Senin, 26 Oktober 2026, SMP Pangudi Luhur Klaten menghadirkan narasumber dari SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Filipus Dimas Darumurti, M.Pd. dan Chr. Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M.

Kegiatan ini juga melibatkan dua alumni SMP Pangudi Luhur Klaten yang kini menjadi siswa SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Nicholas Pandu Sagala dan Sylvester Domaz Dama. Kehadiran para alumni menjadi bagian dari jejaring pendidikan yang memungkinkan pengalaman dan nilai-nilai kepemimpinan terus dibagikan lintas jenjang sekolah.

Rangkaian LKTD diawali dengan pengenalan kepemimpinan Kepangudiluhuran dan pemaknaan disposisi batin. Peserta diajak memahami bahwa pemimpin bukan terutama orang yang memiliki kekuasaan, melainkan pribadi yang hadir untuk mengembangkan orang lain.

Semangat ini berakar pada kasih, kerendahan hati, kegigihan, pengorbanan diri, serta keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan perhatian.

Proses pembentukan nilai ini, kemudian diperdalam melalui latihan public speaking berupa orasi tentang empat nilai utama sekolah, yakni beriman, disiplin, berprestasi, dan berkarakter. Para peserta berlatih menyampaikan gagasan secara percaya diri sekaligus mengajak para teman menghidupi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Iman, misalnya, tidak cukup diwujudkan melalui doa dan perkataan, tetapi perlu tampak dalam kejujuran, kepedulian, dan kesediaan menolong sesama.

Pemimpin berarti terus belajar memperbaiki diri agar kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain.

Dinamika wide games melalui teater mini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerjemahkan nilai-nilai ke dalam situasi konkret. Melalui kerja kelompok, kreativitas, dan pembagian peran, peserta belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komunikasi, kepercayaan, dan kesediaan bekerja bersama.

Pada sesi refleksi, peserta mengikuti sharing tiga putaran untuk berbagi pengalaman, mendengarkan perspektif teman, serta merumuskan pembelajaran dan langkah perbaikan.

Rangkaian ini dilengkapi dengan examen atau pemeriksaan kesadaran, yakni mengulas pengalaman, mensyukuri hal-hal baik, mengenali kekurangan, dan menyusun niat untuk bertumbuh. Peserta diajak tidak sekadar bertanya tentang apa yang telah dilakukan, tetapi juga tentang perubahan apa yang terjadi dalam dirinya.

Bagi Gendis, salah satu peserta LKTD, pengalaman ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kepemimpinan secara lebih mendalam: bukan hanya tentang keberanian tampil atau kemampuan mengarahkan teman, melainkan juga tentang kesediaan mendengarkan, mengakui kekurangan, dan bertanggung jawab atas keputusan.

Refleksi tersebut menegaskan bahwa menjadi pemimpin berarti terus belajar memperbaiki diri agar kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain.

Pada akhirnya, LKTD OSIS SMP Pangudi Luhur Klaten mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah tujuan untuk memperoleh pengakuan, melainkan proses untuk menjadi pribadi yang semakin matang dan dapat dipercaya.

Nilai beriman memberikan arah, disiplin membentuk tanggung jawab, prestasi mendorong pengembangan potensi, sedangkan karakter menjaga agar semua kemampuan digunakan demi kebaikan bersama.

Melalui formasi ini, para pengurus OSIS diharapkan mampu membawa semangat pelayanan ke dalam tindakan sehari-hari di sekolah. Sebab, pemimpin yang baik bukanlah mereka yang paling banyak berbicara atau menuntut orang lain, melainkan mereka yang berani memberi teladan, mau belajar, dan bersedia berjalan bersama.

Kepemimpinan sejati dimulai ketika seseorang mampu memimpin dirinya sendiri, lalu menggunakan kepercayaan yang diterimanya untuk membantu orang lain bertumbuh.

Chr. Danang Wahyu Prasetio
Humas SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *