Proses pembelajaran di sekolah sejatinya bukan sekadar kegiatan rutin yang selalu berulang setiap tahun. Konsep belajar dengan Kurikulum Merdeka yang ditetapkan oleh pemerintah harusnya mampu memberikan ruang yang cukup leluasa bagi setiap insan yang terlibat di dalam proses tersebut untuk mendapatkan pengalaman baru yang istimewa dan spesial secara personal.
Inilah yang selama ini dihidupi di SMP Eksperimental Mangunan. Berakhirnya proses belajar selama satu semester harus dirayakan sebagai sebuah keberhasilan yang menggembirakan dan bukan sekadar rutinitas belaka.
Kegiatan yang dipilih untuk merayakan kegembiraan tersebut dinamai sebagai Puncak Festival Literasi. Nama ini dipilih karena mengandung makna mendalam bahwa dalam setiap proses belajar, setiap individu pasti melakukan kegiatan literasi, baik itu Literasi Pustaka, Sosial, maupun Ekologi. Kegiatan literasi inilah yang kemudian dirayakan bersama dalam konsep festival.

Dalam perayaan kegembiraan ini, setiap siswa dan guru wajib mempertenggungjawabkan proses yang sudah dilakukan selama satu semester. Bentuknya bisa bermacam-macam, sesuai proyek dan proses yang sudah dilakukan. Ada yang mengadakan kegiatan pameran, workshop, performance, presentasi, ataupun pemutaran film.
Pada akhir tahun Pelajaran 2023/2024 ini kegiatan Puncak Festival Literasi diselenggarakan pada hari Selasa-Jumat, 23-26 April 2024. Keseluruhan kegiatan ini dilaksanakan di kompleks SMP Eksperimental Mangunan, Cupuwatu II, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa, guru, dan karyawan, tetapi juga orang tua/wali siswa, unit TK-SD, alumni, media massa, dan masyarakat sekitar sekolah.
Mengusung tema “Bikin Hidup Lebih Hidup”, kegiatan Puncak Festival Literasi kali ini terlihat agak berbeda dari biasanya. Diawali dengan kirab maskot pembelajaran dari setiap kelas dari gedung olahraga sekolah yang jaraknya sekitar 200 meter dari area utama sekolah. Kirab ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar sekolah karena jalurnya melalui jalan-jalan kampung Cupuwatu. Selanjutnya, setiap angkatan menampilkan kreasi masing-masing sebagai hasil dari proyek pembelajaran yang sudah dilakukan selama satu semester.

Proses Eksploratif-Kreatif-Integral yang ditanamkan oleh Rm. YB. Mangunwijaya yang menggagas berdirinya sekolah ini menjadi bingkai yang indah dari proses belajar para siswa yang dirayakan bersama dalam Puncak Festival Literasi tahun ini.
Ungkapan dari Rm. Mangun yang menyatakan bahwa “Tidak ada anak yang bodoh” dan “Semua orang adalah guru sekaligus murid” mampu menjiwai setiap proses belajar yang dilakukan sehingga semua orang merasa berkembang sekaligus saling mengembangkan satu sama lain.
Augustinus Windu Aji (Waka Humas SMP Eksperimental Mangunan)








